8 Penyebab Perang Dunia 2

http://2.bp.blogspot.com/-1aBNWoI1Qh8/TosoghZgcCI/AAAAAAAAANQ/tSqscVJ7H50/s1600/world-war-ii-q5.jpg

Perang Dunia II, secara resmi mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Meskipun demikian ada yang berpendapat bahwa perang sebenarnya sudah dimulai lebih awal, yaitu pada tanggal 1 Maret 1937 ketika Jepang menduduki Manchuria. Sampai saat ini, perang ini adalah perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih 50.000.000 (lima puluh juta) orang tewas dalam konflik ini.

Umumnya dapat dikatakan bahwa peperangan dimulai pada saat pendudukan Jerman di Polandia pada tanggal 1 September 1939, dan berakhir pada tanggal 14 atau 15 Agustus 1945 pada saat Jepang menyerah kepada tentara Amerika Serikat.

Berikut 8 penyebab perang dunia 2:

Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II

1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam melaksanakan tugasnya

2. Terjadinya pertentangan paham baru, seperti : paham komunis dipimpin Rusia, paham fasis dipimpin Jerman dan Italia, dan paham Demokrasi dipimpin Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat

3. Terjadinya persekutuan kembali(aliansi), seperti: Blok Demokrasi dipelopori oleh Perancis, Blok Fasis dipelopori oleh Jerman, dan Blok Komunis dipelopori oleh Rusia.

4. Munculnya negara Ultranasionalisme(rasa cinta tanah air yang berlebihan) yang setelah kuat mereka melaksanakan imprealisme dengan segala macam dalih, seperti: Jerman dengan dalih Lebensaraum, Italia dengan dalih pembentukan Italia La Prima,dan Jepang dalam rangka melaksanakan Hakko Ichiu (pembentukan keluarga besar dibawah pimpinan negara Jepang).

5. Revanche Idea (politik balas dendam) dari negara-negara yang kalah dalam Perang Dunia I. Dendam utama Jerman untuk membalas dendam atas kekalahan dalam Perang Dunia I terutama kepada Inggris dan Perancis sebagai musuh utamanya.

Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia II

6. Bagi Eropa : terjadinya perebutan kota Danzig antara Jerman dengan Polandia sebagai akibat perjanjian Versailes. Akhirnya pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia dan meluas hingga ke seluruh Eropa.

7. Bagi Asia : Penyerbuan Jepang ke wilayah China pada tanggal 7 Juli 1937 setelah terjadinya insiden “Jembatan Marcopolo”.

8. Bagi Amerika : serbuan Jepang atas pangkalan Perang Angkatan Laut Amerika di Perl Harbour(Honolulu, Hawaii) pada tanggal 8 Desember 1941 dini hari

Iklan

Apa Sebenarnya Penyebab Kekalahan Jerman di Perang Dunia II?

Nazi Jerman, adalah sebuah partai politik berhaluan kanan, ultranasionalis, yang sebenarnya memiliki nama asli National Sozialistische Deucth Arbeiter Partei, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman”. Nazi berkuasa sejak memenagkan pemilu secara demokratis pada tahun 1933, dan naiknya Adolf Hitler menjadi kanselir Jerman pada tahun 1934. Sejak Nazi berkuasa mereka memiliki misi untuk mengembalikan kejayaan Jerman yang porak-poranda akibat Perjanjian Versailles (1919), pasca kalahnya Jerman pada Perang Dunia I, dan Hitler berambisi untuk mengembalikan kejayaan Jerman yang “dikebiri” oleh Sekutu, dengan menyerang Danzig, sebuah kota kecil di Polandia, yang nantinya akan mengawali sejarah paling berdarah didunia, Perang Dunia II.

Sejak dulu Jerman terkenal akan kehebatannya dalam pertempuran, banyak teknologi perang modern yang awalnya berasal dari Jerman. Di era Kaisar Wilhelm II, Jerman adalah salah satu dari 4 dinasti yang masih berdiri sejak era Perang Salib, bersama Ottoman dan Hohenzolern, Jerman menggabungkan diri dalam kubu Sentral melawan Sekutu yang seperti biasa dimotori Amerika, Inggris, dan Perancis. Perang Dunia I, hanya berlangsung 4 tahun (1914-1918), karena jumlah yang tidak seimbang, Blok Sentral pun kalah. Kalahya Jerman, memaksa Jerman merubah bentuk negara menjadi republik, angkatan perangnya dipangkas dan mengganti seluruh kerugian perang, akhirnya munculah berbagai macam partai, dan masing-masing partai memiliki sayap militer dan sering terlibat bentrokan berdarah. Singkat cerita, Hitler yang memenangi pemilu tahun 1934, langsung menghapus semua partai dan merevitalisasi angkatan perang Jerman, pelbagai macam senjata tangguh, canggih, dan modern lahir dari Industri Jerman, namun tak berhimbas pada akhir perang, tetap Jerman menjadi pecundang dan semua karyanya diambil oleh para pemenang, berikut contohnya:

Roket V1

Roket ini adalah senjata kendali jarak jauh dan “pesawat tanpa awak” pertama kali didunia, atau sering disebut “bom terbang” karena desainnya yang menyerupai pesawat. Roket ini didesain oleh Robert Lusser, bom dengan jarak jangkau 250 km ini mampu memporak porandakan London, ibukota Inggris pada tahun 1941.

Roket V2

Senjata inilah pelopor dari roket luar angkasa yang kita kenal untuk observasi antariksa, seperti Sputnik dan Apollo. dan senjata rudal balistik antar benua.  Didesain khusus oleh Wehner Von Braun seorang ilmuwan Jerman. Rocket ini mampu mencapai jarak 320 km. Setelah Jerman kalah, Von Braun dibawa ke Amerika untuk membangun roket Apollo, sementara cetak biru roket tersebut yang ada di Berlin, jatuh ke tangan Uni Soviet yang nantinya akan menjadi Sputnik yang akan mengawali Perang Dingin dalam bidang antariksa.

Senapan Mesin-Sub MP40

Senjata jenis sub-machine gun yang paling lazim digunakan Wehmacth, didesain oleh Heinrich Vollmer. Senjata ini kecil dan efektif saat terjadi pertempuran jarak dekat. Setelah perang Amerika mencuri desain senjata ini dan mengembangkannya menjadi berbagai varian SMG yang kita kenal sekarang.

Senapan Serbu STG44

Adalah “bapaknya” senapan serbu dunia, didesain oleh perusahaan C. G. Haenel Waffen und Fahrradfabrik CITEFA. Awalnya senjata ini bernama MP44, namun Hitler lebih suka menyebutnya Sturmgewehr44 (STG44). Pada akhir perang Amerika membawa senjata ini dan mengembanggkan senapan serbunya sendiri, sebut saja M-4, M-16, dan berbagai varian Assault rifle lain, sementara di Uni Soviet, senjata ini diproduksi ulang oleh Kalashnikov (1947), menjadi Avtomat Kalashnikova atau lazim disebut AK47.

Pesawat Jet Messerschmitt Me 262 Schwalbe

Adalah pesawat tempur bermesin jet pertama didunia, didesain oleh Perusahaan Messerschmitt. Pertama kali terbang pada tahun 18 Juli 1942. Setelah perang usai, kembali Amerika dan Soviet membawa pesawat ini ke negaranya masing-masing untuk dikembangkan, akhirnya Amerika menelurkan varian Fighter dan Soviet memproduksi Mirage dan Sukhoi.

Kapal Selam U-Boat

Kapal selam U-Boat (Undersea Boat) adalah kapal selam dengan senjata pertama didunia, sudah diproduksi sejak 1910, jauh sebelum Perang Dunia II. Namun kini divisi kapal selam tercanggih adalah milik Amerika Serikat sebutlah salah satunya USS Virginia yang ikut memporak-porandakan Irak dalam Perang Teluk.

Tank Tiger

Adalah tank kebanggaan Jerman, banyak tentara Sekutu dan Soviet yang mengalami“tigerphobia”, karena lapisan baja “harimau” seberat 68 ton ini tak mampu dihancurkan Tank Sherman milik Amerika dan T-34 milik Soviet. Setelah perang usai, Amerika dan Soviet kembali lagi mencuri tank ini, dan akhirnya lahirlah Tank Paladin dari Amerika dan T-80 dari Soviet.

Panzer Puma Schwerer Panzerspähwagen

Adalah kendaraan tempur ringan milik Jerman yang merupakan cikal bakal panzer diselurih dunia, termasuk Panzer Anoa produksi PINDAD adalah salah satunya.

Itulah berbagai teknologi Jerman yang canggih dan merupakan generasi pertama dalam seni perang modern. Pertanyaannya adalah, jika Jerman memiliki sederet teknologi persenjataan yang muktahir, mengapa Jerman bisa kalah total? Bahkan konspirasi pembunuhan Hitler yang dikenal dengan Plot 20 Juli pun dapat dihentikan. Mengapa dengan sederet senjata yang merata disemua angkatan perang Jerman tidak dapat menahan laju tentara Sekutu dan Soviet? Dan cara mati, Hitler dan Eva, yang menurut saya ganjil, karena Hitler mati dengan menembak kepala dan Eva meminum sianida, jika bunuh diri bersama seharusnya dengan cara yang sama.  Jika para Kompasianer memiliki jawaban dan argumen yang dapat menjawab pertanyaan saya ini, mohon tanggapannya. Apa sebenarnya penyebab kekalahan Jerman dalam Perang Dunia II?

Perang Rusia Jerman

Dalam pandangan Soviet, pertempuran Kursk merupakan titik balik yang menentukan dalam perangnya melawan Jerman Nazi. Karena sejak pertempuran satu minggu di bulan Juli 1943 itu, inisiatif peperangan telah beralih seterusnya ke tangan Rusia. Pertempuran tank yang merupakan perang kavaleri modern terbesar dalam sejarah itu karena begitu banyak melibatkan tank dari kedua belah pihak juga mencatat mulai dipakainya tank baru Jerman jenis Panther dan Tiger.Mereka harus menghadapi ribuan tank T-34 dan KV-1 Soviet yang terkenal tangguh.

Tank T-34 Rusia

Tank KV-1 Russia

 Medan perang di Kursk itu sendiri merupakan hasil ofensif musim dingin 1942-43 oleh Jerman, yang menyisakan wilayah tonjolan yang berpusat di kota Kursk, pusat persilangan kereta api penting, sekitar 800 km selatan Moskow. Kawasan yang menjorok ke wilayah yang dikuasai Jerman itu lebarnya 190 km dan dalamnya 120 km, memotong wilayah Army Group South pimpinan Marsekal Erich von Manstein dengan Army Group Center yang dipimpin Marsekal Gunther von Kluge.

Marsekal Erich von Manstein

Marsekal Gunther von Kluge.

Setelah hancurnya Tentara Keenam Terman di Stalingrad Januari 1943, Soviet mulai melakukan ofensif balik meski masih terbatas. Sebaliknya Jerman juga mencari peluang untuk mealnacarkan ofensifnya kembali, sekaligus menghentikan ofensif Soviet. Jerman melihat Kursk sebagai sasaran yang tepat. Ofensifnya diberi nama Operasi Zitadelle(perbentengan kota. “Ofensif ini sangat menentukan artinya. Kemenangan atas Kursk akan menjadi sinyal bagi dunia!” demikian Adolf Hitler dalam perintah operasinya, April 1943. Hitler ingin membuktikan bahwa kavaleri Jerman dengan tank-tank barunya tetap perkasa seperti semula. Bahkan is merehabilitasi Kolonel Jenderal Heinz Guderian, ahli perang tank yang tadinya dia singkirkan setelah kekalahan Jerman di depan Moskow akhir 1941. Guderian diangkatnya sebagai inspektur jenderal seluruh pasukan berlapis baja.

Kolonel Jenderal Heinz Guderian

Dalam rancangan operasi, dari utara Tentara Kesembilan Jenderal Walther Model akan menuju Kursk, sedangkan dari selatan Tentara Lapis Baja Keempat pimpinan Jenderal Hermann Hoth. Dengan jepitan yang akan menghancurkan tentara Soviet, Jerman mengharapkan dapat mengambil alih lagi inisiatif peperangan. Tentara Model diperkuat dengan 1.200 tank, termasuk Panther dan Tiger Berta assault gun Ferdinand. Begitupula serangan dari selatan didukung 1.500 tank, terutama dari Korps Panser SS Ke-2, yang terdiri dari tiga divisi tank SS Totenkopf, SS Adolf Hitler, dan SS Das Reich.

Namun apa yang direncanakan Jerman itu tak luput dari pemikiran Soviet, yang memperkirakan Jerman akan melakukan ofensif kavaleri besar-besaran, “…yang mungkin akan terdiri dari 13 hingga 15 divisi tank,” demikian ramalan Marsekal Georgi Zhukov. la cenderung untuk memperkuat pertahanan yang mampu menyerap serbuan Jerman, lalu melancarkan ofensif balasan pada front-front lain. Sedangkan Stalin lebih menyukai dilakukannya serangan pendadakan terlebih dulu. Tetapi karena pihak Soviet tidak siap untuk melancarkan ofensif terlebih dulu, maka saran Zhukov diterima. Segera garis pertahanan yang berlapis-lapis dibangun, termasuk membuat jebakan tank.

Georgy Zhukov

Marsekal Georgi Zhukov

Datangkan bantuan
Ternyata rencana ofensif Jerman tertunda-tunda karena Hitler mau memastikan bahwa produksi tank barunya berjalan lancar. Namun penundaan ini berarti memberi kesempatan bagi Rusia membangun pertahanannya, sehingga bails Manstein, Kluge, maupun Model mulai cemas, ditambah lagi Guderian selaku Irjer Pasukan Lapis Baja menyatakan tank Panther masih mengalami masalah teknis dan dia tidak berhasrat untuk mengirimkannya kefront timur. Seraya menunggu datangng perintah menyerang, Model memutuskan untuk meniru apa yang dilakukan .

Tank Panther

Tank Tiger 

Perang Darat Vietnam

Sejarah mencatat, perang Vietnam berlangsung mulai tahun 1959 hingga 30 April 1975. Selama itu telah jatuh korban tiga hingga empat juta rakyat Vietnam, satu setengah hingga dua juta rakyat Laos dan Kamboja serta 58.159 pasukan Amerika. Banyaknya nyawa yang hilang menunjukan bagaimana hebatnya perang tersebut.

KEHEBATAN perang Vietnam juga ditunjukran oleh beragam persenjataan yang digunakan kedua belah pihak. Dari persenjataan primitif -nngga born udara canggih digunakan untuk -nenjebak, membunuh dan mengalahkan musuh. “angat tidak seimbang bila dilihat dari persenjataan intara Utara dan Selatan namun dari semangat -.Lang justru faktor ini yang menentukan. Terbukti Amerika meninggalkan Vietnam dan tentara Utara apat melenggang masuk ke Selatan.

Selain pasukan gerilya yang terlatih pasukan Viet Cong juga memiliki pasukan khusus, Sapper Batalyon yang memiliki semangat tempur tinggi dan berani mati.

 Setidaknya Amerika “terpaksa” terlibat lebih dalam di Perang Vietnam ini, manakala kekuatan adara yang bermarkas di Jepang dilibatkan untuk bergerak maju dan menyerang sasaran di Utara. Diawali pengerahan kekuatan udara dan pangkalan di Okinawa, Jepang untuk bergerak maju ke Danang, Vietnam Selatan pada 31 Januari 1965, Amerika mulai melibatkan jet tempur jenis F-105. Pengerahan kekuatan udara dari Tactical Fighter Wing ke 18 ini menunjukan kekhawatiran Amerika dalam menghadapi Utara yang bersemangat bergerak ke Selatan.

Operasi yang diawali jam tiga pagi dalam pengerahan kekuatan udara beserta logistiknya secara cepat ini sebagai awal operasi yang disandikan Operation Flaming Dart. Baru sejak slat itu Amerika terang-terangan melewati garis batas paralel Tujuh Belas yang selama ini ditabukan untuk dilewati. Keberanian Amerika melanggar garis ini merupakan keputusan strategis, daripada Utara mulai menyerang ke Selatan akan menambah repot pasukan Amerika yang bertahan.

Gerilya Viet Cong sedang bertempur dengan taktik pasukan reguler

Tidak tanggung tanggung, satu minggu setelah sampai di Danang sebanyak 47 pesawat F-105 mulai beraksi dengan menjatuhkan bom di Utara, kebijakan yang akhirnya mengobarkan perang darat berlanjut di Vietnam. Guna melindungi pangkalan udara di Selatan, Amerika perlu menambah kekuatan darat. Pada 8 Maret 1965, sebanyak 3.500 pasukan Marinir Amerika mendarat di Vietnam Selatan. Mulai saat itulah secara langsung Amerika terlibat perang darat yang berlarut di Vietnam.

Keterlibatan pasukan ini sangat didukung masyarakat Amerika dalam upaya memerangi komunis internasional. Slogan yang sama pernah dipakai Perancis dua dekade sebelumnya saat masih bercokol di Vietnam. Setidaknya semangat Amerika untuk melawan komunis di Vietnam mendapat angin segar termasuk pendanaannya dari Senat AS.

Pasukan AS memeriksa gerilyawan Viet Cong yang terbunuh.

Tindakan Amerika ini mendapat reaksi pedas dari Utara. Pemimpin Utara, Ho Chi Minh, mengatakan secara resmi, “Bila perang ini akan
berlangsung selama 20 tahun kita siap mengadapi, bila mau damai nanti sore kita sudah bisa minum teh bersama.” Makna sesungguhnya adalah bahwa Utara sanggup menghadapi tantangan Amerika baik dengan jalan perang ataupun jalan damai.

Vietnam sangat percaya diri karena perang ini akan berlangsung di wilayahnya, secara georgafis dan kultural terdukung oleh rakyat.
Bagi Amerika perang darat di Vietnam akan memakan biaya tinggi selain medan yang tidak dikuasai secara penuh. Belum faktor masyarakat yang tidak dikenal serta perbedaan budaya yang menonjol. Pengerahan kekuatan udara yang besar dan mahal bukan solusi karena Utara sangat menghendaki perang darat yang berlarut, dan itu terjadi selama 10 tahun ke depan. Selama itu pula lebih 50.000 pasukan Amerika terbunuh di hutan Vietnam.

Arsitek tempur NVA/Vietcong, Ho Chi Minh (bertopi) yang sukses menggempur pasukan Perancis dan AS.

Bila ditelaah secara cermat, perang ini akibat dari perbedaan dua kubu antara Utara dan Selatan. Pihak Utara menghendaki agar tercipta penyatuan Vietnam dalam pemerintahan yang merdeka. Sedang Selatan menghendaki agar tercipta pemerintahan non kumunis di Asia Tengara. Dari sinilah keberpihakkan Amerika dalam memerangi komunis dunia terlihat dengan melibatkan diri secara nyata dalam perang ini.

Tiga langkah

Untuk membuktikan keberpihakkan Amerika dalam memerangi komunis, ditunjukkan dengan pengiriman pasukan darat secara besar ke Vietnam. Dari awal 3.500 pasukan marinir di bulan Maret 1965, pada akhir tahun kekuatan ini telah mencapai 200.000 marinir. Yang tadinya pasukan ini dirancang hanya untuk mempertahankan pangkalan udara dan bersifat defensive akhirnya terpaksa” masuk ke Utara dan offensive.

Pasukan ARVN berparade setelah memenangkan perang melawan Viet Cong.

ARVN menang berkat dukungan pasukan AS.

Mei 1966 pasukan darat pemerintah Selatan Army of the Republic of Viet Nam -ARVN) mengalami kekalahan besar dalam perang di Binh Gia. Kekalahan berikut terjadi pula di Dong Xoai pada Juni tahun yang sama. Pasukan Amerika yang berpihak ke Selatan sangat gusar akan kekalahan di kedua fron ini. Konsep membela Selatan harus dilakukan dengan nyata. “Pasukan Amerika yang mempunyai mobilitas, energi dan daya gempur hams dimanfaatkan secara nyata,” pinta Jenderal William Westmoreland kepada atasannya, Admiral Grant Sharp (Commander of U.S Pacific Force) ang berkedudukan di Hawai.

Izin khusus untuk inisiatif perang di Vietnam harus mendapat political will dari pusat. Dalam konsepnya Jenderal Westmoreland akan melakukan perang dalam skala besar terbagi tiga tahap yaitu: Tahap 1, komitmen Amerika dengan negara pendukungnya untuk menetralisir kekuatan lawan hingga akhir tahun 1965. Tahap 2, Amerika dengan negara pendukungnya berinisiatif mengurangi aksi gerilyawan dan memisahkan kekuatan lawan dan penduduk. Tahap 3, bila musuh sulit dikalahkan setelah operasi berlangsung selama satu hingga setengah tahun, sisa kekuatan musuh yang terpisah dihancurkan dengan kekuatan penuh.

Tahapan perang di Vietnam yang diajukan sangat didukung Presiden Johnson sembari memberi penekanan agar pemerintahan Vietnam Selatan dapat terselamatkan dan serangan para gerilya apapun caranya. Westmorland bahkan memperkirakan perang di Vietnam akan berakhir tahun 1967 dengan kemenangan di pihak Amerika.

Nyatanya tidak, bahkan perang berlarut makin menjadi yang menyeret Amerika lebih jauh di Vietnam Dalam kajian yang dilakukan oleh Letkol (ret) Dave Grosman dan Killology Research Group (1995) dalam bukunya On Killing: The Psychological Cost of Learning to Kill in War and Society ditengarai kegagalan akibat dua hal pokok.

Hutan belantara menjadi medan tempur yang mematikan bagi pasukan AS.

Pertama tentang umur pasukan yang relatif masih muda dan yang kedua masalah keterlibatan pasukan dalam mengonsumsi obat bins.
Rata-rata umur pasukan yang diterjunkan di Vietnam berumur 22 tahun setelah mengikuti pendidikan dasar kemiliteran selama satu tahun. Bandingkan dengan umur pasukan yang terlibat PD II dan Perang Korea, mereka rata-rata berumur 26 tahun dengan rotasi penugasan setiap tahun. Dari data yang tewas di Vietnam rata-rata mereka 22,8 tahun, sangat terlalu muda untuk tugas yang berat dan melawan pasukan berpengalaman.

Selain itu para pasukan muda ini terlibat dalam pemakaian obat bins yang berlebihan. Memang mereka dilengkapi dengan obat bins guna mengurangi rasa sakit saat terkena peluru, tetapi banyak juga yang dikonsumsi guna mengurangi rasa tegang. Hal inilah yang menjadi persolan utama dan berakibat semangat tempur menurun drastis.

Idealnya pasukan ini dirotasi setiap tahun dengan masa tugas kemiliteran selama 10 tahun. Namun mereka mengatakan, “Kami bertugas sepuluh kali dalam setahun.” Idiom yang sangat menurunkan moral pasukan yang terlibat perang. Perang darat berlarut ini melibatkan sekutu Amerika masuk ke dalam kancah perang. Beberapa negara seperti Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, Thailand dan Filipina mengirimkan pasukan. Bahkan Thailand mengizinkan beberapa pangkalan udaranya dipakai sebagai operational base.

Bukan hanya negara yang tergabung dalam SEATO (South East Asian Treaty Organization) yang melibatkan diri. Beberapa negara anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization) juga melibatkan diri. Inggris dan Kanada bahkan terlibat aktif dalam operasi di Vietnam diantaranya dalam operasi Masher, Attleboro, Cedar Falls dan Jungtion City. Dari berbagai operasi darat inilah gerak maju pasukan sekutu menjadi nyata, stabilitas pemerintahan Selatan menjadi terdukung.

 

Inilah propaganda yang mencuat keluar, Amerika mengalami kemenangan dan pemerintah Selatan menjadi bertambah baik. Pemberitaan yang sangat dikontrol oleh Pentagon ini toh bocor juga, berbagai kekalahan di medan perang terkuak. Alhasil, rakyat Amerika mulai melancarkan demostrasi dan menayakan kapan berakhirnya perang ini.

Akhir 1967 terjadi demonstrasi antiperang di depan Pentagon. Ratusan pendemo mulai protes dan meneriakan slogan “Ho, Ho, Ho Chi Minh! Sang pemenang,” dan juga slogan “Hey, hey LBJ ! Berapa pemuda mati hari ini?” LBJ merupakan kependekan dari Lyndon Bines Johnson sang presiden Amerika kala itu.

OHKA- Bunga Sakura yang Menakutkan dan Mematiakn

Kamikaze yang resmi dibentuk Laksdya Takijiro Ohnishi pada 20 Oktober 1944, dalam kenyataannya bukanlah hanya terdiri dari pesawat terbang bermuatan born yang ditabrakkan pilotnya ke kapal perang musuh. AL Jepang juga menyiapkan born terbang, berupa roket bermuatan peledak. Born terbang ini dijatuhkan dari sebuah pesawat pengebom. Begitu lepas dari pesawat induknya, mesin roket akan menyala dan melesatkan roket ke arah sasaran. Pengendalinya seorang pilot, karena sistem kendali radio waktu itu masih dalam pengembangan

Seorang letnan muda AL bernama Shohichi Ota dikenal sebagai pencetus gagasan born terbang ini. Ia berpikir, basil serangan bunuh diri dengan senjata ini akan jauh lebih besar dibanding pesawat terbang bermuatan born. Sebab kecepatan roket lebih tinggi dan muatan peledaknya pun lebih besar. Ota diketahui berusaha keras `menjual’ gagasannya kepada atasannya. Pada suatu hari pertengahan 1944, ia datang ke Laboratorium Riset Aeronautik AL dan menemui pimpinan bagian perancangan “Pesawat Masa Depan”, Letkol Tadano Mild, seorang perwira teknik yang andal.

Dalam pertemuan yang dihadiri pimpinan laboratorium Laksamana Misao Wada dan beberapa perwira peneliti lainnya, Letda Oka menjelaskan konsep born roketnya yang dapat dilepaskan dari sebuah pengebom serang Betty dari Mitsubishi. Propelan roket ini adalah kondensasi hydrogen peroxide dan hydrated hydrogen. Bahan bakar cair yang dikembangkan Mitsubishi ini telah dimanfaatkan AD Jepang guna mengembangkan roketnya. Ota mengatakan propelan ini pun dipakai Jerman untuk roket Komet. Tetapi Mild tak terkesan. “Ini orang pasti tolol. Beginikah yang ia sebut sebagai senjata baru?” pikir Mild.

Profil Ohka yang merupakan born terbang bertenaga roket yang dikendalikan seorang pilot. Sejumlah pesawat pengebom Jepang, Mitsubishi G4M2, yang bisa berfungsi sebagai penggendong Ohka sebelum diluncurkan ke target musuh.

Dalam pertemuan yang dihadiri pimpinan laboratorium Laksamana Misao Wada dan beberapa perwira peneliti lainnya, Letda Oka menjelaskan konsep born roketnya yang dapat dilepaskan dari sebuah pengebom serang Betty dari Mitsubishi. Propelan roket ini adalah kondensasi hydrogen peroxide dan hydrated hydrogen. Bahan bakar cair yang dikembangkan Mitsubishi ini telah dimanfaatkan AD Jepang guna mengembangkan roketnya. Ota mengatakan propelan ini pun dipakai Jerman untuk roket Komet. Tetapi Mild tak terkesan. “Ini orang pasti tolol. Beginikah yang ia sebut sebagai senjata baru?” pikir Mild.

Dikendalikan pilot

Mild lalu bertanya mengenai sistem pengendaliannya, namun Letnan Ota tidak segera menjawab dan malah tampak agak gelisah. Mild pun mengulang pertanyaannya, dengan menerangkan bahwa yang ia maksud adalah peralatan untuk memastikan bahwa roket akan tepat mengenai sasarannya. Ota lalu mengangguk dan menyahut. “Seseorang yang berada di dalamnya.” Mild tak percaya dengan apa yang ia dengar. “Apa,” teriaknya bercampur antara tidak percaya dan marah. “Kamu benarbenar idiot. Kita tidak akan pernah membuat barang semacam itu,” tambah Mild.

Sejumlah tentara Jepang sedang mengerumuni Ohka Glide Bomb di suatu tempat yang kemudian tidak jadi diterbangkan.

Wajah Ota memerah, tetapi berusaha tenang. Dia lalu mengingatkan betapa posisi Jepang dalam perang ini semakin mencemaskan. Musuh menguasai udara, dan Jepang tidak mungkin menghentikan kekuatan invasi musuh hanya dengan cara konvensional. “Rencana saya adalah menghancurkan armada kapal induk musuh dengan menabrakkan diri guna membalikkan situasi. Ini vital buat kelangsungan hidup negara kita. Karena itu kita harus membuat senjata ini”.

Perdebatan sengit itu berakhir ketika Letkol Mild bertanya kepada Ota. “Kamu menyarankan senjata ini ditabrakkan ke sasaran, tetapi siapa yang akan memilotinya.” Langsung Letnan Ota menjawab, “Tentu saja saya yang akan melakukan.” Seusai pertemuan, Mild curiga bahwa Laksmana Wada selaku pimpinan laboratorium riset AL diam-diam telah mendukung gagasan Ota, dan bahkan akan merekomendasikannya kepada jajaran lebih tinggi di Mabes AL.

Ternyata benar. Wada meneruskan gagasan Ota kepada Departemen Aeronautik AL, yang langsung menindaklanjutinya. Akhirnya hal ini sampai ke kalangan pimpinan Staf Umum Mabes AL. Mereka tertarik karena senjata ini mungkin memang berguna dalam Operasi Sho yang akan dilancarkan untuk menahan invasi Amerika. Pertengahan Agustus 1944 keluar instruksi kepada Laboratorium Riset Aeronautik AL agar memulai produksi percobaan born roket yang diberi nama sandi Maru Dai. Maru artinya lingkaran, dan Dai yang juga bisa dibaca sebagai “0″, adalah untuk menghormati penemunya, Shoichi Ota. Mild pun menyerah.

Profil Ohka dalam kondisi utuh dan ditempatkan di museum Smithsonian, AS. Ohka Model 22 ini dibawa dari Jepang pada Desember 1945 dan baru masuk Smithsonian tahun 1948.

Bunga ceri yang meledak

Bom terbang ini dirancang memiliki panjang 6,07 m, tinggi 1,16 m, dan rentang sayap 5,12 m. Roket sayap beratnya 140 kg, roket pada badan 360 kg, dan badan pesawat sendiri 440 kg. Bahan peledaknya mencapai 1.200 kg, sehingga berat seluruh born terbang ini 2.140 kg. Berbagai uji coba secara intensif dilakukan, termasuk oleh Tadano Mild, perwira teknik yang semula menentang keras roket untuk serangan bunuh diri tersebut.

Situasi dan peta Kanoya Air Base di Kyushu yang merupakan pangkalan bagi grup kamikaze Korps Dewa Guntur.

Satu-satunya soal pada Maru Dai adalah jarak jelajahnya, paling banter hanya mencapai 60 km. Padahal jarak terbang pesawat Amerika untuk melindungi kapal perangnya mencapai 90 km. Ini berarti sebelum cukup mendekati sasaran, pesawat pengebom pembawa Maru Dai dapat diserang oleh pesawat patroli musuh. Karena itu tak ada jalan lain, pesawat pengebom Jepang harus mampu menembus patroli pesawat Amerika, serta mencapai jarak hanya 25-30 km dari sasaran untuk melepaskan bom terbangnya. Untuk itu diperlukan pesawat pemburu guna melindungi. Awal September, dari fasilitas laboratorium AL yang dijaga keras kerahasiaannya, muncul dua pesawat bom roket yang telah selesai dibuat.

Keduanya khusus untuk uji coba terbang, dan diberi nama resmi Ohka atau “Bunga Ceri yang Meledak”. Pada kedua sisi hidungnya, digambari bunga ceri berwana merah muda atau pink. Uji terbang dengan dilepas dari pengebom Betty dinyatakan berhasil, termasuk sebuah Ohka yang mampu didaratkan kembali oleh pilotnya. Namun ada juga pilot yang tewas ketika gagal melakukan pendaratan. Setelah rangkaian uji coba, bulan November mulai dilakukan latihan bagi para calon penerbangnya.

Korps Dewa Guntur

Para pilot yang tergabung dalam Korps Dewa Guntur (Thunder Gods Corps) ini dipimpin Kolonel Motoharu Okamura, yang sejak awal terlibat dalam program pengembangan Ohka serta pembentukan korps penerbangnya. Okamura sejak pertengahan 1944 selalu mengusulkan cara serangan khusus terhadap armada Amerika. Istilah ‘serangan khusus’ ini adalah sekadar untuk menghaluskan kata `serangan bunuh dire. Januari 1945 datang utusan Kaisar ke pangkalan korps, menyatakan penghargaan atas semangat para pilotnya yang ketika itu sudah lebih dari 150 orang.

Dua pesawat pengebom Mitsubishi G4 M2.

Selanjutnya korps disebar, antara lain ke Jepang bagian selatan juga ke pangkalan di Taiwan dan Shanghai. Markas besar korps ini di pangkalan udara Konoya di Kyushu, Jepang bagian selatan. Korps saat itu selain sudah memiliki 162 Ohka dan 72 pesawat induknya, juga mendapat 108 pesawat Zero tipe Z-Serang khusus untuk serangan bunuh diri. Sementara itu persiapan invasi musuh semakin terasa. Pesawat Amerika terus melakukan pengintaaian dan serangan terhadap berbagai sasaran di Jepang, termasuk mulai memakai pengebom strategis B-29.

Tanggal 17 Maret, Laksdya Matome Ugaki selaku Panglima Armada Udara Kelima AL menerima laporan adanya armada musuh yang mendekati Kyushu. Ugaki terus memantau. Pada dinihari 18 Maret is memerintahkan menyiapkan serangan all-out. Tetapi hari itu tak kurang dari 1.460 pesawat Amerika mendahului menyerang. Seusai serangan itu, Ugaki meminta Korps Dewa Guntur melakukan aksi pertamanya. Namun gempuran hebat Amerika datang lagi, sehingga rencana Jepang berkamikaze dengan mengoperasikan Ohta pun gagal.

Tugas yang Gagal

Baru pada 21 Maret datang perintah resmi untuk misi pertama Korps Dewa Guntur. Persiapan segera dilakukan, dan Letnan Kentaro Mitsuhashi beserta 14 pitnya    tugas pertama menyerang dengan bom terbang.  Mereka memotong kuku dan rambut, menaruhnya dalam kotak kayu bersama surat perpisahan 7agi orangtua masing-masing.

Upacara pelepasan dilakukan, dihadiri Laksamana Ugaki, sementara komandan korps Kolonel Dkamura terbata-bata mengucapan selamat jalan kepada 15 anak buahnya. Pada giliran Mitsuhashi untuk berbicara, ia hanya mengatakan, “Saya tidak punya kata-kata lain untuk disampaikan. Marilah kita mati bersama-sama.”

Sejumlah pilot andalan dari Korps Dewa Guntur sedang berpose di depan pesawat Zero sambil mengembangkan tawa (hawah). Tugas sebagai pilot kamikaze yang diyakini sebagai wahana untuk menjaga kehormatan bangsa dan nasionalisme tidak menyebakan mereka takut mati tapi justru dilaksanakan dengan penuh kebanggaan.

Serangan bunuh diri pertama dengan “ledakan bunga ceri” ternyata gagal. Pilot pesawat Zero pengawal yang berhasil kembali dengan pesawatnya penuh lubang peluru menuturkan, bahwa mereka disergap oleh sekitar 50 pesawat Amerika. Sehingga dalam tempo 10 menit, sembilan pesawat induk Betty dan dua pengebom lain khusus untuk tugas serangan bunuh diri, rontok dari udara. Pesawat Zero pengawal berusaha melawan, tetapi kalah dan harus berpencar. Beberapa Betty terpaksa membuang Ohta mereka sebelum waktunya, agar lebih lincah menghindari serangan pesawat musuh. Pilot Zero tadi melaporkan pada akhirnya tersisa empat Betty, yang kemudian terlihat terbang rapat sayap ke sayap dan bersama-sama menukik ke laut.

Meskipun pada debutnya gagal total, tetapi serangan dengan Ohka terus berlangsung. Hasilnya pada umumnya kurang sesuai seperti yang diharapkan. Sehingg Amerika pun bahkan mengejek senjata Jepang itu dengan sebutan Baka atau ‘Gila’, Akhirnya pada 22 Agustus atau satu minggu setelah takluknya Jepang, Korps Dewa Guntur dibubarkan atas perintah Armada Udara Kelima AL yang telah ditinggalkan oleh panglimanya Laksamana Ugaki. Dia telah melakukan serangan bunuh diri terakhir ke arah Okinawa dengan pesawat pengebom-tukik pada 15 Agustus. Komandan korps Kolonel Okamura sibuk membakari dokumen korpsnya. “Segala apa yang pernah kita buat dan jalankan, kini tinggallah jadi sejarah,” ujarnya.

Nasib Shoichi Ota, penemu Ohka, sesudah perang berubah misterius. Ada yang menyebutkan ia sebetulnya bukanlah penemu senjata bom terbang tersebut, melainkan hanya boneka yang diperalat oleh sementara tokoh AL. Mereka ini malu dan takut apabila diketahui sebagai penggagas serangan bunuh diri dengan born terbang. Laporan lain menyebutkan Ota bersembunyi dan menyamar menjadi penduduk desa dengan berganti nama. Ada pula yang mengatakan ia pernah pinjam uang dari para mantan anggota Korps Dewa Guntur, tetapi lalu menghilang. Usaha melacaknya untuk keperluan sebagai sumber sejarah tidak pernah berhasil hingga sekarang.

Kursk, Perang Tank Terbesar Dalam Sejarah

Dalam pandangan Soviet, pertempuran Kursk merupakan titik balik yang menentukan dalam perangnya melawan Jerman Nazi. Karena sejak pertempuran satu minggu di bulan Juli 1943 itu, inisiatif peperangan telah beralih seterusnya ke tangan Rusia. Pertempuran tank yang merupakan perang kavaleri modern terbesar dalam sejarah itu karena begitu banyak melibatkan tank dari kedua belah pihak juga mencatat mulai dipakainya tank baru Jerman jenis Panther dan Tiger. Mereka harus menghadapi ribuan tankT-34 dan KV-1 Soviet yang terkenal tangguh.

Medan perang di Kursk itu sendiri merupakan hasil ofensif musim dingin 1942-43 oleh Jerman, yang menyisakan wilayah tonjolan yang berpusat di kota Kursk, pusat persilangan kereta api penting, sekitar 800 km selatan Moskow. Kawasan yang menjorok ke wilayah yang dikuasai Jerman itu lebarnya 190 km dan dalamnya 120 km, memotong wilayah Army Group South pimpinan Marsekal Erich von Mansteindengan Army Group Center yang dipimpin Marsekal Gunther von Kluge.

Setelah hancurnya Tentara Keenam Jerman di Stalingrad Januari 1943, Soviet mulai melakukan ofensif balik meski masih terbatas. Sebaliknya Jerman juga mencari peluang untuk mealnacarkan ofensifnya kembali, sekaligus menghentikan ofensif Soviet. Jerman melihat Kursk sebagai sasaran yang tepat. Ofensifnya diberi nama Operasi Zitadelle(perbentengan kota. “Ofensif ini sangat menentukan artinya. Kemenangan atas Kursk akan menjadi sinyal bagi dunia!” demikian Adolf Hitler dalam perintah operasinya, April 1943. Hitler ingin membuktikan bahwa kavaleri Jerman dengan tank-tank barunya tetap perkasa seperti semula. Bahkan is merehabilitasi Kolonel Jenderal Heinz Guderian, ahli perang tank yang tadinya dia singkirkan setelah kekalahan Jerman di depan Moskow akhir 1941. Guderian diangkatnya sebagai inspektur jenderal seluruh pasukan berlapis baja.

Dalam rancangan operasi, dari utara Tentara Kesembilan Jenderal Walther Model akan menuju Kursk, sedangkan dari selatan Tentara Lapis Baja Keempat pimpinan Jenderal Hermann Hoth. Dengan jepitan yang akan menghancurkan tentara Soviet, Jerman mengharapkan dapat mengambil alih lagi inisiatif peperangan. Tentara Model diperkuat dengan 1.200 tank, termasuk Panther dan Tiger sertaassault gun Ferdinand. Begitupula serangan dari selatan didukung 1.500 tank, terutama dari Korps Panser SS Ke-2, yang terdiri dari tiga divisi tank SS Totenkopf, SS Adolf Hitler, dan SS Das Reich.

Namun apa yang direncanakan Jerman itu tak lupus dari pemikiran Soviet, yang memperkirakan Jerman akan melakukan ofensif kavaleri besar-besaran, “…yang mungkin akan terdiri dari 13 hingga 15 divisi tank,” demikian ramalan Marsekal Georgi Zhukov. la cenderung untuk memperkuat pertahanan yang mampu menyerap serbuan Jerman, lalu melancarkan ofensif balasan pada front-front lain. Sedangkan Stalin lebih menyukai dilakukannya serangan pendadakan terlebih dulu. Tetapi karena pihak Soviet tidak siap untuk melancarkan ofensif terlebih dulu, maka saran Zhukov diterima. Segera garis pertahanan yang berlapis-lapis dibangun, termasuk membuat jebakan tank.

Datangkan bantuan
Ternyata rencana ofensif Jerman tertunda-tunda karena Hitler mau memastikan bahwa produksi tank barunya berjalan lancar. Namun penundaan ini berarti memberi kesempatan bagi Rusia membangun pertahanannya, sehingga baik Manstein, Kluge, maupun Model mulai cemas, ditambah lagi Guderian selaku Irjen Pasukan Lapis Baja menyatakan tank Panther masih mengalami masalah teknis dan dia tidak berhasrat untuk mengirimkannya kefront timur. Seraya menunggu datangnya perintah menyerang, Model memutuskan untuk meniru apa yang dilakukan Montgomery di El Alamein, yaitu infanteri rang didukung tembakan artileri akan membuka celah-celah yang dapat diterobos kavalerinya. Sedangkan Manstein yang dibantu Hoth dan Kempf punya taktik lain, Yakni memusatkan pasukan lapis bajanya pada celah sempit sehingga cepat merangsek dengan daya tembak tinggi.

SS-Pasukan Waffen-SS menumpang tank Pz Kpfw III. Sampai Juli 1943 satuan Watten SS berkembang menjadi satuan yang sangat kuat dengan komposisi tiga divisi serta diperkuat oleh 390 unit tank plus 104 unit meriam serang (assault gun)

Ofensif Jerman dilancarkan subuh 5 Juli dengan bombardemen artileri. Namun rencana ini diketahui Soviet yang memperoleh informasi dari Sekutu. Inggris berhasil menyadap rahasia Jerman melalui Ultra, alas pemecah kode rahasia yang dimilikinya. Karena itu Soviet pun mendahului dengan menghujani tembakan artileri. Dengan demikian unsur pendadakan Jerman pun hilang sudah. Serangan dari utara dirintis oleh tank dan pasukan panzergrenadiers, lalu disusul gerak besar besaran tank Tiger dan Ferdinand serta ratusan tank Panzer IV serta infanteri. Namun Soviet yang tabu bahwa akan ada ofensif Jerman, telah menyebar ranjau antitank. Akibatnya tank-tank Jerman banyak yang terjebak. Hari pertama serbuan ini, sekitar 100 tank Jerman lumpuh hanya disebabkan oleh ranjau.

Tim senapan mesin Jerman sedang mengamati kondisi garis depan. Senapan mesin yang dipakal adalah dari jenis MG 34 dengan fasilitas teropong plus dudukan tripod. M834 merupakan senapan mesin standar bagi pasukan darat Jerman selama PD II dengan kemampuan daya sembur peluru antara 800 sampai 900 peluru permenit

Namun Jerman maju terus, bahkan ujung tombak yang berupa tank-tank Tiger jauh meninggalkan tank-tank medium di belakangnya, sehingga posisi mereka malah berbahaya karena ‘terdampar’ tanpa proteksi pasukan lainnya. Esok harinya Model menyerang lagi, tetapi masih saja terbentur garis pertahanan Rusia yang kokoh. Akibatnya pasukan Jerman hanya mampu maju sejauh 10 km dengan korban 25.000 pasukan serta 200 tank. Pihak Soviet yang dipimpinKonstantin Rokossovsky juga berupaya maju dengan tanknya, namun ironisnya mereka terhalang oleh ranjau mereka sandiri.

TIGER -Tank PzKpfw VI Tiger I milik satuan lapis Baja 2nd SS Panzergrenadier Division Das Reich dalam pertempuran Kursk. Divisi ini dipimpin oleh perwira SS (M-Gruppenfuhrer) Walter Kruger dan merupakan satuan terkuat dari tiga satuan lapis baja SS yang digelar Jerman.

Di front selatan, posisi Manstein lebih lumayan meski tidak sesuai dengan harapan semula. Soviet mencium gelagat bahwa Jerman akan unggul karena Korps Panser SS Ke-2 secara masif bergerak ke kotaProkhorovka. Zhukov pun buru-buru mendatangkan bola bantuan, berupa pasukan kavaleri dari Tentara Kelima yang dipimpin KolonelJenderal Pavel Rotmistrov. Dengan ratusan tanknya dari tiga korps, dia harus menempuh perjalanan sejauh 200 mil melalui wilayah kering yang terbuka. Pasukan besar ini kala bergerak di siang hari harus dilindungi pesawat tempur. Mereka menggelinding siang-malam dalam cuaca teramat panas, dengan debu yang menyelimuti jalan mereka. Saking tebalnya debu sehingga matahari pun sulit terlihat.

Pertempuran hebat
Kavaleri Jerman dari Korps Panser SS yang dipimpin jenderal Paul Hausser merasa segera akan berhasil menerobos pertahanan Soviet di Prokhorovka. Pertempuran tank berlangsung sengit. Nikita Kruschev yang di kemudian hari di front tersebut menyatakan, “…dua hari ke depan akan dahsyat, entah kami yang mampu bertahan ataukah Jerman yang merebut Kursk”. Sementara itu 850 tankRotmistrov yang sebagian besar tipe T-34 yang baru tiba setelah berjalan 200 mil, langsung terjun ke medan tempur menghadapi pasukan tank SS. Hausser mengerahkan seluruh kekuatan tanknya, termasuk sekitar 100 Tiger. Tetapi jumlahnya masih kalah banyak dibandingkan tank Rusia.

SS PANZER – Foto jaerak dekat menggambarkan pergerakan satuan lapis baja SS menuju garis depan. Fotografer berada di atas ranpur angkut personel Sd. Kfz 251. Sementara di sebelah kanan adalah tank Pz Kpfw II.

Tanggal 11 Juli kedua kekuatan lapis baja yang seimbang berhadap-hadapan. Setiap gerakan mereka selalu menebarkan debu tebal karena permukaan tanah subur Ukraina yang lagi kering. Matahari di timur di belakang tank Soviet membuat para juru tembak tank Jerman kesilauan, melihat barisan tank Jerman. Korps Tank ke-18 Sovietmaju menghadapi Divisi Totenkopf SS, sedangkan Korps ke-29mendekati Divisi Tank SS Adolf Hitler. Bunyi gemuruh mesin dan rantai tank sungguh menggetarkan.

Barisan Infanteri Soviet dengan SMG PPSh bergerak menuju garis depan Kursk. Pada tampak depan adalah tank Soviet T-34/76. Pda bagian kubah tank terdapat tulisan yang berarti ”untuk ibu pertiwi” (for motherland)

 

Ketika jarak tembak semakin dekat, mulailah kedua pihak saling menembak dengan dahsyat. Ribuan tank bertempur dalam jarak dekat, saling tembak atau saling tabrak. Terkadang sulit mengenali mana kawan mana lawan. Tembakan jarak dekat acap mengenai tank kawan sendiri. Karena siapa duluan menembak, dia ada peluang untuk selamat. Banyak tank yang sampai kehabisan peluru. Pertempuran ini begitu ganas dan kejam. Para awak tank yang selamat langsung disapu dengan sanapan mesin. Asap hitam dan kobaran api dari tank-tank yang binasa tampak di mana-mana.

Pertempuran hebat dengan jarak antar tank cukup rapat, membuat sulit bagi kedua pihak untuk membantu tank mereka melalui kekuatan udara maupun tembakan artileri. Esoknya, lanjutan baku hantam menunjukkan pasukan tank Jerman agak terdesak mundur dan harus melepaskan tempat-tempat yang sebelumnya mereka kuasai. Kota Prokhorovka dan sekitarnya telah berubah menjadi kuburan ratusan tank, banyak di antaranya yang masih dijilati api.

Kerugian kedua pihak amat besar. Hausser kehilangan 350 hingga 400 tank, termasuk lebih dari dua pertiga tank Tigernya. Sedangkan sisanya dalam kondisi buruk, sulit untuk melakukan serangan lagi. Tank terpisah-pisah dari kesatuan masing-masing dan menjadi tidak terorganisasikan lagi. Hausser melapor kepada Manstein bahwa serangan lebih jauh sudah tak terjangkau oleh Korps Panser SS. Di pihak Soviet, sekitar 350 tanknya juga hancur, Sedangkan jumlah tank yang masih mampu bertempur, lebih banyak daripada yang dimiliki Jerman. Tetapi pasukan tank Rotmistrov pun juga porak poranda formasinya. Sehingga tugasnya untuk melakukan penetrasi lebih jauh terhadap posisi Jerman pun tidak tercapai.

Pertempuran tank yang melibatkan sekitar 1.200 tank itu secara taktis tak ada yang menang dan tak ada yang kalah. Keduanya babak belur. Sedangkan dari segi strategis, Operasi Zitadelle Jerman telah gagal. Hitler pun mengakui dengan memerintahkan penghentian operasi pada 13 Juli. Sebagaimana ditegaskan oleh Hitler dalam perintah operasinya bahwa kemenangan di Kursk akan memberi sinyal pada dunia, sinyal itu pun memang telah diberikan.

Hanya saja yang memberikan bukanlah Jerman, melainkan Soviet. Inisiatif strategis peperangan di Ostfront, kini beralih dipegang oleh Soviet. Pelan tetapi dengan kecepatan yang kian bertambah, kontra-ofensif pihak Soviet segera terasa. Dalam tempo enam minggu Tentara Merah maju 160 km, sementara Jerman, baik di utara maupun selatan tonjolan Kursk semakin terdesak mundur. Kehebatan seorang Manstein pun akhirnya tak berdaya melawan tekanan Soviet, paling jauh hanyalah menunda-nunda kekalahan Jerman di Front Timur.

Operation Ranch Hand – Perang Vietnam

Ketika tiga pesawat angkut sedang Fairchild C-123B mendarat di lapangan terbang Tan Son Nhut pada 2 Januari 1962, tak banyak sambutan diberikan kepada sang komandan misi. Letkol Floyd D Sofner pun turun dengan wajah dingin.Ia tak membawa persenjataan lengkap seperti tentara lainnya. Tapi siapa sangka jika misi yang ia mainkan lebih menyeramkan dari sekedar menembaki para Viet Cong.

Antara 1962-1971 pesawat-pesawat itu telah membuang 19 juta galon herbisida pemusnah dedaunan di atas belantara Vietnam. Zat kimia tersebut disemprotkan dari udara untuk memusnakan tanaman pangan. Harapannya, jika dedaunan di belantara Vietnam luruh, jaringan jalan setapak dan kubu Viet Cong  akan lebih mjudah diluhat dari udara. Dengan musnahnya tanaman pangan, para gerilyawan juga akan lebiuh mudah dihabisi  karena tak mungkin berperang dalam kondisi lapar.

Dari 19 juta galon, 11 juta diantaranya adalah orange agent,zat kimia yang jauh berbahaya daripada hanya sekedar herbisida. Umumnya adalah campuran 2,4-D dan 2,4,5T. Tetapi selain itu juga ada larutan pemusnah lain yang ditambahkan ke dalamnya, diantaranya, picloram dan asam cacodylic, sejenis senyawa arsenik yang bisa menimbulkan efek kekeringan cepat pada dedaunan.

Vietnam sendiri bukanlah korban pertama.Militer Barat pernah menumpahkannya di Eropa, Jepang dan Malaysia.Maksudnya sama, yakni untuk merusak tempat persembunyian dan mematahkan perlawanan para gerilyawan. Penggunaan larutan kontroversial ini di Vietnam tak lepas dari keinginan Presiden Vietnam Ngo Din Diem. Pasalnya, ia ingin sekali menghabisi gerilyawan VC dan musuh-musuhnya yang berada di Vietnam Utara.

Celakanya, cairan yang amat beracun initidak hanya merusak.Orang-orang terkontaminasi terbukti juga banyak yang terkena imbas.Dalam waktu kontak berkepanjangan, mereka bisa mengalami gangguan fisik.Lewat penelitian terhadap 1.200 veteran AS yang terkait dalam Operasi Ranch Hand, ditemukan kjejak mengenaskan, meski tidak bisa secara langsung dikatakan sebagai efek langsung. Mereka mengidap soft-tissue sarcoma, non hodgin lympoma, hodgkin disease dan chloracne.

tak heran jika penggunaan larutan kimia ini memancing kritik dari berbagai pihak yang punya perhatian di bidang lingkungan hidup.Pemerintah Richrad Nixon sebenarnya pernah menekan penggunaannya pada 1969, namun militer AS tak sepenuhnya konsisten terhadap peringatan tersebut. Pada saat ketika peringatan itu dibuat sudah jutaan acre hutan dan tanaman pangan rusak akibat larutan ini.