Akrep 4×4 Special Attack / Defence Vehicle, Turki

Akrep (scorpion)

 

Akrep (kala jengking) merupakan kendaraan khusus 4×4 multifungsi baik digunakan sebagai kendaraan  serang / pertahanan, kendaraan ini dikembangkan dan diproduksi oleh Otokar, dikembangkan untuk angkatan bersenjata Turki. Kendaraan ini dirancang pada tahun 1990 dan memasuki tahap produksi pada tahun 1994.

 

Akrep dapat dioperasikan secara efektif dengan menyesuaikan penggunaan dan masa (siang hari atau malam hari dengan menggunakan night vision serta sistem bantuan lainnya). Akrep 4×4 yang memiliki kemampuan dan karakteristik kemudi taktis membuat kendaraan ini sangat efisien untuk beroperasi di segala kondisi medan.

Kendaraan itu dikembangkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan angkatan bersenjata. Saat ini kendaraan ini dioperasiokan oleh beberapa negara seperti angkatan bersenjata Turki, Pakistan, Maroko, Israel, Siprus Utara, Georgia, Amerika Serikat dan Irak.


Akrep ini mampu melakukan beberapa misi seperti perlindungan konvoi , serang ringan, pengawasan dan perlindungan daerah sensitif dan keamanan perbatasan. Kendaraan dapat digunakan untuk melayani kebutuhan misi spesifik lainnya sesuai keperluan pengguna.

Akrep 4×4 mempunyai senjata yang di instalkan di atas kendaran. Akrep membawa senapan mesin  7.62mm yag diopersaikan secara remot dari dalam stasiun opersai senjata.

Akrep dapat membawa 8 kru sekaligus, 6 tentara serta dua crew yang bertugas sebagai pengemudi dan pengendali sistem persenjataan. Akrep menawarkan perlindungan yang maximum terhadap kru dan penumpang dari berbagai ancaman peluru, mobility yang tinggi, serta perlindungan baja yang khas.

 

Iklan

Al-Zarrar Main Battle Tank

Al-Zarrar merukan tank jenis MBT yang dipakai oleh tentara pakistan, dikembangkan dan diproduksi oleh Pakistan’ Havy Industries Taxila (HIT).  Tank Al-Zarrar dikembangka, dibuat dan dimoderenisasi dengan merujuk pada tank china tipe MBT 59. berat tank mencapai 40 ton dan dapat menampung 4 orang kru.

Pengembagan Al-Zarrar dimulai pada tahun 1990. pakistan dilaporkan memesan sekitar 400 tank Al-Zarrar dimana sabanyak 80 tank telah diterima oleh kesatuan militer pakistan pada bulan februari 2004.

Pada tahun 2008 tentara bangladesh bergabung dengan pihak pakistan untuk ikut serta mengembangkan Al-Zarrar. Sekitar 300 tank akan di modernisasi dalam proyek tersebut, diman sebagian besar pengerjaannya akan dikerjakan oleh pihak bangladesh.

Al-Zarrar Main Battle Tank
DESAIN
Perusahan pembuat Al-Zarrar memodifikasi MBT tua type 59 sebanyak 54 unit. Modifikasi meliputi peningkatan persenjataan, balistic dan perlindungan Tank, sistem kontrol penembakan, pergerakan, dan GPS. Untuk sistem kontrol tembakan memiliki fitur pengisian semi automatik, stabilisasi gambar yang terkompuerisasi, serta imaging thermal untuk peperangan siang hari dan malam hari.


PERSENJATAAAN
persenjataannya meliputi meriam 125mm smoothbore, senapan berat anti pesawat 12.7mm tipe 54 yang diletakkan diatas turet yang akan memudahkan kru tank meakukan tembakan dari dalam tank. tank ini juga dipersenjatai dengan senapan mesin  caoxial 7.62mm.


PERLINDUNGAN
Tank dilwngkapi dengan LTS-1 sebagai sistem peringatan ancaman penjejakan oleh laser, alat ini berfungsi untuk mengingatkan para kru ketika tank telah menjadi target sasaran. selain itu tank ini dilengkapi dengan peluncur granat asap. tank ini juga dilengkap dengan sistem survival diman tank ni akan melakukan tembakan secara automatik untuk melindungi kru.


PERGERAKAN
Tank ini memiliki mesin dengan  kecepatan 520hp Power dengan sistem pendingin cair.mesin diesel 12 silinder dengan pengeluan mencapai 730hp. Torsi mesin bisa mencapai 305kgm pada puatran 1.300rpm-1400rpm. trek karet  dan modifikasi torsi tapak sistem suspensi memberikan kenyaman dan kestabilan pada kru. kecepatan maximum tank bisa mencapai 65km/h.

Pengangkut Personel Lapis Baja

Berkas:120-2048 IMG.JPG

Pengangkut personel lapis baja (bahasa Inggris: Armoured personnel carrier atau APC) adalah kendaraan tempur lapis baja yang dibuat untuk mentransportasikan infanteri di medan perang. APC biasanya hanya dipersenjatai senapan mesin, tapi varian-variannya bisa saja dipersenjatai meriam, peluru kendali anti-tank, atau mortir. Kendaraan ini sebenarnya tidak dirancang untuk melakukan pertarungan langsung, melainkan untuk membawa tentara secara aman dilindungi dari senjata ringan, dan pecahan-pecahan ledakan. APC bisa menggunakan roda biasa maupun roda rantai.

Berkas:QAMR vehicle.JPG

Sejarah

Pada Perang Dunia I, ketika tank dikembangkan, tank Mark V Inggris merupakan tank kecil yang memiliki ruangan kecil untuk membawa pasukan. Tank ini bisa dikatakan sebagai APC pertama. APC pertama yang dibuat khusus adalah Mark IX tahun 1918.

Berkas:Panser side left.JPG

Tank Tempur Utama atau Main Battle Tank (MBT)

Tank Tempur Utama atau Main Battle Tank (MBT) atau disebut juga tank tempur atau tank universal, adalah tank yang mengisi peran penembakan berat langsung (heavy direct fire) pada angkatan bersenjata modern. MBT dibuat untuk menggantikan peran tank ringan, medium, berat dan superberat. Pengembangannya terus belanjut sejak Perang Dingin dengan adanya pengembangan lapis baja komposit ringan. MBT sering dioperasikan untuk mendukung tank ringan di beberapa angkatan darat.

Saat ini, MBT menjadi komponen kunci angkatan darat modern.MBT jarang beroperasi sendirian, MBT beroperasi dengan dukungan kendaraan tempur infanteri dan MBT juga kadang didukung oleh pesawat intai maupun pesawat serang-darat.

Berkas:Leopard 2 A5 der Bundeswehr.jpg

Sejarah

Perang Dingin

Konsep tank medium secara perlahan berubah menjadi konsep MBT pada 1960an, setelah disadarii bahwa tank medium dapat membawa meriam (seperti meriam 90mm AS, 100mm Soviet, dan khususnya meriam L7 105mm Britania Raya) yang dapat menembus lapis baja praktis manapun dari jarak jauh. Konsep tank berat PD II, yang dipersenjatai dengan meriam dan lapis baja paling kuat, menjadi usang karena tank jenis ini menjadi sasaran empuk persenjataan musuh.Demikian juga tank ringan, PD II telah menunjukkan bahwa tank jenis ini tidak menjadi penting dalam berbagai peran, karena kecepatan bukanlah pengganti kekuatan lapis baja dan daya tembak/firepower.

Bertambahnya jenis senjata anti-tank dan dapat dirasakannya ancaman perang nuklir, membuat prioritas pengembangan pada lapis baja tambahan. Pengembangan lapis baja tambahan menuntut desain meriam yang lebih kuat.Ciri MBT adalah mempunyai persejataan seperti ranpur lain, sangat mobile dan mempunyai lapis baja yang baik. Selain itu, MBT juga cukup murah untuk dibuat dalam jumlah yang besar. MBT pertama Soviet adalah T-64 dan MBT AS pertama adalah M60 Patton.

Adopsi lapis baja MBT keramik dan semakin luasnya lapis baja di permukaan tank yang dibutuhkan untuk menahan serangan non-frontal dari helikopter serang juga menghasilkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi ledakan nuklir. Pada akhir 1970an, MBT telah diproduksi oleh Perancis, Jerman Barat, Britania Raya, India, Jepang, Uni Soviet, Swedia, Swiss dan Amerika Serikat.

Doktrin perang Uni Soviet sangat tergantung pada MBT. Sehingga pengembangan senjata lainnya membuat MBT ketinggalan jaman sehingga dapat membuat kemampuan tempur Uni Soviet hancur.Oleh karena itu Uni Soviet mengembangkan sistem meriam. Autoloader mekanis diperkenalkan untuk menggantikan loader manusia. Hal ini membuat ukuran turret diperkecil sehingga tank lebih sulit dilacak dan ditembak.Sistem misil juga ditambahkan untuk menambah jarak jangkau serang dan meningkatkan kemungkinan hancurnya tank musuh dengan sekali tembakan.

Berkas:T-72A tank on parade.jpg

Perang Teluk

Perang Teluk menegaskan kembali peran MBT, bahwa helikopter serang lebih unggul daripada MBT. Para ahli strategi menegaskan bahwa MBT telah ketinggalan jaman karena dapat dinetralkan oleh lapis baja milik Irak.

Peperangan asimetris

Pada 2005, sekitar 1.100 M1 Abrams digunakan oleh Angkatan Bersenjata AS saat Perang Irak. M1 Abrams terbukti sangat rentan terhadap bom jalanan/IED.  Sebuah ranjau didetonasi-jarak-jauh dengan penetrator eksplosif beberapa kali sukses melawan kendaraan lapis baja AS. Akan tetapi, dengan adanya upgrade pada lapis baja bagian belakang, M1 telah terbukti berguna pada peperangan kota. Pada Perang Fallujah, Marinir AS membawa dua brigade ekstra.Britania Raya mengirimkan tank Challenger 2 untuk mendukung operasi di Selatan Irak.

Negara seperti Israel mengurangi armada perang mereka dan melakukan pengadaan untuk model yang lebih canggih.Lapis baja canggih tidak meningkatkan survivabilitas tank, tetapi telah menurunkan tingkat kematian awak. Kupola tanpa awak yang disebut stasiun senjata berkendali jarak jauh meningkatkan survivabilitas awak. Tank eksperimen dengan turret tanpa awak meletakkan awak di dalam hull dengan lapis baja tebal meningkatkan survivabilitas awak dan mengurangi profil tank.

Keusangan tank telah ditegaskan dari waktu ke waktu, tetapi sejarah masa kini memperlihatkan bahwa MBT masih tetap dibutuhkan. Dengan teknologi, berat dan ukuran MBT modern berkurang.Dokumen militer Britania Raya dari 2001 telah mengindikasikan bahwa Angkatan Bersenjata Britania Raya tidak akan melakukan pengadaan tank sebagai pengganti Chalenger 2 karena kurangnya ancaman konvensional di masa yang akan datang.

Desain

Gambaran umum

1. Periskop
2. Mantel Meriam
3. Senapan Koaksial
4. Bore Evacuator
5. Meriam Utama
6. Optik Pengemudi
7. Palka Pengemudi
8. Plat Glasis
9. Rantai Tank
10. Amunisi Senapan Mesin
11. Senapan Mesin Komandan Tank
12. Kupola atau Palka
13. Turret Meriam
14. Cincin Turret
15. Hull
16. Intake udara mesin
17. Kompartemen mesin
18. Skirt Lapis Baja
19. Drive Sprocket
20. Pertautan Rantai
21. Roda Tank
M1 Abrams diagram num.svg

Countermeasur

Aslinya, kebanyakan MBT menggunakan lapis baja tradisional sebagai pelindung dari ancaman serangan musuh. Ketika berbagai ancaman baru bermunculan, sistem pertahanan yang dipakai MBT harus dikembangkan untuk mengantisipasinya. Salah satu pengembangan pertama adalah penggunaan Explosive Reactive Armor (ERA), yang dikembangkan oleh Israel pada 1980-an untuk melindungi tank dari hulu ledak shaped-charge milik misil kendali anti-tank modern dan yang lainnya seperti proyektil anti-tank berdaya ledak tinggi atau High-Explosive Anti-Tank (HEAT). Teknologi ini kemudian diadopsi dan berkembang ke AS dan Uni Soviet.

Lapis baja MBT dikonsentrasikan di bagian depan tank dan berlapis hingga tiga dengan ketebalan satu meter.

ERA dapat dipasang dengan cepat untuk meningkatkan survivabilitas tank. Tapi, detonasi blok ERA menghasilkan bahaya bagi pasukan infanteri pendukung di dekat tank. Lapis baja baru dikembangkan untuk mengatasi kekurangan ini. Lapis baja generasi baru Kontakt-5, yang dikembangkan oleh Soviet, mampu bertahan menghadapi serangan HEAT dan penetrator energi kinetik. Soviet juga mengembangkan sistem yang didesain lebih aktif untuk menetralkan ancaman proyektil musuh bahkan sebelum proyektil mencapai tank, dengan nama sistem Shtora dan Arena. AS juga telah mengadopsi teknologi serupa dalam bentuk Missile Countermeasure Device sebagai bagian dari Tank Urban Survival Kit yang digunakan pada Tank M1 Abrams yang beroperasi di Irak.

Pengembangan defensif lainnya fokus pada kekuatan bajanya sendiri. Pengembangan yang paling dikenal datang dari Britania Raya dengan lapis baja Chobham pada 1970an. Lapis baja ini pertama kali dipakai pada M1 Abrams dan kemudian Challenger 1. Chobham memakai kisi-kisi material komposit dan keramik bersama dengan campuran logam. Chobham terbukti sangat efektif saat konflik Irak di awal 1990an dan 2000an, karena banyak tank yang selamat dari akibat serangan granat berpeluncur roket dengan kerusakan tak berarti.

Berkas:DF-SC-82-07237.jpg

Persenjataan

MBT dilengkapi dengan meriam utama dan paling sedikit satu senapan mesin. Meriam utama MBT pada umumnya berkaliber 90 hingga 125 mm. Meriam utama ini berfungsi ganda, yaitu dapat digunakan untuk menembak target berlapis baja lain seperti tank dan perbentengan, serta untuk sasaran ringan seperti kendaraan ringan dan infanteri musuh.

Meriam tank dapat menembakkan amunisi anti-lapis-baja maupun anti-personil. Amunisi HEAT dan beberapa penetrator energi kinetik kecepatan tinggi seperti APFSDS (Armor-piercing fin stabilized discarding sabot) dibawa untuk keperluan anti-lapis-baja. Amunisi anti-personil seperi fragmentasi berdaya ledak tinggi mempunyai dua kegunaan. Biasanya MBT membawa sekitar 30-50 amunisi, dan dipisahkan antara amunisi HE, HEAT dan penetrator energi kinetik. Beberapa MBT juga dapat membawa amunisi asap dan fosfor-putih.

Tank modern menggunakan sistem kontrol penembakan canggih seperti pencari jarak, kontrol penembakan terkomputerisasi, dan stabiliser, yang didesain untuk menjaga kestabilan meriam walaupun badan tank berputar dan bergoncang, sehingga memudahkan operator untuk menembak dalam keadaan bergerak dan menghadapi target bergerak. Sistem meriam-misil merupakan sistem yang rumit dan cenderung mengecewakan bagi AS. Sehingga AS meninggalkan proyek meriam-misil seperti M60A2 dan MBT-70.Peran MBT harus berkompromi karena meningkatnya jarak tempur dan keakuratan penembakan tidak langsung (indirect fire).Meriam tank masih sangat bermanfaat pada pertempuran urban untuk menembak target dengan akurat dan dengan kerusakan kolateral minim.

Beberapa MBT dilengkapi dengan pengisi amunisi otomatis (autoloader) seperti Leclerc, atau T-64, T-72, T-80 dan T-90, milik Rusia. Dengan ini, awak berkurang menjadi 3 orang karena sistem pengisi amunisi otomatis membutuhkan sedikit ruang dibandingkan menggunakan pengisi manusia. Sehingga ukuran turret bisa berkurang. Autoloader dapat mengatasi masalah susahnya mengisi amunisi yang sering muncul pada tank dengan pengisi manusia.[21] Berkurangnya ukuran tank meningkatkan survivabilitas tank karena sukar ditembak.

Sebagai senjata sekunder, MBT biasanya menggunakan antara dua hingga empat senapan mesin untuk menyerang pasukan infantri dan kendaraan ringan musuh, pada umumnya senapan mesin sedang seperti FN MAG (termasuk versi Amerika Serikat, M240), PK, atau Rheinmetall MG3. Beberapa MBT juga menggunakan senapan mesin anti-pasawat kaliber besar, biasanya kaliber .50 (seperti M2 Browning atau DShK) yang dapat digunakan untuk melawan helikopter dan pesawat yang terbang rendah. Akan tetapi efektifitasnya rendah jika dibandingkan dengan artileri anti-pesawat khusus. Senapan mesin tank biasanya masing-masing emmpunyai amunisi sebanyak 500 dan 3000.

Berkas:Leclerc-IMG 1744.jpg

Mobilitas

MBT seperti model tank sebelumnya, bergerak dengan roda tapak (treads), yang memungkinkannya bergerak pada medan yang sulit seperti pasir dan lumpur. Roda tapak juga membuat tank dapat melalui sebagian besar rintangan. Akan tetapi penggunaan kendaraan yang menggunakan roda tapak tidak secepat roda. Kecepatan maksimum tank sekitar 65 km/jam (M1 Abrams 72 km/jam). Berat MBT yang esktrim (60-70 ton) juga membuat kecepatannya terbatas. MBT biasanya dilengkapi dengan mesin 1200-1500 tenaga kuda (lebih dari 25.000 cc), dengan jarak operasional mendekati 500 km. MBT juga dapat dibuat kedap air, sehingga membuatnya dapat melewati perairan dangkal (5 meter dengan snorkel).

Angkatan bersenjata Jerman memprioritaskan mobilitas pada Leopard 2, dan membuatnya menjadi MBT tercepat di dunia.

MBT bermasalah dengan jalan raya. Tread dapat merusak jalan setelah beberapa kali melewatinya. Banyak struktur seperti jembatan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menampung berat MBT. Pada saat Invasi Irak 2003, M1 Abrams yang berusaha menyeberangi jembatan untuk menghindari tembakan musuh, terjun ke sungai Eufrat setelah jembatan runtuh. Walaupun memiliki kemampuan offroad yang sangat bagus, MBT dapat menjadi amobil (tak dapat bergerak) ketika berada di lingkungan berlumpur.

Tingginya biaya MBT dapat disebabkan oleh sistem transmisi-mesin performa tinggi. Sistem propulsi juga tidak diproduksi dalam jumlah yang besar demi efisiensi.

Kelelahan awak membatasi jarak operasional MBT saat pertempuran. Mengurangi jumlah awak menjadi tiga dan memindahkan seluruh awak dari turret ke hull dapat memberikan waktu tidur awak, dengan sistem pembagian shift. Sistem shift ini membutuhkan awak yang serbabisa.[23] Pemakaian pesawat kargo juga digunakan untuk memindahkan MBT saat pertempuran jarak jauh. Ketidakhadirannya jumlah pesawat kargo strategis yang cukup dapat membatasi kecepatan penyebaran MBT. Pesawat yang dapat mengangkut MBT dengan mudah hanya C-5 Galaxy, Antonov An-22 dan Antonov An-124 yang jumlahnya semakin berkurang.

Para perencana militer memperkirakan kemampuan pengangkutan udara MBT tidak akan meningkat di masa yang akan datang.Hingga saat ini, belum ada helikopter yang mampu mengangkut MBT.Jalanan dan kereta api banyak digunakan untuk mengangkut MBT ke lokasi di dekat pertempuran, sehingga awak dan MBT dalam keadaan prima untuk bertempur.Dimana jalan yang dirawat dengan baik memungkinkan kendaraan pengangkut tank dapat digunakan.  Tugas berat untuk mensuplai kebutuhan MBT biasanya dilakukan dengan menggunakan truk-truk besar.

Berkas:Flickr - Israel Defense Forces - 188th Brigade Training Day, March 2008-cropped.jpg

Ruang Penyimpanan

MBT mempunyai ruang penyimpanan internal dan eksternal. Ruang internal digunakan untuk amunisi. Sementara eksternal untuk logistik, bahan bakar tambahan, dan keperluan personil.

Tank Merkava milik Israel dapat menampung awak yang telah dipindahkan dari kendaraan yang telah hancur di dalam kompartemen amunisinya.

Awak

Seleksi dan pelatihan awak MBT dilakukan secara tegas. Para awak harus melakukan tugasnya tanpa kesalahan dan dengan kompak sehingga komandan memilih tim dengan mempertimbangkan kepribadian dan bakat awak tersebut.[10]

Peran

MBT mengisi peran yang di sebut “tank universal” di Britania Raya, mengisi hampir seluruh peran di medan perang. Mereka awalnya didesain pada Perang Dingin untuk melawan MBT lain.Tank ringan, serta kendaraan tempur infanteri dan kendaraan tempur lapis baja ringan modern lainnya turut melengkapi dalam peran ekspedisi MBT dan dalam situasi di mana seluruh ancaman utama sudah dinetralkan. Dengan mengoperasikan MBT secara penuh pada peran ekpedisi semacam ini hanya akan mengurangi mobilitas dan menjadi pemborosan.

Pengintaian menggunakan MBT dilakukan pada daerah degan intensitas konflik tinggi, dimana pengintaian menggunakan tank ringan tidak cukup efektif karena kadang diperlukan “pertempuran” untuk memperoleh informasi.

Dalam peperangan asimetris, MBT diterjunkan dalam jumlah kecil tapi dengan konsentrasi tinggi. MBT hanya menembak target dalam jarak dekat dan membutuhkan dukungan semacam UAV untuk pertempuran jarak jauh.

MBT mempunyai karakteristik yang sangat bervariasi. Mempunyai MBT dengan variasi yang terlalu banyak dapat memberikan kesulitan dalam taktik, pelatihan, dukungan dan perawatan.

MBT mempunyai efek moral positif pada infantri pendukungnya. MBT juga memberikan ketakutan tersendiri untuk musuh, yang sering kali mendengar dan merasakan kedatangan MBT.

Berkas:T-90 Bhisma cropped.jpg

Kendaraan tempur lapis baja

Kendaraan tempur lapis baja (bahasa Inggris: armoured fighting vehicle, AFV) adalah kendaraan militer yang memiliki lapisan pelindung serta dipersenjatai dengan senjata api. Mayoritas kendaraan ini juga dirancang agar bisa berjalan pada medan yang sulit. Kendaraan tempur lapis baja diklasifikasikan menurut perannya serta karakteristiknya. Tapi klasifikasi ini tidak selalu sama; beberapa negara bisa mengklasifikasikan sebuah kendaraan secara berbeda dari negara lain, tergantung pemakaiannya.

Main Battle Tank

Main battle tank adalah kendaraan lapis baja, yang bergerak menggunakan roda tapak. Ciri utama MBT adalah pelindungnya yang biasanya adalah lapisan baja yang berat, senjatanya yang merupakan meriam besar, serta mobilitas yang tinggi untuk bergerak dengan lancar di segala medan. Meskipun tank adalah kendaraan yang mahal dan membutuhkan persediaan logistik yang banyak, tank adalah senjata paling tangguh dan serba-bisa pada medan perang modern, dikarenakan kemampuannya untuk menghancurkan target darat apapun, dan shock value-nya terhadap infanteri.

Berkas:Leo2A5.JPG

Pengangkut personel lapis baja

Pengangkut personel lapis baja (bahasa Inggris: Armoured personnel carrier atau APC) adalah kendaraan tempur lapis baja ringan yang dibuat untuk mentransportasikan infanteri di medan perang. APC biasanya hanya dipersenjatai senapan mesin, tapi varian-variannya bisa saja dipersenjatai meriam, peluru kendali anti-tank, atau mortir. Kendaraan ini sebenarnya tidak dirancang untuk melakukan pertarungan langsung, melainkan untuk membawa tentara secara aman dilindungi dari senjata ringan dan pecahan-pecahan ledakan. APC bisa menggunakan roda biasa maupun roda rantai.

Berkas:Btr-80 in Serbia.jpg

Kendaraan tempur infanteri

Kendaraan tempur infanteri (bahasa Inggris: Infantry fighting vehicle atau IFV) adalah pengangkut infanteri lapis baja yang memiliki persenjataan yang lebih berat, dan bisa digunakan untuk pertarungan langsung. Kendaraan ini memiliki lapisan pelindung yang lebih tebal dari pengangkut personel lapis baja, dan memiliki persenjataan yang bisa menghancurkan pengangkut personel lapis baja lawan, seperti meriam otomatis dan peluru kendali anti-tank.

Kendaraan seperti ini sudah dipakai untuk menggantikan peran tank ringan, digunakan untuk pengintaian, serta dipakai juga oleh satuan penerjun payung yang tidak mungkin membawa tank yang berat.

Berkas:1BFV01.jpg

panser

panser, disebut penghancur tank (bahasa Inggris: Tank destroyer), digunakan untuk memberikan dukungan melawan tank pada operasi bertahan atau mundur. Kendaraan ini bisa dipersenjatai meriam anti-tank atau peluru kendali anti-tank.

Penghancur tank ini tidak bisa menggantikan tank, karena penghancur tank tidak fleksibel seperti tank, karena antara lain kendaraan ini tidak memiliki perlindungan terhadap infanteri yang baik. Tetapi kendaraan ini lebih murah untuk diproduksi dan dirawat dibandingkan dengan tank.

Berkas:NM142 x 3.jpg

tank altileri

tank altileri adalah meriam artileri yang diberikan alat transportasi terintegrasi, yang bisa merupakan badan kendaraan lapis baja dengan roda rantai maupun roda biasa. Ini membuat tank artileri bisa berjalan dengan cepat, mengikuti kecepatan peperangan lapis baja, membuatnya bisa bergerak dan mencapai jarak jangkau dengan cepat, serta menghindari serangan artileri balasan dan serangan senjata ringan.

Meriam serbu adalah tank artileri yang fungsinya mendukung pasukan infanteri. Kendaraan ini biasanya dipersenjatai meriam otomatis yang bisa menembakkan peluru berdaya ledak tinggi, cocok untuk melawan tentara yang yang bersembunyi di parit atau pertahanan.

Berkas:M190 houwitser.png

Pasukan Kavaleri

Kavaleri berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Perancis chevalier yang berarti “kuda”. Awalnya istilah kavaleri mengacu kepada pasukan khusus berkuda, namun dalam perkembangan zaman, kavaleri bertempur dengan menggunakan kendaraan lapis baja. Pasukan kavaleri berperan sebagai satuan yang mampu bergerak cepat dan mobile sekaligus berfungsi sebagai penyerang pendadakan atau pendobrak yang akan membuka jalan bagi pasukan infanteri.selain itu pasukan kavaleri pada dulunya (zaman phalanx dan legion) juga dianggap sebagai pasukan elit yang mampu mendobrak baris pertahan musuh dengan cepat dan mematikan. sebab lain pada masa itu hanya kaum bangsawan, tuan tanah, dan para ksatria yang boleh dan mampu membeli kuda.

Dalam setiap perjuangan para panglima perang selalu mengusahakan keunggulan daya gerak untuk dapat memenangkan setiap pertempuran yang mereka hadapi. Orang-orang Yunani adalah yang mula pertama menyempurnakan tekhnik pertempuran dengan jalan menyusun kerja sama yang baik antara kesatuan-kesatuan yang memiliki daya gerak. Orang persia yang berperang melawan orang-orang Yunani ini mengusahakan keunggulan daya gerak dengan menggunakan kuda tetapi sayang sekali mereka kurang memiliki kerja sama dan disiplin yang baik seperti orang Yunani sehingga daya gerak yang mereka miliki tidak menghasilkan sesuatu yang maksimal. Iskandar Agung seorang panglima dari Macedonia menggunakan pasukan Kavaleri yang besar bagi kesatuannya sampai mencapai seperenam dari seluruh kekuatan yang ada. Dari kesatuan Kavalerinya yang besar itu, Iskandar Agung menggolongkan menjadi tiga bagian yaitu Kavaleri ringan, Kavaleri berat, dan infanteri di atas kuda. Selain itu Iskandar Agung telah pula berhasil menyempurnakan kerja sama antara kesatuan Infanteri dam Kavalerinya. Demikian juga halnya dengan panglima perang dari Asia yaitu Jengis Khan juga mengandalkan pasukan kavaleri berkuda untuk menaklukkan Eropa dan Afrika. Pada jaman itu satuan-satuan kavaleri dapat mempertahankan keunggulan yaitu dengan daya gerak yang tinggi serta kekebalan yang diperoleh anggotannya dengan cara memakai baju timah. Akan tetapi lambat laun dengan majunya tekhnik persenjataan dan diketemukansenapan-senapan mesin,kavaleri pada waktu itu berkurang kemampuannya sebab kekebalan yang dimilikinya sudah kurang berarti lagi. Sudah tentu dengan hilangnya kekebalan itu daya gerak yang dipunyai tidak dapat diharapkan untuk mencapai hasil yang maksimal. Penemuan-penemuan baru terhadap kekebalan senapan mesin belumlah muncul. Hal ini agak menyempitkan bidang gerak bagi kesatuan kavaleri.Mulai saat itu satuan kavaleri hanya digunakan untuk tugas-tugas pengintaian dan pengamanan. Kolonel B. Estiense dari Perancis berhasil menemukan suatu pendapat untuk mengatasi kemacetan pertempuran-pertempuran yang bersifat statis dengan jalan membuat kendaraan berlapis baja dan diberi persenjataan dan mampu masuk ke dalam medan. Di Inggris Winston Churchil yang pada waktu itu menjabat menteri Angkatan Laut mempelopori pembuatan kendaraan tempur tersebut, untuk merahasiakan sewaktu diangkut ke daratan Eropa.Benda yang sebenarnya adalah kendaraan tempur itu disebut “tank” agar disangka tangki air yang memang biasa disebut dengan sebutan itu. Mulai saat itulah berkembang kendaraan tempur yang sampai sekarang kita kenal dengan sebutan Tank. Kesempatan pertama untuk menunjukkan kemampuannya didapat oleh tank-tank kavaleri yang pada waktu itu hanya memiliki kecepatan 3,5 mil per jam. Dalam pertempuran di Somme tanggal 15 September 1916, 49 buah tank digunakan dalam pertempuran tersebut, 9 buah sampai di sasaran 5 menit sebelum kesatuan-kesatuan infanteri mencampainya, sedangkan tank-tank lainnya menderita kerusakan mesin sebelum terlibat dalam pertempuran. Dari penggunaan tank-tank dalam pertempuran ini hasil yang dicapai belumlah ada hanya kemunculan secara tiba-tiba di medan pertempuran berpengruh besar terhadap moril lawan menjadi menurun. Setahun setelah itu, tank mendapat kesempatan lagi untuk muncul dalam pertempuran di Cambrai tanggal 20 Nopember 1917. Pihak Perancis Cs menggunakan 381 buah tank dan berhasil menembus pertahanan Jerman yang telah 4 tahun dapat dipertahankannya, pada tanggal 12 September 1918 dapat dipatahkan di dalam pertempuran yang hanya 4 hari lamanya. Berlainan hanya dengan pertempuran di Pleissy-Chezille yang ternyata pada tanggal 31 Mei 1918, dalam pertempuran ini tank-tank membawa Infanteri dari jarak dekat. Setelah berakhirnya perang Dunia 1 kemajuan satuan-satuan tank atau yang kemudian dikenal sebagai kesatuan Kavaleri Mekanis di samping masih tetap adanya satuan-satuan kavaleri berkuda tidaklah pesat hal ini disebabkan oleh banyak hal serta berlainan pandangan doktrin satu Negara dengan Negara lain. Kemampuan dan keunggulan Kavaleri Mekanis sangat nampak serta menonjol pada permulaan pecahnya perang dunia 2 di masa Jerman Nazi dengan hebat melaksanakan Blitzkrieg, menggunakan kesatuan-kesatuan Kavaleri berlapis baja sebagai inti menjebol pertahanna lawan yang sudah lama dipersiapkan dengan cepat tanpa terlalu banyak memakan korban dan jauh lebih berhasil daripada apabila penerobosan itu dikerjakan oleh satuan-satuan Infanteri. Kavaleri Jerman yang telah modern pada masa itu baik dalam bentuk tehnik maupun taktiknya jauh lebih unggul dari Kavaleri lawannya. Dalam serbuannya terhadap Rusia misalnya. Jerman yang hanya menggunakan 2434 tank dapat menghancurkan 17.000 buah tank Rusia dari 20.000 buah tank yang dihadapi dengan hanya menderita korban 550 buah tanknya hancur. Selama perang dunia II kemajuan Kavaleri di semua negara berjalan dengan pesatnya baik dalam bidang tehnik, taktik maupun doktrinnya. Di samping itu hampir semua negara. Kavaleri Mekanis berkembang menggantikan satuan-satuan Kavaleri berkuda walaupun bukan berarti bahwa yang disebut terakhir dihapuskan sama sekali. Pada akhir perang dunia II kemajuan Kavaleri telah seperti apa yang terlihat sekarang, apa yang ada sekarang ini sudah beberapa langkah lebih maju dari masa itu. Bahkan sejak kerajaan-kerajaan jaman dahulu di Indonesia telah dikenal penggunaan daya gerak oleh bala tentaranya. Hal ini dapat dibuktikan dengan sejarah perang melawan penjajah Belanda misalnya Sultan Agung dari Mataram, Perang Diponegoro, perang di daerah Padang Sumatera Barat. Pada saat itu terdapat kesatuan-kesatuan berkuda untuk menghela beban Artileri. Sedangkan Tentara Belanda bertugas pokok menjamin kewibawaan pemerintahnya terhadap rakyat Indonesia dan digunakan untuk menindas pemberontakan-pemberontakan kemerdekaan. Sedangkan untuk menghadapi suatu serangan dari luar kurang menjadi perhatian karena hal itu akan memakan biaya besar. Di negara Belanda sendiri usaha ke arah pembentukan kesatuan Kavaleri Mekanis tidak ada karena politik pertahanannya bersandarkan pada politik netral. Hal itu adalah akibat dari pengalamannya selama Perang Dunia I, lagi pula pemimpin militernya bersifat kolot dan kurang memperhatikan kemajuan-kemajuan, sehingga di negeri Belanda sendiri tidak ada kesatuan tank sampai saat negeri Belanda diserbu tentara Jerman Barat. Sebelum tentara Jepang menyerbu Indonesia dalam Perang Dunia II, tentara Hindia Belanda telah mempunyai kesatuan kendaraan tempur meskipun jumlahnya sangat kecil. Kesatuan Infanteri bermotor menggunakan kendaraan panser mengangkut personil untuk pengamanan kota-kota besar, sedangkan kendaraan-kendaraan panser digunakan dalam hubungan dengan kesatuan Infanteri dan penempatannya tersebar di berbagai tempat di seluruh Indonesia, misalnya : – Di Karang Endah (Palembang) : Kekuatan 3 panser dengan 2 seksi Infanteri – Di Kendari (Sul. Tenggara) : Kekuatan 4 panser 20 regu Infanteri – Di Tarakan (Kal. Timur) : Kekuatan 7 panser dengan 1 Yon Infanteri – Di Balikpapan (Kaltim) : Kekuatan 3 panser dengan 1 Yon Infanteri – Di Samarinda (Kaltim) : Kekuatan 2 panser dengan 1 Kompi Infanteri Dalam periode tahun 1937 – 1938 tentara Belanda telah mengadakan percobaan penggunaan tank di medan Indonesia, jenis tank yang dicoba adalah tank ringan bersenjata hanya senapan mesin buatan Inggris yaitu Vickers Garden Loyd tahun 1934 dengan berat 4,3 ton. Setelah tidak dapat mendatangkan tarik dari Inggris maka dicoba membeli dari AS, yaitu tank ringan Marmon Herriengton dengan berat 7 ton bersenjatakan 2 senapan mesin, tetapi tank jenis ini datangnya ke Indonesia sangat terlambat yaitu dalam permulaan tahun 1942. Jadi sebelum siap, maka tentara Jepang telah mendarat di Pulau Jawa dalam bulan Maret 1942. Satu-satunya serangan kesatuan tank dalam Perang Dunia II di Indonesia ialah serangan kesatuan mobil tersebut di Subang yang gagal. Pada 1 Maret 1942 dari Bandung Kesatuan Mobil tersebut dengan diperkuat 1 baterai Artileri Gunung harus merebut kembali lapangan terbang Kalijati dengan melewati Subang. Kota Subang sendiri telah diduduki oleh 2 Yon Inf Jepang dengan diperkuat kesatuan Artileri lapangan. Tentara Jepang dalam seruannya selama penduduk di Indonesia dari tahun 1942 sampai Agustus 1945 menggunakan tanknya sendiri yang beratnya dari 3 sampai 14 ton, di antaranya adalah tank Kego dengan berat 10 ton, Chike dengan berat 12 ton dan Chih dengan berat 14 ton. Tetapi kesatuan-kesatuan tank Jepang selama Perang Dunia II tidak pernah mengalami pertempuran di Indonesia. Angkatan Darat sudah mulai timbul selama perang Kemerdekaan kemudian pada pertempuran di Surabaya sekitar Nopember 1945, beberapa pemuda Indonesia telah menggunakan beberapa panser hasil rampasan dari Jepang, Belanda dan Inggris, untuk melawan tentara sekutu. Walaupun kalah dalam pengalaman dan perlengkapan, namun para pemuda tersebut dengan semangat yang tinggi sempat memberikan perlawanan yang gagah berani terhadap tentara sekutu. Di antara para pemuda tersebut terdapatlah pemuda Subiantoro yang pernah menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri tahun 1964 – 1966 dan sekarang telah purnawirawan dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI. Bersamaan dengan berhasilnya bangsa Indonesia memaksa Belanda meninggalkan negara kita yang kita cintai ini, baik melalui meja perundingan maupun perlawanan fisik, Angkatan Darat menerima penyerahan kendaraan tempur ex Belanda. Penyerahan kendaraan tempur tersebut dilaksanakan pada akhir tahun 1949 di Palembang dan awal tahun 1950 di Pulau Jawa dan Medan. Pada tahun 1949 salah satu pasal dalam keputusan KMB di Den Haag pada tanggal 24 Agustus 1949 ditetapkan bahwa Pasukan-pasukan Belanda yang masih berada di RIS, akan ditarik kembali. Sedangkan anggota-anggotanya KNIL, KL yang berkebangsaan Indonesia dan setia pada RIS akan dilebur ke dalam APRIS dan material tentara Kerajaan Belanda akan diserah terimakan kepada TNI AD seperti Ran Pur Panser, Tank, dll. Akibat dari keputusan tersebut material Eskadron tentara Kerajaan Belanda yang berada di Jawa Tengah diserah terimakan kepada Panglima Divisi-III Territorium-IV Kolonel Gatot Subroto. Pada sekitar bulan Februari 1950 LTS A. HASAN S sebagai Kepala Bagian Kendaraan (Over Dracbt) pada staf Divisi Diponegoro mednapat tugas dari Panglima Divisi-III Kolonel Gatot Subroto untuk atas nama Panglima menerima material satuan Eskadron Tentara Kerajaan Belanda yang berupa Tank dan Panser yang berjumlah ± 5 Eskadron (300 – 450 buah Kendaraan Tempur). Kemudian menyusunnya menjadi Pasukan Berlapis Baja di Magelang. Sebagai realisasinya dalam rangka pembentukan Pasukan Berlapis Baja (PBB) Panglima Divisi III memerintahkan kepada : – Komandan Brigade 5/ Panembahan Senopati, – Komandan Brigade 7/ Sunan Muria, – Komandan Brigade 9/ Diponegara, dan – Komandan Brigade 10/ Mataram Untuk memberi kesempatan kepada anggotanya yang berminat menjadi anggota PBB. Setelah kira-kira terkumpul ± 20 personil, maka tepat pada tanggal 4 April 1950 Panglima Divisi-III memutuskan berdirinya Pasukan Berlapis Baja (PBB) yang dipimpin oleh LTS A. HASAN S sebagai Komandan nya yang pertama. Tanggal 4 April 1950 ditetapkan sebagai Hari Lahirnya YONKAV-2 INTAI/TG DAM VII/DIP. Yang selalu diperingati oleh setiap warga YON KAV-2 setiap tahunnya, dan merupakan BATALYON KAVALERI tertua di INDONESIA. Falsafah Kavaleri : – Organisasi yang kenyal – Daya tembak yang besar – Daya gerak yang tinggi – Daya kejut yang ampuh – Kerja sama yang erat.

Batalyon Kavaleri TNI

Batalyon Kavaleri (Yonkav) adalah batalyon pasukan kavaleri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Berbeda dengan Batalyon Infanteri, Batalyon Kavaleri tidak selalu terdiri dari 600-1000 personel. Ukuran Batalyon bagi Korps yang menggunakan Baret Hitam ini biasanya menggunakan jumlah kendaraan yang dimiliki, misal terdiri dari sekian tank atau sekian panser. Misalnya, pada Batalyon Kavaleri di lingkungan Kostrad, satu peleton kavaleri terdiri atas 3 tank Scorpion dan 1 tank Stormer APC. Lebih jauh, tiga peleton membentuk satu kompi, dan akhirnya tiga kompi membentuk satu batalyon.

Pembinaan Kesatuan Kavaleri berada dalam lingkup tugas Pussenkav (Pusat Kesenjataan Kaveleri) TNI AD yang bertugas menyelenggarakan Pembinaan Fungsi Kesenjataan Kavaleri, Pendidikan dan Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan serta Pengembangbiakan Kuda Militer dilingkungan Angkatan Darat dalam rangka pembinaan kemampuan dan kekuatan kesenjataan Kavaleri serta pembinaan satuan Kavaleri.

Di TNI-AD dan Korps Marinir, istilah kavaleri adalah semua hal yang menyangkut semua kendaraan berlapis baja, roda ban atau roda rantai baik yang bersenjata kanon ataupun tidak (misal kendaraan angkut personel). Meski demikian, Kavaleri TNI AD tetap memiliki satuan kavaleri berkuda yang tergabung dalam Detasemen Kavaleri Berkuda TNI AD yang berkedudukan di Parongpong, Bandung. Semboyan khas dari satuan Kavaleri TNI-AD adalah Tri Daya Cakti yang berarti daya gerak, daya tembak dan daya kejut.

Embrio kavaleri TNI AD sudah mulai tumbuh selama perang kemerdekaan. Diawali pada periode revolusi fisik 1945-1949, para pejuang Indonesia yang tergabung dalam Bala Keselamatan berhasil merampas kendaraan lapis baja tentara Belanda. Kendaraan-kendaraan tersebut akhirnya digunakan Badan Keamanan Rakyat (BKR) untuk menghadang sekutu yang melakukan pendaratan di Surabaya. Kavaleri Angkatan Darat dibentuk berdasarkan SK KASAD No 5/KSAD/Pntp/50 tanggal 9 Februari 1950 dengan komandannya yang pertama Letkol Kav RMS Soerjo Soejarso (1950-1957) lalu digantikan Letkol Kav RS Sadeli (1956-1958).

Persenjataan

Unsur persenjataan utama Yonkav ada dua macam, yaitu tank dan panser. Ada Yonkav yang persenjataannya khusus panser (Yonkav Panser) atau khusus tank saja (Yonkav Tank), atau gabungan antara keduanya (Yonkav Serbu). Contoh Yonkav yang persenjataannya hanya tank: Yonkav 1/Tank Kostrad. Sedang khusus panser, contohnya Yonkav 7/Panser Khusus Kodam Jaya. Contoh yang gabungan: Yonkav 9/Serbu (Kodam Jaya), Yonkav 4/Serbu (Kodam III/Siliwangi). Meski demikian, Yonkav yang berunsur gabungan panser dan tank adalah bentuk yang paling umum. Selain itu masih terdapat juga satuan kavaleri lain dalam bentuk kompi kavaleri yang berdiri sendiri atau juga dalam bentuk detasemen kavaleri di lingkungan TNI-AD.

 

Batalyon Kavaleri di Indonesia
No Nama Markas Keterangan Senjata
1 Yonkav 1/Tank Badak Ceta Cakti Cijantung Divif 1/Kostrad Tank
2 Yonkav 2/Tank Turangga Ceta Ambarawa, Semarang Kodam IV/Diponegoro Tank
3 Yonkav 3/Tank Andhaka Cakti Singosari, Malang Kodam V/Brawijaya Tank;
4 Yonkav 4/Tank Kijang Cakti Bandung Kodam III/Siliwangi Tank
5 Yonkav 5/Serbu Dwi Pangga Ceta Muara Enim, Sumatera Selatan Kodam II/Sriwijaya
6 Yonkav 6/Serbu Naga Karimata Medan Kodam I/Bukit Barisan tank & panser
7 Yonkav 7/Panser Khusus Pragosa Satya Cijantung Kodam Jaya Panser
8 Yonkav 8/Tank Narasinga Wiratama Beji, Pasuruan Divif 2/Kostrad
9 Yonkav 9/Serbu Cobra Serpong, Tangerang Selatan Kodam Jaya Tank dan Panser
10 Yonkav 10/Serbu Mendagiri Makassar Kodam VII/Wirabuana
11 Yonkav 11/Serbu Macan Setia Cakti Jantho, Aceh Besar Kodam Iskandar Muda
12 Yonkav 12/- Bulungan, Kalimantan Kodam VI/Tanjungpura

Kendaraan Taktis KOMODO

Sukses merancang kendaraan tempur jenis Panser Anoa 6X6, PT Pindad (Persero) kemudian mulai merancang kendaraan tempur ringan 4X4.

Pindad mulai merancang dan mengembangkan kendaraan tempur taktis mirip Humvee buatan Amerika Serikat (AS) sejak 2010. Dengan nama Komodo, kendaraan perang ini dirancang sangat modern nan lincah.

“Kalau kelas rantisnya seperti itu, baik rantis buatan Amerika atau Prancis, itu mirip-mirip. Secara ergonomis dan taktis, memang dibutuhkan dimensi seperti itu,” tutur Kepala Departemen Produksi II (Divisi Kendaraan Khusus), Hery Mochtady kepada detikFinance di Kantor Pusat Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4/2013).

Sementara itu, Direktur Utama Pindad, Adik Soedarsono menuturkan, lahirnnya Humvee versi Indonesia ini, bermula ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menantang Pindad. Presiden SBY, meminta Pindad untuk membuat kendaraan versi Humvee yang telah dibeli TNI dari Prancis.

“Kita sudah beli dari Prancis. Presiden bilang, Pindad bisa nggak bikin seperti ini. Kita bisa bikin dan kembangkan. Kita pakai komponen lokal kecuali drive line-nya. Dari mesin sampai putaran ke ban,” papar Adik.

Diakuinya, Komodo perang buatan Indonesia ini, mirip dengan Humvee buatan Amerika. Adik menjelaskan, Komodo perang versi Indonesia ini, dirancang dalam 7 varian.

Salah satu variannya ialah Battering Ram atau varian Pendobrak. Jenis ini, digunakan untuk pertempuran khusus dan aktivitas anti teror. Mobil yang dipesan secara khusus oleh Kopassus ini, mampu menabrak betok setebal 30cm dan dikendarai saat gelap karena menggunakan sistem kamera night vision.

Kendaaran ini juga, dilengkapi dengan peralatan elektronik dan komunikasi super canggih mendukung operasi khusus. Varian Komodo 4X4 antara lain: APC, Command, Recon, Ambulance, Battering Ram, Cannon Towing dan Rocket Launcher.

 

Sumber : http://finance.detik..com/read/2013/…991101mainnews