11 Main Batle Tank (MBT) terbaik

1. M1A1 Abrams (USA) :

M1 Abrams adalah generasi ketiga dari tank perang utama yang diproduksi oleh Amerika Serikat. Namanya diambil dari Jenderal Creighton Abrams, Kepala Staf dan Komandan Angkatan Perang Amerika Serikat di Vietnam pada 1968 hingga 1972. M1 memiliki persenjataan hebat, berlapis baja tebal, dan tank dengan mobilitas tinggi yang didesain untuk kendaraan tempur lapis baja. Keistimewaan yang dimiliki tank ini adalah mesin turbin gas (dengan bahan bakar JP8 jet fuel), mengadopsi lapisan baja komposit canggih, dan penyimpanan amunisi terpisah dalam kompartemen terpisah untuk keselamatan kru. Dengan berat mendekati 62 ton, M1 menjadi salah satu tank terberat yang masih digunakan.

Penggantian mesin turbin gas Honeywell AGT1500 pada tank M1A1 Abrams.
M1 Abrams memulai pengabdiannya pada 1980, menggantikan 105 mm meriam, M60 Patton MBT. M1 menjadi tank perang utama resmi Angkatan Darat Amerika Serikat dan Korps Marinir Amerika Serikat, dan tentara Mesir, Kuwait, Saudi Arabia, Australia, dan pada 2010 Irak.
Tiga versi yang telah diproduksi, M1, M1A1, dan M1A2, menggabungkan persenjataan yang semakin disempurnakan, perlindungan dan elektronika. Peningkatan ini sebagaimana peningkatan kemampuan secara periodik bagi tank tua sehingga mampu untuk tetap berada di garis depan. M1A3 masih dalam tahap pengembangan.

Spesifikasi

  • Berat :62.3 ton
  • Panjang : 3.204 kaki (976.58 m) (beserta moncong meriam)
  • Lebar : 12 kaki (3.66 m)
  • Tinggi : 8 kaki (2.44 m)
  • Awak : 4 (komandan, penembak, pengisi, pengemudi)
  • Tempur : Chobham, RH armor, steel encased depleted uranium (DU) mesh plating

Senjata

  • Utama : 105 mm L52 M68 rifled cannon (M1) 120 mm L44 M256 smoothbore cannon (M1A1, M1A2, M1A2SEP)42 rounds
  • Senjata pelengkap : 1 x .50-caliber (12.7 mm) M2HB 900 rounds heavy machine gun 2 x 7.62 mm (.308) M240 machine guns (1 pintle-mounted, 1 coaxial)

Mobilitas

  • Jenis Mesin ; Honeywell AGT1500C multi-fuel turbine engine 1,500 shp (1,120 kW)
  • Daya kuda/ton : 24.5 hp/metrik ton
  • Transmisi : Allison DDA X-1100-3B
  • Suspensi : Torsion bar
  • Ground clearance : 048 m (157 ft 6 in) (M1, M1A1) 043 m (140 kaki) (M1A2)
  • Kapasitas tangki : 500 galon AS (Templat:Convert/l impgal)
  • Daya jelajah : 300 mi (479.24 km)
  • Jarak tempuh M1 : 501.24 km (313 mi), M1A1: 523.24 km (327 mi), M1A2: 545.24 km (341 mi)
  • Dengan sistem NBC : 355 mi (567.24 km)
  • Kecepatan : 45 mph (72 km/h) (Jalan raya)
  • Off-road : 33 mph (52.8 km/h)
2. Challenger 2 (UK) :

Challenger 2 adalah tank utama (bahasa Inggris: main battle tank) atau MBT yang diproduksi oleh Inggris (Britania Raya}. Rancangan dan produksi dilaksanakan oleh perusahaan sistem pertahanan Inggris Vickers Defence Systems, sekarang dikenal dengan nama BAE Systems Land and Armaments. Perusahaan tersebut mengiklankan tank baja ini sebagai, “Tank tempur utama paling handal di dunia”.[1]. Ironisnya pada bulan Januari 2008, 2 (dua) buah tank tempur ini rusak parah dalam sebuah pertempuran, dan sebuah lagi hancur pada sebuah insiden tembakan persahabatan dari tank tempur yang sejenis.
Tank tempur Challenger 2 adalah disain ulang perluasan dari tipe pertamanya, yaitu tank Challenger 1.

Tank Challenger 2 ini masih menggunakan bentuk dasar lambung dari tank pemulanya, demikian juga pada bagian-bagian otomotif-nya, namun selain daripada itu semua adalah baru. Maka tank Challenger 2 resmi menggantikan Challenger 1 menjadi Tank Tempur Utama (MTB) tentara Kerajaan Inggris hingga dewasa ini. Tank ini diketahui pula dipakai oleh tentara Kerajaan Oman. Kendaraan militer ini terlihat beroperasi di Bosnia – Herzegovina, Kosovo dan Irak. Semasa Perang Teluk 2003 Tank tempur Challenger 2 tidak mengalami kekalahan dari tembakan pihak musuh. Dalam suatu penyerbuan, sebuah tank Challenger 2 dapat bertahan dari 14 kali tembakan yang berasal dari senjata pelontar granat musuh dan sebuah peluru kendali anti tank “MILAN”

Karakteristik

  • Awak :4 orang
  • Panjang : 8.3 m
  • Lebar : 3.5 m
  • Tinggi : 3.04 m
  • Berat : 62.5 ton

Perlindungan dan Persenjataan

  • Ketebalan : Chobham (Dirahasiakan)
  • Senjata utama : Meriam L30A1 kaliber 120mm dengan 52 putaran
  • Senjata Pelengkap : Senapan mesin L94A1 EX-34 kaliber 7.62 mm, Senapan mesin L37A2 kaliber 7.62 mm “Snapan mesin Commander’s cupola”,

Mobilitas

  • Mesin : Perkins Engines CV-12 Diesel (1200 dk (895 kW))
  • Suspensi : hydropneumatic (Hydrogas)
  • Kecepatan : 59 km/j (37 mph)
  • Tenaga/Berat : 19.2 dk/ton
  • Daya jelajah : 450 km (279 mi)
3. Al-Khalid (Pakistan) :

Al-Khalid (atau menggunakan nama MBT-2000 di pasaran antarabangsa) adalah sebuah Tank utama modern yang dibangunkan dan dikeluarkan oleh Pakistan untuk kegunaan Tentera Darat Pakistan. Al-Khalid dilengkapkan dengan sistem kawalan tembakan modern yang diintegrasikan dengan peralatan penglihatan malam Al Khalid dapat menembak berbagai jenis peluru anti tank kebal dan peluru berpandu anti tank kebal dengan tepat. Tank ini diberikan nama Al-Khalid yang menggambarkan seorang legenda jenderal Islam, Khalid bin al-Walid.

Tank lapis baja sudah melengkapi Tentera Darat Pakistan pada tahun 2001. Keseluruhannya, sejumlah kira-kira 600 buah tank  dirancang akan diperoleh oleh Tentera Darat Pakistan.

Spesifikasi (Al-Khalid )

  • Berat : 47 ton
  • Panjang : 10.07 m
  • Lebar : 3.50 m
  • Tinggi : 2.40 m
  • Awak : 3 Orang
  • Armor : Armor komposit, RHA, ERA
  • Senjata utama : Meriam 125 mm, 39 butir peluru
  • Senjata kedua : Senjata Mesin 7.62 mm, 3000 butir, Senjata mesin anti pesawat 12.7 mm, 500 butir
  • MEsin : diesel KMDB 6TD-2, 6-silinder 1,200 hp (895 kW)
  • Power/Berat : 26.7 hp/tan
  • Transmisi : SESM ESM500 5 Perceptan Aitomatis Sistem
  • Suspensi : Torsion bars, hydraulic dampers
  • Jarak operasi : 450 km (jarak tempur)
  • Kelajuan : 72 km/h

 

4. T-90 (Russia) :

GPO Uralvagonzavod T-90 adalah Tank tempur utama rancangan Russia yang dikempabangkan dari T-72, dan sampai saat ini menjadi tank paling modern di angkatan darat dan marinir Rusia. Saat ini tank ini juga dioperasikan beberapa negara lain, terutama India. Sebagai penerus dari T-72BM, T-90 menggunakan senjata dan 1G46 gunner sight dari T-80U, sebuah mesin baru, dan pengindera panas . Peralatan pelindung termasuk pelindung ledak reaktif Kontakt-5, laser warning receiver, pembangkit gelombang elektromagnetik EMT-7 untuk menghancurkan ranjau elektromagnetik dan Shtorasistem pengacau rudal anti tank kendali infra merah.

Spesifikasi

  • Berat : 46.5 ton
  • Panjang : 9.53 m (31.27 ft)
  • Lebar : 3.78 m (9.12 ft)
  • Tinggi : 2.22 m (7.28 ft)
  • Awak : 3 orang
5. Leclerc (France) :

The Leclerc AMX-56, umumnya dikenal sebagai Leclerc, adalah tank tempur utama (MBT) dibangun oleh Nexter Perancis. Itu dinamai untuk menghormati Jenderal Philippe Leclerc de Hauteclocque yang memimpin Divisi Kendaran Lapis Baja menuju Paris sementara di komando Divisi lapis baja Perancis Merdeka 2 (2ème DB) dalam Perang Dunia II.

Leclerc sudah dalam pelayanan dengan Angkatan Darat Perancis dan tentara dari Uni Emirat Arab. Dalam produksi sejak tahun 1991, yang Leclerc memasuki layanan Perancis pada tahun 1992, mengganti AMX terhormat 30 sebagai platform utama lapis baja negara itu. Dengan produksi sekarang lengkap, Angkatan Darat Perancis memiliki total 406 Leclercs dan Uni Emirat Arab Angkatan Darat memiliki 388. Harga saat ini di 2011 adalah 9.300.000 €.

Spesifikasi

  • Berat : 54,5 ton
  • Panjang : 9,87 m (6.88 tanpa senjata)
  • Lebar : 3.71 m
  • Tinggi : 2.53 m
  • Awak : 3 (Komandan, penembak, pengemudi)
  • Armour :  SXXI versi termasuk titanium, tungsten dan NERA (ERA blok dan baju besi Slat dalam versi “AZUR Leclerc”)
  • Persenjataan Utama : GIAT CN120-26/52, tangki senjata 120mm 40 putaran (1 putaran siap api di ruangan itu, 22 putaran dalam majalah autoloader dengan tambahan 18 putaran di chasis)
  • Persenjataan Sekunder :  12,7 mm koaksial M2HB senapan mesin : 1.100 putaran 7.62mm senapan mesin 3.000 putaran
  • Mesin : 8-silinder diesel SACM (Wartsila) 1.500 hp (1.100 kW)
  • Daya / berat : 27.52 hp / ton
  • Transmisi Automatic : SESM ESM500
  • suspensi: hydropneumatic operasional
  • Jarak Operasional : 550 km, 650 km (400 mil dengan bahan bakar eksternal
  • Kecepatan : 72 km / h (45 mph)

 

6. Leopard 2 (Germany) :

Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970-an dan mulai digunakan pada 1979. Leopard 2 menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman. Beragam versi telah digunakan oleh Angkatan Darat Jerman dan di 12 negara Eropa lainnya, beberapa dari luar Eropa. Lebih dari 3,480 Leopard 2 telah diproduksi. Leopard 2 pertama kali digunakan Angkatan Darat Jerman pada Perang Kosovo serta pasukan Kanada dan Denmark yang tergabung dalam ISAF di medan tempur Afghanistan.

Ada dua pengembangan utama pada tank ini, dari model pertama hingga Leopard 2A4 yang memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja dan model yang lebih maju Leopard 2A5 serta versi yang lebih baru lagi, yang memiliki kubah tembak menyudut seperti anak panah dengan appliqué armour serta beberapa pengembangan lainnya. Seluruh model dilengkapi dengan sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder Laser, meriam utama 120 mm dengan kestabilan tinggi, senapan mesin koaksial, serta perlengkapan untuk melihat dan membidik dalam kegelapan night vision yang lebih maju (Leopard adalah kendaraan tempur pertama yang menggunakan alat pembidik low-light level TV system atau LLLTV; sementara thermal imaging baru diperkenalkan setelah itu). Tank ini memiliki kemampuan untuk bertempur menghadapi sasaran bergerak walaupun melewati medan yang sangat sulit dan tidak rata. Varian yang aktif antara lain 2A4, 2A5, 2A6, dan 2A7 (paling baru). Banyak Leopard 2 yang diupgrade untuk memperpanjang masa tugasnya dan memperkuat persenjataanya, umumnya ke varian 2A5 dan 2A6.

Spesifikasi

  • Berat: 62,3 ton
  • Panjang : 997 m (39,300 in) (total)
  • Lebar : 375 m (14,800 in)
  • Tinggi : 30 m (1,200 in)
  • Awak : 4 Orang
  • Armor : Komposit Generasi Ke-3; termasuk baja yang diperkeras, tungsten dan plastic filler dengan komponen keramik.
  • Senjata utama : 1 x 120 mm Rheinmetall L55 smoothbore gun. 42 rounds
  • Senjata pelengkap : 2 x 7.62 mm MG3A1 4,750 rounds
  • Jenis Mesin : MTU MB 873 Ka-501 liquid-cooled V-12 Twin-turbo mesin diesel 1.500 PS (1,479 hp, 1,103 kW) pada 2600 rpm
  • Daya kuda/ton : Templat:Convert/PS/t
  • Transmisi : Renk HSWL 354
  • Suspensi : Torsion-bar suspension
  • Kapasitas tangki : 1.200 liter
  • Daya jelajah : 550 km (340 mil) (bahan bakar internal)
  • Kecepatan : 72 km/j (45 mph)

 

7. Merkava ( Israel) :

The Merkava merupakan tank tempur utama yang digunakan oleh Angkatan Pertahanan Israel. Tank ini mulai buat di tahun 1973 dan memasuki layanan resmi pada tahun 1978. Empat versi utama dari Tank ini telah dikerahkan. Ini pertama kali digunakan secara ekstensif dalam tahun 1982 Perang Libanon. Nama “Merkava” berasal dari nama program awal IDF pembangunan.

Hal ini dirancang untuk perbaikan yang cepat dari kerusakan pertempuran, bertahan hidup, efektivitas biaya dan kemampuan off-road. Mengikuti model kontemporer self-propelled howitzer, majelis menara terletak dekat bagian belakang daripada di kebanyakan tank tempur utama. Dengan mesin di depan, tata letak ini memberikan perlindungan tambahan terhadap serangan frontal, terutama untuk personil dalam lambung utama, seperti pengemudi. Hal ini juga menciptakan lebih banyak ruang di bagian belakang tangki yang memungkinkan peningkatan kapasitas penyimpanan, serta pintu belakang ke kompartemen kru utama yang memungkinkan akses mudah di bawah tembakan musuh. Hal ini memungkinkan tangki untuk digunakan sebagai platform untuk disembarkasi medis, perintah maju dan stasiun kontrol, dan pengangkut personel lapis baja. Clamshell-gaya pintu belakang itu pintu memberikan perlindungan overhead ketika off-dan-pemuatan kargo dan personil.

Spesifikasi

  • Berat : 65 ton (140.000 pon)
  • Panjang : 9,04 m/29.7 ft (termasuk laras senapan) 7.60 m/24.9 ft (tidak termasuk laras senapan)
  • Lebar : 3,72 m/12.2 ft (tidak termasuk rok)
  • Tinggi : 2,66 m/8.7 ft (ke atap menara)
  • Awak : 4 awak (komandan, pengemudi, penembak, dan loader)
  • Penumpang : 10 penumpang
  • Armor : Baris komposit /desain modular armor miring.
  • Persenjataan Utama : 120 mm (4,7 in) MG253 smoothbore pistol, mampu menembakkan Lahat ATGM
  • Persenjataan Sekunder : 1 × 12,7 mm (0,50 in) MG 2 × 7,62 mm (0,300 in) MG 1 × 60 mm (2,4 in) mortar internal yang
  • 12 granat asap
  • Mesin : 1.500 hp (1.119 kW) mesin diesel turbocharged
  • Power / berat : 23 hp / ton
  • Kapasitas muatan : 48 putaran
  • Transmisi : Renk RK 325
  • Suspensi : spiral pegas
  • Ground clearance : 0,45 m (1,5 ft)
  • Kapasitas bahan bakar : 1.400 liter
  • operasional
  • kisaran 500 km (310 mil)
  • Kecepatan 64 km / h (40 mph) di jalan
  • 55 km / h (34 mph) dari jalan

 

8. CI Ariete (Italy) :

The Ariete C1 adalah tank tempur utama Angkatan Darat Italia, dikembangkan oleh konsorsium yang dibentuk oleh Iveco-Fiat dan Oto Melara (alias CIO, Consorzio Iveco Oto Melara). Sasis dan mesin yang diproduksi oleh Iveco, sedangkan sistem menara dan api-kontrol diproduksi oleh Oto Melara. Kendaraan membawa sistem optik dan digital-imaging dan api-kontrol terbaru, memungkinkan untuk melawan siang dan malam dan api bergerak. Pengiriman pertama adalah pada tahun 1995, dan yang terakhir terjadi 8 tahun kemudian di agustus 2002.

Spesifikasi

  • Berat : 54 ton (59,52 ton)
  • Panjang : 9.67 m (31.73 ft) (7.59 [24,9] tanpa gun)
  • Lebar : 3.42 m (11,22 ft)
  • Tinggi : 2.50 m (8,2 kaki)
  • Awak : 4 awak
  • Armor : Baja / komposit campuran
  • Persenjataan Utama : 120mm L44 smoothbore tank gun
  • 42 putaran (15 putaran dalam majalah turret dengan tambahan 27 putaran di chasis)
  • Persenjataan Sekunder :  7.62mm senapan mesin koaksial, 7.62mm AA senapan mesin 2.500 putaran
  • Mesin V-12 turbocharged diesel FIAT MTCA 1.600 hp
  • Power / berat : 29 hp / ton
  • Suspensi : torsion-bar

Operasional

  • kisaran 550 km (341,8 mil)
  • Kecepatan 65 km / h (40,4 mph)

 

9. T-84 (Ukraine) :

T-84 adalah tank tempur utama Ukraina, merupakan pengembangan dari tangki-80 T pertempuran Soviet utama. Ini pertama kali dibangun pada tahun 1994 dan mulai beroperasi pada Angkatan Bersenjata Ukraina pada tahun 1999. The T-84 didasarkan pada versi diesel bermesin T-80, T-80UD. Tinggi performa mesin yang membuatnya menjadi salah satu MBTS tercepat di dunia, dengan rasio power-to-weight sekitar 26 tenaga kuda per ton (19 kW / t). The Oplot T-84 merupakan versi lanjutan yang menggabungkan kompartemen amunisi lapis baja dalam menara baru, sepuluh dari layanan Ukraina masuk pada tahun 2001. T-84-120 Yatagan adalah model prototipe ditujukan untuk ekspor, pemasangan pistol 120 mm mampu menembak amunisi standar NATO dan peluru kendali.

Spesifikasi

  • Berat : 46 ton
  • Panjang : 7,086 m (23 ft 3 in)
  • Lebar : 3,775 m (12 ft 5 in)
  • Tinggi : 2,215 m (7 ft 3 in)
  • Awak : 3 Awak
  • Elevation +13 °, -6 °
  • Armor : Baja, komposit, ERA
  • Persenjataan Utama : KBA-3 125 mm smoothbore pistol (43 rds)
  • persenjataan Sekunder : 7,62 mm gun KT-7.62 koaksial mesin 12,7 mm KT-12.7 anti-pesawat senapan mesin
  • Mesin ; KMDB 6TD-2 6-silinder diesel 1.200 hp (890 kW)
  • Power / berat\ : 26 hp / ton
  • Suspensi : Torsi-bar, peredam hidrolik
  • Ground clearance : 0,515 m (1 ft 8,3 in)
  • Kapasitas bahan bakar : 1.300 l (290 imp gal, 340 US gal)

Operasional

  • kisaran 540 km (340 mil)
  • Kecepatan 65 km / h (40 mph) – 70 km / h (43 mph)

 

10. Type 99 ( China) :

Tipe 99, juga dikenal sebagai ZTZ-99 dan WZ-123, yang dikembangkan dari 98g Type (pada gilirannya, merupakan pengembangan dari tipe 98), adalah generasi utama ketiga battle tank (MBT) menerjunkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China. Hal ini dilakukan untuk bersaing dengan tank modern lainnya. Meskipun tidak diharapkan akan diperoleh dalam jumlah besar karena biaya tinggi dibandingkan dengan tipe lebih ekonomis 96, saat ini merupakan MBT paling maju menerjunkan oleh China. The ZTZ-99 MBT adalah penerus tangki Type 98g diproduksi untuk Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Spesifikasi

  • Berat : 54 ton untuk Jenis-99G , 57 ton untuk Type-99A1, 58 ton untuk Type-99A2
  • Panjang : 11,0 m
  • Lebar : 3,5 m
  • Tinggi : 2.37 m
  • Awak : 3 (4 awalnya didasarkan pada 98 prototipe Type tanpa autoloader)
  • Armor : Al2O3, ERA, komposit, dengan laser dazzler, lembut membunuh sistem pertahanan, keras membunuh sistem pertahanan
  • Persenjataan Utama ; 125 mm smoothbore tank gun, L/51 kompatibel dengan Cina 140 mm senjata atau 155 mm untuk tipe 99KM
  • Persenjataan sekunder : Tipe 85 senapan mesin berat 12.7×108 mesin mm komandan pistol, senapan mesin 7,62 mm koaksial
  • Mesin : liquid-cooled diesel 1.500 hp (1.100 kW), 2.100 hp untuk 99KM Type
  • Daya / berat : 27,8 hp / ton, 28 hp / ton untuk Type 99KM
  • Suspensi :  torsion bar

Operasional

  • kisaran 600 km (373 mil)
  • Kecepatan 80 km / h (50 mph)

 

11. Arjun Main Battle Tank (India)

Arjun  adalah nama untuk MBT buatan india ini, diambil dari sebuah nama pangeran dalam cerita epic Mahabrata. MBT ini dikembangkan oleh DRDO untuk militer India.  Pada bulan maret tahun 2000 telah memesan sebanyak 124 tank. pengiriman pertama sebanyak lima tank telah dihantar kepada militer india pada bulan agustus 2004, hingga bulan mei 20049 militer India telah menerima sebanyak 45 buah tank.

Pada bulan marert hingga April 2010 militer india telah melakukan uji coba terhadap MBT ini . Melakukana uji coba dengan melakukan perbandingan kemampuan manuver MBTI ini dengan MBT T-90 buatan Rusia yang bertempat di padang pasir rajastan dengan hasil yang memuaskan dimana kemampuan manuvenya lbih baik dripada T-9o.

Iklan

Type 90 Kyū-maru, MBT (main battle tank) dari Jepang

MBT (main battle tank) Type 90 Kyū-maru merupakan produksi gabungan dari beberapa industri Jepang yang diantaranya adalah : Japan Steel Works, Daikin Industries, Mitsubishi Electric Corporation, Fujitsu Company dan NEC Corporation, semua perusahaan tersebut dibawah satu komando perusahaan raksasa Mitsubishi Heavy Industries yang bertindak sebagai kontraktor utama yang mendapat order langsung dari TRDI (Japan Defence Agency’s Technology Research and Development Institute).

 

Proses desain dari tank type 90 ini sudah dimulai sejak tahun 1976 hingga 1977, dan mulai masuk tahap purwarupa pada tahun 1980. Pada masa purwarupa tank type 90 menggunakan meriam utama 120 mm asli produksi dari Japan Steel Works, hingga masa uji coba yang berlangsung dari tahun 1982 sampai dengan tahun 1986. Dan pada tahun 1986 dan sampai saat uji coba selesai dan kemudian dilanjut dengan tahap produksi meriam utama 120 mm digantikan dengan Rheinmetall 120 mm smoothbore yang di lisensi oleh Japan Steel Works, selain meriam beberapa bagian juga ikut di sempurnakan termasuk; turet dan lapisan keramik pada bodi tank type 90.
Selain meriam Rheinmetall 120 mm smoothbore tank ini juga dilengkapi dengan senapan mesin 12.7 mm M2HB sebanyak 1.500 round dan senapan mesin type 74 sebanyak 2.000 round. Dengan mesin diesel 21.500 cc type 10ZG 10-cylinder produksi Mitsubishi, MBT Type 90 dapat berlari hingga 70 km/jam dengan jarak jelajah hingga 350 km, tank yang memiliki berat total 50.2 ton ini sejak di produksi secara resmi tahun 1989 hingga saat ini mempunyai populasi sebanyak 330 hingga 340 unit, tentunya semua tank tersebut hanya di operasikan oleh (JGSDF) Japan Ground Self-Defense Force alias angkatan darat Jepang.

CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie/ Truk pembawa sistem artileri)

Langkah Nexter yang berani menyematkan nama diktator-kaisar Romawi paling terkenal sepanjang masa untuk sebuah alutsista artileri swagerak yang merupakan rajanya pertempuran sudah tentu dilandasi oleh alasan yang sangat kuat.

CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie/ Truk pembawa sistem artileri) merupakan alutsista howitzer swagerak terbaru lansiran pabrikan Perancis, Nexter. Modal utama berupa meriam howitzer 155/52mm TRF1 digendong oleh truk Renault Defense Sherpa 5 berpenggerak 6×6. Meriam TRF1 memang sudah dikenal andal dan memenuhi standar NATO yang mewajibkan volume chamber 23l, sehingga diperkirakan negara pembelinya tidak akan mengeluarkan biaya konversi besar jika dibandingkan bila mengakuisisi sistem baru yang belum teruji seperti Bofors ARCHER yang volume chambernya 25l.

Jika dilihat sepintas, bagi Perancis sistem yang mulai didesain pada 1994 dan selesai diracik pada 2006 ini seperti langkah mundur. Kenapa? Karena sebelumnya Perancis memiliki artileri swagerak berpenggerak rantai berbasis tank, AMX-13 mk F3, yang proteksi krunya tentu lebih baik. Akan tetapi, Nexter ternyata punya alasan lain. Dengan format seperti CAESAR, sista ini bisa muat masuk ke dalam pesawat transport kuda beban banyak negara di dunia, C-130H Hercules. Bila terpaksa, helikopter gambot sekelas CH-53E pun bisa didapuk membawa CESAR yang bobot totalnya hanya 18,5 ton. Ini tentu bisa jadi iming-iming menggiurkan bagi banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, yang kemampuan transpor taktisnya sangat terbatas. Terlebih lagi, CAESAR adalah system yang self-sufficient. Dibanding mk F3 yang digantikannya, 6 kru yang dibutuhkan untuk mengoperasikan CAESAR bisa diakomodasi dalam kabinnya yang sudah dilengkapi fitur proteksi Nubika dan berlapis baja yang mampu menahan impak peluru 7,62mm dan pecahan mortir 80mm.

The CAESAR has it all

Diluar dimensinya yang pas untuk digelar secara cepat, CAESAR memiliki segalanya untuk beroperasi secara mandiri. Ini berarti meriam, kru, dan munisi bisa dibawa dalam satu unit sehingga bisa digelar dengan cepat. Truk Sherpa 5 sebagai platform pembawa sudah dimodifikasi secara khusus dengan perkuatan sasis, dan bahkan fitur yang biasanya ada di ranpur beroda yaitu CTIS (Central Tire Inflation Systems) untuk mengatur tekanan ban dari dalam kabin juga disematkan, sehingga CAESAR bisa berjalan di segala medan tanpa hambatan. Dengan dukungan sistem hidrolik khusus, CAESAR bisa digelar hanya dalam 30 detik, dan siap tembak waktu kurang dari 10 menit. Waktu ini cukup untuk menaikkan meriam howitzer sesuai elevasi yang ditentukan, menurunkan dua pasak tumpuan yang ada di belakang, dan menentukan fire solution. Sistem pemuatan munisi pada CAESAR sudah mengaplikasikan sistem otomatis ala revolver, pengisi tinggal menaruh proyektil ke rak, dan pengisi akan memasukkannya langsung ke dalam kamar peluru. Yang perlu dilakukan secara manual adalah memasang charges yang harus dimasukkan setelah proyektil terpasang di kamar peluru. CAESAR sudah mengaplikasikan sistem munisi tanpa kelongsong (caseless) sehingga bobot munisi yang dibawa lebih ringan dan tentu saja ramah lingkungan.

 

Bila proyektil sudah masuk, pemimpin regu tembak tinggal membuka komputer penembakan dengan layar sentuh yang letaknya ada di sebelah kiri, yang dalam keadaan tertutup terlindung dalam boks baja. Hanya dengan sentuhan tombol, howitzer TFR1 mampu melontarkan proyektil 155mm solid HE, 1.500 bomblet, atau 48 munisi pintar anti tank sampai jarak 42 km. Secepat CAESAR digelar, seringkas itu pula saat sista ini harus dipindahkan. Dalam 45 detik, CAESAR sudah bisa dikemudikan keluar dari area penembakan, bahkan sebelum tembakan pertama mendarat di sasaran. Ini menghindarkan resiko CAESAR terhantam oleh tembakan artileri balasan (counter battery) lawan.

Namun diluar kehebatan howitzer TRF1 155/52 yang memang terkenal akurat dan diekspor ke berbagai negara, sesungguhnya dibalik kebersahajaan CAESAR, di dalam kabinnya terletak sistem pandu terpadu yang didesain untuk memasuki medan pertempuran abad-21. Sistem manajemen kontrol penembakan FAST buatan Nexter-EADS Defense Electronics sudah dilengkapi ROB4 muzzle velocity radar systems, SAGEM SIGMA 30 navigation systems, dan GPS (Global Positioning Systems). SIGMA 30 merupakan inertial guidance system pertama di dunia yang langsung ‘ditempelkan’ ke landasan meriam, menjanjikan akurasi maksimal karena berada dekat dengan laras. Perwujudannya adalah 3 layar tampilan model sentuh yang ada dalam kabin CAESAR yang menampilkan peta topografi lapangan. Operator tinggal menekan koordinat yang dibacakan oleh tim di lapangan, yaitu regu infanteri yang memerlukan bantuan tembakan yang kemudian direlay ke regu tembak yang sudah siap mengoperasikan howitzer CAESAR di belakang. Koordinasi langsung antara regu infanteri dan baterai CAESAR memperpendek waktu reaksi, mengurangi marjin kesalahan, serta meningkatkan efektifitas Fire for Effect dengan kemungkinan first round kill yang besar. Khusus untuk Perancis yang memang getol mengembangkan sistem tempur masa depan, tiap baterai CAESAR sudah siap diintegrasikan kedalam ATLAS Artillery Management Systems. Dalam demo yang ditunjukkan Nexter, pusat komando bisa melihat ilustrasi sapuan artileri pada koordinat yang dituju berdasar feedback real time dari UAV, baik dalam tayangan video maupun ilustrasi 3D. Boleh jadi, fleksibilitas yang ditunjukkan CAESAR yang sesuai untuk negara maju maupun negara-negara berkembang yang belum menerapkan BMS (Battlefield Management Systems) akan menjadi kunci yang memampukan CAESAR memimpin di depan dalam kancah persaingan pasar artileri swagerak.

 

————————————————-

Sumber …………………………

T-90, MBT kebanggaan Rusia

Sebagai Negara yang tertatih-tatih dan berupaya bangkit dari keterpurukan, Rusia berupaya keras memodernisasi alutsistanya. Dengan anggaran yang sangat terbatas, Rusia tidak punya banyak pilihan untuk memilih MBT next generationnya.

 

 
Pada dekade 1980-an, Uni Soviet yang sangat mempercayai armada tanknya memiliki visi penggelaran 2 kelas MBT, yang satu mampu diproduksi massal dengan cepat, berharga murah, dan bisa dijual ke Negara-negara tetangga. Visi ini terwujud dalam keluarga MBT T-72 yang sukses di pasaran ekspor. Disisi lain, Uni Soviet juga mencoba mematahkan dominasi NATO dan AS yang menggadang-gadang kualitas diatas kuantitas dengan memproduksi satu MBT dengan fitur dan teknologi terbaru, yang kemudian muncul sebagai T-80. Pendekatan kuantitas dan kualitas ini pada akhirnya terbukti tidak praktis, dan baik T-72 maupun T-80 akhirnya terbukti gagal dalam pertempuran. T-72M1 milik Garda Republik Irak dibuat babak belur oleh M1A1 Abrams dalam Perang Teluk II, sementara T-80 dihajar habis-habisan oleh pejuang Chechnya dalam dua kali perang di negeri satelit Rusia tersebut.
Pasca pecahnya Uni Soviet, Rusia ditinggalkan dengan masalah superioritas armada MBTnya. Negara-negara lawannya sudah lama mengembangkan penyempurnaan MBT mereka, tetapi Rusia bertahan dengan desain usang T-72 dan T-80. Mendanai pengembangan MBT baru seperti Black Eagle makan biaya yang terlalu besar dan Rusia tak mungkin mengadakan MBT yang terlalu canggih karena harganya pasti mahal. Langkah kompromi akhirnya ditempuh, dengan menggabungkan keunggulan teknologi T-80 dan mengintegrasikannya ke T-72. Proyek yang tadinya dinamai T-72BM ini akhirnya diberikan desainasi berbeda, seolah menandakan bahwa ini adalah MBT baru.

 

T-90 dikembangkan oleh tim di biro Kartsev/ Venediktov yang dikepalai oleh V. Potkin, dan dikerjakan di Uralvagonzavod (Pabrik gerbong kereta Ural) di Nizhnyi Tagil. Purwarupanya diberi kode Obiekt 188 yang diselesaikan pada 1988. Dari segi desain, T-90 tidak memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan T-72. Layout hullnya serupa, termasuk pemosisian awaknya. Sistem suspense tetap menganut model torsion bar dengan enam pasang roda pada setiap sisi, drive sprocket dibelakang, idler didepan, dan tiga track-return roller. Peredam kejut hidrolik dipasang di roda pertama, kedua, dan keenam sehingga tidak terlalu menyiksa krunya saat tank dibawa untuk perjalanan jauh. Krunya tetap tiga, pengemudi, penembak, dan komandan, melanjutkan tradisi penggunaan sistem autoloader dalam MBT Soviet. Kubahnya memiliki profil yang sangat rendah, dan sangat tidak nyaman untuk orang dengan tinggi badan diatas rata-rata. Komandan duduk disebelah kanan, didalam modul yang berputar independen terhadap putaran kubah. Kemanapun arah kubah berputar, komandan selalu menghadap kedepan. T-90 digerakkan oleh mesin diesel V-84S yang dilengkapi pemanas untuk pengoperasian di wilayah beriklim dingin dan sensor suhu. Kemampuan menenggak berbagai jenis bahan bakar seperti bensin, kerosene standar militer, dan benzine menjadi keunggulan yang ditawarkan untuk mempermudah pasokan logistik.
Biarpun layoutnya sama, namun T-90 memperoleh sistem proteksi berupa lapisan armour reaktif Kontakt-5 yang didesain dengan sudut landai untuk mengalahkan hululedak APFSDS dan HEAT yang datang bertandang. Pada bagian kubah, 2 panel dipasang membentuk belah ketupat sehingga bentuk kubah seolah bertambah. Panel ERA tambahan juga dipasang di sisi kiri-kanan skirt untuk semakin mengamankan posisi kru, terutama pengemudi. Terkait dengan pengamanan pengemudi, kursinya kini dibuat menggantung ke atas, seperti halnya komandan dan penembak untuk melindungi dari gelombang kejut yang mematikan saat melindas ranjau antitank. Untuk mengemudi dalam kegelapan malam, pengemudi memperoleh optik termal TVN-5 yang bisa dipasang menggantikan periskop TNPO-168 standar.

 

Sejumlah pembenahan dilakukan pada sistem kontrol penembakan yang mengadopsi sistem kontrol penembakan otomatis model 1A45T yang merupakan penyempurnaan dari versi yang digunakan T-80, yang didukung oleh sistem bidik malam TO1-KO-1 atau TO1-PO2T, sistem observasi PNK-4S untuk komandan, dan layar televisi untuk mengamati wilayah belakang. 1A45T sendiri diotaki oleh sistem 2A43 IVDPK, stabilizer laras 2Eh42-4 Zhasmin dan converter PT-800 yang dipasangkan dengan regulator voltase dan frekuensi RChN 3/3. Sistem 1A45T menerima input dari beberapa sensor, seperti data balistik munisi yang disimpan dan dipasok komputer balistik 1V528, pengukur kecepatan angina DVE BS, dan sistem bidik TPN4-49-23 Buran. Apabila dananya memadai, sistem Buran dapat digantikan oleh sistem Agava-2 dengan fitur termal yang dipasang pada menara di atap. Untuk komandan, tersedia sistem terpadu TKN-4S Agat S day/ night sight dengan pembesaran x7,5 day dan x5,1 night yang sudah dilengkapi fitur stabilisasi, serta periskop TNP-160 di kanan-kiri sistem TKN-4S. Sementara untuk penembak daftarnya lebih lengkap lagi, seperti 1A43 day sight yang sudah terintegrasi dengan laser rangefinder IG46 Irtysh yang dilengkapi dengan sistem pemandu laser untuk rudal yang bekerja dengan sistem beam riding.

 

Meriam T-90 juga mengadopsi meriam dari T-80, dengan kode 2A46M4. Perbedaan antara varian M4 yang digunakan T-90 dan M1 yang dipakai T-80 diperkirakan perbedaannya ada pada kualitas baja dan akurasi yang digunakan. Baja yang lebih baik mampu menghasilkan ketahanan tekanan yang lebih besar, membuat 2A46M4 dapat melontarkan munisi generasi baru, termasuk munisi berinti DU (Depleted Uranium). Meriam 2A46M4 memiliki fitur meriam setara MBT Barat, komplit dengan muzzle reference system untuk mengecek keselarasan alur tembakan meriam. Satu keunggulan meriam ini adalah kemampuannya melontarkan rudal hululedak tandem 9M119 Refleks/ AT-11 Sniper yang dipandu oleh tuntunan laser (laser beamriding), dengan jarak efektif sampai 5.000 meter atau melebihi jarak efektif meriam, memberikan kesempatan bagi T-90 untuk membidik MBT lain sebelum lawan dapat menembak. Kendali penembakan untuk Refleks sepenuhnya ada ditangan penembak, dan tidak ada pada kompartemen komandan.

Sementara untuk urusan munisi, Rusia memanfaatkan sistem pengisi otomatis model carousel, yang letaknya ada di lantai dibawah kru penembak dan komandan. Munisi untuk meriam 125mm ini masih menggunakan mesiu dan hululedak yang terpisah, beda dengan Barat yang menggunakan sistem combustible. Hal ini yang menyebabkan munisi APFSDS Rusia jauh lebih inferior dibandingkan dengan munisi serupa yang digunakan oleh pihak Barat, karena panjang penetrator yang bisa digunakan pun relatif terbatas. Sementara untuk fungsi anti pesawat, disediakan senapan mesin berat 12,7mm NSVT yang dilengkapi PZU optical sight dan distabilisasi oleh 1ETs29 pada satu plana vertikal. Komandan yang menembakkan senapan mesin berat ini terlindung dalam kubah baja mini.

 

Sementara untuk sistem perlindungan, T-90 memanfaatkan sistem perlindungan granat asap 81mm, yang dapat dipasangi munisi Type 902A Aerosol Forming Grenade Launch System dengan granat 3D17 aerosol. Saat diluncurkan, akan tercipta semprotan partikel halus yang dapat memunculkan iluminasi laser yang diarahkan ke tubuh tank, dibaca oleh keempat sensor yang terpasang, dan memberikan peringatan agar pengemudi segera bermanuver untuk menghindar atau mungkin mengeluarkan tabir asap. Sistem jammer rudal antitank TShU1-7 Shtora siap sedia memancarkan sinyal infra merah acak untuk mengacaukan sirkuit penuntun rudal. Sementara untuk aksesori tambahan, tersedia KMT-7/KMT-8 mine roller untuk mencangkul tanah dan meledakkan ranjau, yang sudah jadi standar sejak era T-72.

SPEK T-90
Kru            : 3
Bobot tempur        : 46,5 ton
Power/weight        : 18,06 hp/ ton
Ground pressure    : 0,983 kg/cm3
Panjang                : 6,86m (hull)
Lebar                    : 3,37m
Tinggi                    : 2,23m
Ground clearance    : 0,492m
Lebar tapak rantai    : 580mm
Panjang tapak rantai    : 4,278m
Kecepatan maks.    : 60 km/ jam
Jarak tempuh              : 550km (jalan raya), 450km (cross-country)
Kapasitas bahan bakar    : 1200 liter + 400 liter (opsional tangki eksternal)
Tanjakan                  : 60o
Kemiringan              : 40o
Halangan vertikal       : 0,85m
Lintas parit        : 2,8m
Mesin            : V-84MS 4 langkah, 12 silinder diesel, mengeluarkan daya 840hp
Transmisi        : manual, 7 gigi maju dan 1 mundur
Suspensi        : torsion bar
Persenjataan        : 1x125mm 2A46M4 smoothbore gun; 1×12,7mm NSVT; 1×7,62mm PKT
Elevasi meriam        : +14/-6o
Sistem kelistrikan    : 24V

 

======================================================

Sumber …

French Crème de la Crème of the 1950’s: AMX-13

Pupus diharu-biru Jerman dalam Perang Dunia II tak membuat Perancis lantas terpuruk. Walaupun dipinjami peralatan tempur oleh AS, Perancis tak mau begitu saja kehilangan kemandiriannya. Pada 1946, pemerintahan Charles de Gaulle berinisiatif melancarkan program kembali ke kemandirian asal. Sejumlah program persenjataan baru pun diluncurkan, yang terfokus pada tiga alutsista darat yaitu MBT AMX 50, tank ringan untuk linud AMX 13, dan kendaraan intai Panhard EBR 75/10. Proyek AMX 50 ditunda dan kemudian dibatalkan karena mahalnya biaya, apalagi saat itu Perancis mulai disibukkan dengan konflik di Indocina. Perang ini pula yang membuat fokus Perancis berubah. Di wilayah Asia Tenggara yang minim infrastruktur dan medannya sulit, menggelar MBT rasanya bukan pilihan yang tepat.

Pilihan kedua yaitu pengembangan tank ringan pun dikebut. AMX 13 mendapat kode ‘13’ bukan karena semata angka sial, namun ini adalah angka target bobot untuk produksi, agar muat dimasukkan kedalam pesawat. AMX 13 sendiri dikembangkan jauh melampaui jamannya. Maklum saja, walaupun digambarkan sebagai tank yang bisa diangkut oleh pesawat transpor, tak ada pesawat dalam inventori AU Perancis saat itu yang mampu mengangkut tank baru ini nantinya. Baru dua dekade kemudian C-130 Hercules sebagai pesawat angkut taktis mampu mengangkut AMX 13.

Pengembangan AMX 13 yang diserahkan kepada pabrikan Atelier des Constructions d’Issy-les-Moulineaux (Badan Desain Kendaraan Tempur AD Perancis) dan purwarupanya dibangun di bengkel DPAI. Proyek pengembangannya boleh dibilang amat lancar, karena purwarupanya sudah siap pada 1949, lalu disusul oleh produksi massal pada 1951. Seluruh parameter yang diinginkan tercapai, kecuali bobot yang membengkak 1,5 ton dari rencana semula.

Sosok final AMX 13 terwujud dalam satu tank yang berukuran minim, namun maksimal fiturnya. Bobot dasarnya hanya 14,8 ton, dengan lapisan baja paling tebal pada bagian glacis, mampu menahan hantaman peluru 12,7mm dari segala sisi dan pecahan peluru artileri. Dengan lima roadwheel di tiap sisinya, AMX 13 mampu melaju sampai kecepatan 65km/ jam berkat mesin SOFAM 8Gxb yang memiliki 8 silinder dan berpendingin air. Mesin yang menyemburkan daya 270bhp pada 3.200rpm ini dipasang di kanan depan tank. Sistem transmisinya terdiri dari sliding mesh gearbox dengan lima gigi maju dan satu gigi mundur, dimana empat gigi majunya adalah syncromesh. Berbeda dengan kendaraan tempur kebanyakan, mesin SOFAM 8Gxb menggunakan bahan bakar bensin. Kenyamanan awak disediakan oleh empat peredam kejut pada tiap sisi AMX 13.

Hal yang paling unik dan menjadi penciri pada AMX 13 adalah penggunaan kubah osilasi (oscillating turret) tipe FL 10, dimana AMX 13 menjadi satu-satunya tank operasional di dunia yang menggunakan sistem ini. Kubah osilasi tersebut sebenarnya amat sederhana, dimana ada dua bagian utama yang bekerja. Bagian pertama yaitu struktur pendukung, menempel ke cincin kubah sebagai pendukung dua trunnion yang menjepit laras meriam. Trunnion ini bisa dinaik-turunkan, didongakkan dan ditundukkan, sementara posisi dudukan meriamnya sendiri relatif tetap. Pembaca bayangkan meriam sundut era Perang Napoleon, kurang lebih seperti itulah bagaimana sistem kubah osilasi AMX 13 bekerja. Sementara bagian kedua yaitu kubah diatasnya menaungi meriam, sistem pengisi otomatis, perangkat pengendali tembakan, radio, dan kursi untuk awak pengisi dan komandan. Kunggulan kubah osilasi ini adalah desain yang sederhana, sehingga memudahkan sistem pengisi otomatis yang ditanamkan di bagian belakang AMX 13. Dengan kubah osilasi, posisi dari pengisi munisi otomatis selalu sejajar dengan lubang peluru (breech) pada kanon AMX 13. Selain itu, sudut dongak dan tunduk laras kanon dapat dibuat ekstrim, namun AMX 13 tidak memanfaatkannya. Keunggulan lainnya, sistem osilasi ini membuat laras kanon tidak membutuhkan bukaan di depan kubah/ mantlet seperti pada desain konvensional sehingga meminimalkan kemungkinan penetrasi munisi lawan pada bagian yang lemah tersebut.

Sistem pengisi otomatis AMX 13 ditempatkan pada bagian belakang kubah (bustle), yang terdiri dari dua silinder yang masing-masing mampu menampung enam butir peluru. Tiap silinder diletakkan di sisi jalur gerak breech ke arah belakang. Saat kanon menyalak dan bergerak ke belakang, silinder magasen ini berputar, yang kemudian melepaskan sebutir peluru yang kemudian meluncur ke pelat pengisi yang membawanya sejajar dengan kamar peluru, lalu didorong kedalam. Saat ditembakkan, kelongsong peluru dilontarkan melalui lubang bulat di belakang bustle. Dengan 12 peluru terisi, AMX 13 dapat menembak secara terus-menerus, menjadi tank pendobrak yang memiliki daya gempur luar biasa. Sayangnya, begitu amunisi di revolver munisi habis, AMX 13 harus ditarik mundur karena pengisian pelurunya harus dilakukan secara manual.

Kanon AMX 13 sendiri menggunakan kanon yang diadaptasi dari kanon PzKpfw V Panther, tank Jerman dalam PD II. Namun jika Panther menggunakan meriam L70, AMX 13 menggunakan meriam serupa dengan calibre L61.5 (lebih pendek) dan amunisinya menyatu dengan propelan. Untuk dekade 1950an, daya penetrasinya yang sedalam 70mm pada inklinasi 60o pada jarak 1.000m dianggap masih cukup mumpuni untuk melibas tank dan ranpur pada jaman tersebut. Senapan mesin koaksialnya menggunakan senapan mesin Model 1913E kaliber 7,5mm. Kanon AMX 13 dikendalikan oleh sistem hidrolik untuk elevasi dan traversi, yang memiliki dua setelan kecepatan dan dapat dikendalikan oleh komandan serta juru tembak. Total AMX 13 dapat membawa 36 butir peluru cadangan, 21 didalam kubah dan 15 di hull, cukup untuk 3 kali pengisian ulang revolver kanon.

Karena batasan bobot yang dibuat untuk AMX 13, maka hal ini membawa konsekuensi pada mungilnya dimensi AMX 13. Akibatnya, awak AMX 13 tidak boleh memiliki tinggi badan lebih dari 180cm, dan kompartemen tempur AMX 13 pun terasa sempit. Baik pengemudi yang duduk didalam hull ataupun komandan dan penembak, semuanya nyaris tak memiliki ruang gerak yang memadai. Andalan untuk melihat keluar hanya ada pada 8 periskop untuk komandan, atau teropong bidik L961 dengan pembesaran 1,5x-6x. Untuk juru tembak tersedia teropong bidik L862 dengan pembesaran 7,5x.

Doktrin

Perancis sendiri menganggap bahwa AMX 13 lebih condong kepada tank destroyer dibandingkan dengan tank. Ini terbukti pada penggelaran taktis AMX 13 didalam AD Perancis. Sesuai dengan doktrin Division 59, Divisi AD Perancis memiliki dua Brigade Infantri dan satu Brigade lapis baja, atau sebaliknya. Tiap Brigade Infantri memiliki satu resimen AMX 13 organik.

Tiap resimen ini terdiri dari tiga skadron AMX 13, dan satu skadron AMX 13/SS 11. AMX 13/SS 11 sendiri merupakan AMX 13 yang dilengkapi perangkat peluncur rudal antitank Nord SS 11, khusus untuk menaklukkan tank lawan yang pada 1950an menyaksikan lahirnya tank-tank dengan lapisan baja yang semakin tebal seperti M48A3 dan T-54. Kembali ke struktur, tiap skadron AMX memiliki tiga peleton, yang masing-masing memiliki kekuatan 5 AMX 13 (satu danton, 2 seksi masing-masing 2 AMX 13), unsur intai peleton (orienteurs) yang terdiri dari 8 prajurit dan 2 jip, serta regu teknik (Allegement) yang merupakan unsur perbaikan dengan 5 awak AMX 13 cadangan dan satu truk.

Pada saat tiba di garis depan, danton dan regu intai akan maju ke depan dengan jip untuk memilih titik penembakan yang menguntungkan serta mengukur jarak sasaran, dan menentukan titik-titik pengisian ulang amunisi, perbekalan, atau perbaikan. Tiap posisi penembakan akan diisi oleh seksi yang terdiri dari dua AMX 13 untuk menjamin kontinuitas tembakan yang saling mengisi. AMX 13 akan berdiam di posisi penembakan dengan kamuflase, sampai musuh menampakkan diri dan masuk ke jarak tembak. Setelah amunisi tank I dalam seksi habis, maka ia akan mengundurkan diri, digantikan oleh tank II dalam seksi. Apabila elemen musuh terlalu kuat, maka peleton akan mengundurkan diri, menghindari pertempuran jarak dekat.

SPESIFIKASI AMX 13

  • Nama: AMX t-75 tank Model 1951
  • Awak: 3 orang (pengemudi, komandan/ pengisi HE), juru tembak
  • Bobot tempur: 14,8 ton
  • Power/weight ratio: 16,5hp/ton
  • Ground pressure: 11lb/ inci persegi
  • MLC Class: 15
  • Panjang keseluruhan: 6,8m (termasuk kanon)
  • Panjang hull: 5,3m
  • Tinggi: 2,35m
  • Ground clearance: 38cm
  • Kecepatan traversi: putaran 360o dalam 12 detik
  • Elektrikal: 4x12V 90A
  • Suspensi: torsion bar
  • Mesin: SOFAM 8Gxb Water Cooled 8 cylinder, Boxer type

 Proteksi

  • Cast turret & hull front. Welded hull

Kubah

  • Frontal setara 40mm RHA
  • Sisi setara 20mm RHA
  • Atap setara 10mm RHA

Hull

  • Frontal setara 40mm RHA
  • Sisi setara 20mm RHA
  • Atap setara 10mm RHA
  • Belakang setara 15mm RHA
  • Lantai setara 10mm RHA

Persenjataan

  • 1x 75mm Cannon SA-75 Model 50 (37 butir peluru AP, APC, atau HE)
  • 1x 7,5mm Model 1931E (opsional untuk komandan) (1.500 butir peluru)
  • 4x smoke dischargers

 

 

Sumber

CV-90120T, Era Baru MBT

Sebagai bukti bahwa CV9040 memang dikembangkan dengan sasis yang modular dan dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan adalah ketika ranpur yang satu ini bersalin rupa sebagai sebuah tank. Tank? Ya, BAe Land Systems dan Hagglunds memang memiliki niatan untuk menambah keluarga varian CV9040 dengan varian yang dilengkapi meriam. Bukan sembarang meriam tentunya, karena varian tank yang akhirnya diberi kode CV90120-T ini dilengkapi dengan meriam 120mm L/50 SCTG (Smoothbore Compact Tank Gun) yang distabilisasi pada 3 sumbu, dengan kaliber 120mm. Munisinya serupa dengan yang digunakan MBT Leopard 2, termasuk didalamnya M43 dan M53 APFSDS, sehingga CV-90120 mampu beradu dan menjagal MBT lawan.


Pertanyaan yang mengemuka kemudian adalah, kenapa? Eropa Barat terkenal dihuni oleh spesies MBT legendaris seperti Challenger 2, Leopard 2, Leclerc, dan turunan-turunannya. Apakah masih ada pasar untuk ranpur dengan meriam tank? Menurut BAe, jawabannya adalah ada. MBT Eropa Barat saat ini merupakan desain dekade 1980-an dan peninggalan masa Perang Dingin. Dengan profil yang besar, kebutuhan logistik untuk mendukung MBT juga sangat besar. Bagi Negara yang tidak kuat, memelihara MBT sangatlah mahal. Bahkan Negara seperti Belanda dan Jerman pun mulai menjual Leopard 2 mereka dengan harga diskon. Faktor kedua juga terkait dengan kemampuan proyeksi kekuatan. Negara-negara Eropa Barat tidak punya armada angkut strategis untuk mengirim MBT yang mereka miliki ke hotspot yang menuntut keterlibatan NATO di seluruh dunia. A400M yang akan menjadi pesawat angkut taktis masa depan Eropa juga hanya bisa membawa 1 MBT di perutnya untuk penerbangan jauh. Dengan melihat pada kedua fakta tersebut, BAe akhirnya meneruskan proyek CV90120-T.

Purwarupa pertama CV90120-T selesai pada 1998, dengan sasis yang memanfaatkan CV9040 dengan perkuatan pada suspensi dan modifikasi pada cincin kubah. CV90120-T menggunakan suspensi torsion bar yang jamak ditemui sebagai suspensi MBT, dengan tujuh road wheels pada setiap sisinya. Sistem penggerak rantai yang digunakan CV9040 memang memadai untuk diadopsi sebagai tank, karena distribusi beratnya yang baik dan profilnya yang lebih rendah dibandingkan dengan ranpur berpenggerak roda. Peredam kejut disediakan pada roda 1, 2, dan 7 sehingga CV90120-T nyaman dikendarai di medan cross-country. Varian yang satu ini ditenagai oleh mesin diesel Scania V-8 4 langkah yang memiliki daya 670hp @ 2.200rpm, memberikan rasio power/weight sebesar 25,76hp/ton, tergolong tinggi untuk memberikan keleluasaan manuver bagi CV90120-T. Mesin ini dipadankan dengan sistem transmisi otomatis Perkins/Allison X-300 dengan empat gigi maju dan dua gigi mundur. Sistem pemasangan mesin yang ditaruh didepan juga diyakini memberikan proteksi tambahan terhadap serangan dari arah frontal. Besarnya daya yang dimiliki ini juga tampak  Karena diproyeksikan untuk menghadapi lawan sekelas MBT, proteksi pada CV-90120-T mendapatkan perkuatan pada glacis dengan memanfaatkan passive armour komposit MEXAS (Modular Expendable Armour System) buatan IBD-Deisenroth Engineering.

Pada 2010 lapisan kompositnya beralih ke AMAP (Advanced Modular Armour Protection). Komposisi AMAP didasarkan pada material keramik dan titanium berkepadatan sangat tinggi yang disebut perusahaan sebagai nano-ceramic. Bobot keramik nano ini saat dikonfigurasikan menurut standar proteksi NATO STANAG 4569 Level 3 atau 4 (menahan impak kaliber 14,5mm atau 20mm FSP) lebih ringan 40%, dengan kepadatan bobot 32kg/m2, dibandingkan dengan bobot armour komposit standar yang bisa memiliki densitas 60kg/m2. Saat dipadukan dengan kulit asli dari CV90120-T, diperkirakan gabungan keduanya mampu menahan impak munisi 30mm AP yang jamak digunakan ranpur masa kini. Untuk meningkatkan proteksinya terhadap rudal antitank, CV90120-T dapat dipasangi AMAP-ADS (Active Defense Systems) berbasis sistem hardkill yang mampu menembak jatuh rudal berpemandu sebelum menyentuh kulit CV90120-T. IBD Deisenroth sebagai pengembang AMAP-ADS bahkan mengklaim bahwa sistemnya memiliki waktu respon paling cepat dibanding sistem sejenis yang dikembangkan saingan seperti Arena atau Trophy. Lapisan AMAP yang total berjumlah 26 modul pada CV90120 dapat ditemui sebagai pelindung skirt, kiri-kanan dan bagian glacis pada hull. Firma Akers Krutbruk yang berbasis di Sewdia bertanggungjawab mendesain bentuk AMAP yang dipasang ke CV90120. Selain perlindungan aktif dan pasif, CV90120-T didesain dengan sistem pendinginan water mist, dimana uap air disemprotkan ke sekujur tubuh tank melalui selang bertekanan tinggi yang melingkari hull untuk mendinginkan area-area yang panasnya berlebih, seperti kompartemen mesin yang bertujuan untuk menurunkan heat signature yang dikeluarkan kendaraan saat diintip dari optik berkemampuan termal.

Sistem kubah pada CV90120-T memiliki konfigurasi tiga awak, dengan komandan di kanan, penembak didepannya, dan pengisi peluru di sisi kiri. Keputusan mempertahankan pengisi peluru dalam ranpur bermeriam merupakan keputusan berani, karena umumnya ranpur yang ditambahi meriam menggunakan sistem autoloader untuk menghemat bobotnya. Seperti telah disebutkan diatas, CV90120-T menggunakan meriam 120mm L/50 smoothbore, dimana selain fitur thermal sleeve dan fume extractor yang sudah jadi standar, ditambahi dengan muzzle brake berbentuk pepper pots atau model lubang-lubang kecil untuk membantu meredam gaya tolak balik. Breechnya juga membuka secara vertikal sehingga semakin menghemat tempat. Untuk mempercepat pengisian peluru, penembak dibantu oleh sistem rel load assist device buatan BAe Land Systems Sweden-Hagglunds. Dengan alat bantu mekanikal ini, kecepatan tembak untuk meriam L/50 bisa mencapai 12-14 peluru per menit, terhitung sangat tinggi untuk ukuran MBT. Untuk munisi, selain diuji kompatibel dengan munisi buatan Rheinmetall, L/50 juga cocok dipasangkan dengan munisi NAMMO HE-T yang digunakan oleh MBT Strv-122 (Leopard 2A5 buatan Swedia). Sistem penyimpanan munisinya juga dibuat dengan sangat cermat dengan mempertimbangkan ruang yang tersedia. 12 peluru disimpan dibelakang kubah (bustle) dengan sistem magasen semiotomatis yang mendorong peluru ke titik pengambilan. 33 peluru lainnya disimpan di bagian belakang hull yang mudah diresuplai dari pintu belakang. Sebagai komplemen dari meriam utama, CV90120-T menggunakan senapan mesin berat M2HB sebagai senapan mesin koaksial.

Sistem kubah CV90120 menggunakan sistem elektrik yang aman dari kebakaran saat terhantam oleh tembakan lawan. Meriamnya yang bisa digerakkan pada elevasi yang sangat luas, dari -8 sampai 22o distabilisasi penuh dengan sistem kendali penembakan UTASS (Universal Tank and Anti-Aircraft System) buatan SaabTech. Kendali penembakan disediakan baik untuk penembak maupun untuk komandan. UTASS dilengkapi dengan day/ thermal channel dan laser rangefinder, yang dapat diubah-ubah arahnya dengan elevasi -10 sampai +25o, dan dapat berputar 18o ke kiri ataupun kekanan dengan fitur silent watch. Sayangnya, UTASS hanya disediakan untuk penembak saja. Sementara untuk komandan disediakan sistem Thales Optronics Day/Night Gun Sight (DNGS) stabilized sighting systems dengan pembesaran 1,5x, 6x, sampai 24x. Sistem UTASS dapat dislave ke DNGS sehingga apa yang dilihat penembak dapat diamati oleh komandan. Kubah komandan dapat diputar 110o ke kiri dan ke kanan. Sebagai sistem opsional, SaabTech Vetronics menyediakan sistem PLSS (Panoramic Low Signature Sight) berbentuk bola yang distabilisasi dan terpasang di atab kubah. PLSS sendiri dapat dipasangi berbagai macam sensor seperti kamera, sistem FLIR, atau rangefinder tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan calon pembeli. Kendali PLSS diserahkan kepada komandan dan pengisi peluru. Dengan keberadaan DNGS dan PLSS yang sebenarnya memiliki fungsi sama, BAe ingin menciptakan situational awareness maksimal untuk awak CV90120-T. Saat komandan menggunakan DNGS misalnya, pengisi peluru dapat menggunakan PLSS sehingga fungsi hunter-killer dapat dimaksimalkan. Semakin banyak orang yang mengobservasi, kemungkinan lawan terdeteksi tentunya juga semakin besar.Setiap stasiun kru, baik itu penembak, komandan, maupun pengisi peluru dilengkapi dengan display independen yang menyalurkan imej yang ditangkap oleh sensor masing-masing dalam layar warna.

Mengetahui bahwa perkembangan teknologi computer dan microchip akan berjalan dalam tempo puluhan kali lipat lebih cepat dibandingkan era 1980an dan 1990an, BAe mendesain arsitektur elektronik pada CV90120-T dengan sistem modular yang terdiri dari BIT (Built in Test), DAS (Defensive Aid Suite), dan termasuk didalamnya display video yang ada di masing-masing kompartemen awak. BIT dilengkapi dengan modul simulator CBT (Computer Based Trainer) sehingga awak CV90120-T dapat memanfaatkannya untuk berlatih secara virtual. Karena BIT dirancang sebagai sistem yang tumbuh, maka opsi di masa depan seperti integrasi sistem kontrol manajemen pertempuran yang sesuai dengan common standard dapat diintegrasikan kedalam CV90120-T tanpa perlu upaya ekstra. Sementara DAS berisi modul sensor yang berisi sistem peringatan terhadap 3 jenis ancaman, yaitu iluminasi radar, laser, dan elektro optik. Pada CV90120-T, modul DAS standar yang terpasang di setiap sudut kubah terdiri dari Thales Optronics LD-2 laser warning system yang dapat membaca arah datangnya laser dan juga tipenya, yang dapat membedakan antara laser rangefinder ataupun laser designator. Dibawah LD-2 masih terpasang lagi Grintek Avitronics Missile Approach Warner (MAW) yang bisa mengidentifikasi saat ada sekuensial peluncuran rudal di medan disekitar tank berada. Terakhir, ada sensor top attack yang dapat mendeteksi datangnya serangan dari arah atas seperti bomblet dari artileri atau rudal yang memiliki kemampuan top attack seperti Javelin. DAS juga dapat diintegrasikan dengan sistem pertahanan aktif seperti ADS sehingga upaya deteksi dapat diikuti dengan langkah penangkalan., baik secara manual (penangkalan dapat dipilih oleh awak) atau otomatis (diambil alih oleh ADS). Sementara sistem pertahanan konvensional lainnya termasuk MSA (Multi Spectral Aerosol) berupa 12 pelontar granat asap yang ada di sisi belakang kubah. MSA dapat dioperasikan secara otomatis di bawah kendali DAS setiap kali terdeteksi adanya ancaman.

Verdict
Dengan begitu banyaknya pesaing di pasaran dunia, memasarkan CV90120-T tentu bukan merupakan hal yang mudah. Bae harus berupaya ekstra keras, apalagi negara-negara tradisional pengguna MBT seperti Jerman dan Belanda mulai menjual stok MBT Leopard 2 mereka dengan harga diskon. Negara seperti Rusia juga tak bisa dipandang sebelah mata, mengingat mereka begitu agresif dalam memasarkan MBT mereka, belum lagi negara Eropa Timur yang getol memasarkan produk upgrade dari MBT tua seperti generasi T-55 dan T-62. Memasarkan tank ringan yang berteknologi canggih tentu bukanlah hal yang mudah, mengingat banderol harganya pasti juga mahal. Banyak negara juga akan berpikir, dengan harga yang sama, mereka mendapat proteksi dari sebuah MBT, yang tentu tak akan bisa dicapai CV90120-T dengan segala sistem proteksinya. Salah satu pasar yang potensial digarap sesungguhnya adalah negeri-negeri beriklim tropis, mengingat dalam medan yang gembur, mobilitas yang ditawarkan CV90120-T tak tertandingi oleh MBT. Kesuksesan Thailand dalam menggelar armada tank ringan Commando Stingray membuktikan bahwa tank ringan masih memiliki tempat dalam arsenal negara-negara di dunia.

IBD Deisenroth ADS
Sistem perlindungan aktif berbasis sistem hardkill memang pertama kali dikembangkan oleh Uni Soviet yang memasangnya pada MBT T-64. Eropa sendiri berupaya mengejar ketertinggalannya, dan mulai akhir 1990an beberapa sistem seperti CLARA yang dikembangkan Dinamit Nobel mulai muncul ke permukaan. IBD Deisenroth sendiri mengembangkan ADS (Active Defense Systems) yang lahir sebagai bungsu dari keluarga besar AMAP. Dibanding sistem lain, Deisenroth mengedepankan fitur sensor deteksi yang digadang-gadang mampu bereaksi secara instan, saat rudal atau roket yang ditembakkan lawan berada pada jarak 30 meter dari kendaraan. Sekuensial pencegatannya adalah Deteksi-pengenalan sasaran-klasifikasi sasaran-penjejakan-identifikasi pasti-keputusan tembak-reaksi penembakan/hardkill. Deisenroth merancang bahwa sekuensial aksi tersebut dapat berlangsung kurang dari satu milidetik, dengan sasaran dihancurkan pada jarak 2 meter dari kulit kendaraan. IBD Deisenroth sendiri merahasiakan material yang mereka gunakan untuk menjatuhkan sasaran, dengan mengatakan bahwa sistem penghancuran ADS memanfaatkan gelombang energy yang difokuskan. Mungkin terdengar mengerikan bagi awaknya yang membayangkan “kena-tidak-kena…” sampai detik-detik terakhir, namun penghancuran pada jarak 2 meter akan mengurangi collateral damage, terutama pada operasi gabungan infantri mekanis dimana ada kemungkinan pasukan kawan yang terkena apabila penghancuran dilakukan pada jarak, katakanlah, diatas 5 meter. Sebagai konsekuensinya, kulit kendaraan pasti menerima impak pecahan dari rudal atau roket yang dihancurkan, sehingga mau tidak mau pembeli ADS juga harus memasang AMAP sebagai pelindung terluar kulit kendaraannya. Bobot ADS yang hanya 140 kg (sistem dasar) membuatnya mampu menjadi solusi perlindungan bagi kendaraan sekelas ranpur. Sensornya yang dipasang dengan bidang deteksi yang saling tumpang tindih antara satu sensor dengan sensor lainnya memampukan ADS untuk menghadapi dua atau lebih rudal dari arah yang berbeda. Sistem ADS sendiri diadopsi sebagai AAC untuk CV90120-T dan SHARK yang dikembangkan bareng Thales.

SPEK CV-90120
Kru            : 4
Bobot tempur        : 26-27,7 ton (tergantung modul proteksi terpasang)
Power/weight        : 25,76 hp/ ton
Ground pressure    : 0,55-0,66 kg/cm3
Panjang        : 8,95m;6,45m (hull)
Lebar            : 3,19m
Tinggi            : 2,80m
Ground clearance    : 450mm
Lebar tapak rantai    : 533mm
Panjang tapak rantai    : 3,980m
Kecepatan maks.    : 70 km/ jam
Jarak tempuh        : 550km (jalan raya), 450km (cross-country)
Kapasitas bahan bakar    : 1200 liter + 400 liter (opsional tangki eksternal)
Tanjakan        : 60o
Kemiringan        : 40o
Halangan vertikal    : 0,85m
Lintas parit        : 2,4m
Mesin            : Scania V-84 4 langkah, mengeluarkan daya 670hp @2.200rpm
Transmisi        : Perkins Engines Company/Allison X-300 dengan 4 gigi maju dan 2 mundur
Suspensi        : torsion bar
Persenjataan        : 1x120mm L/50 smoothbore gun; 1×12,7mm M2HB; 1×7,62mm M240
Elevasi meriam        : +22/-8o

 

Sumber

Agrale Marruá ; Kendaraan Militer serbaguna dari Brazil

Marruá (Sapi Liar) merupakan kendaraan serbaguna untuk militer diproduksi oleh AGRALE sebuah perusahaan yang berkedudukan di brazil. Kendaraan digunakan sabaga sarana transportasi angkut tentara, keperluan medis, kontrol dan komando, peperangan elektronik dan misi rekon.

Marrua dioperasikan oleh ankatan darat dan angkatan laut brazil. Kendaraan tersebut juga diadopsi oleh tentara Argentina, Ekuador dan Paraguay sebagai kendaraan penjaga perdamaian PBB di Haiti.

Agrale memulai pengembangan Marrua merujuk pada kendaran serbaguna Engesa EE-4/EE-12.   Marruá 4×4 Viatura de Transporte Não Especializada (VTNE) telah ditawarkan kepa pihak militer brazil. Marrua masuk dalam pelayanan tentara brazil bermula sejak Juli 2005.

Angktan Laut brazil penerima paket kendaraan tersebut untuk pertama kalinya pada tahun 2008. Kendaraan tersebut telah dimodifikasi dengan pemberian cat anti karat, sistem roda yang nyama, dan pengaturan tempat duduk untuk 6 tentara.