Type 022, Kapal Siluman dari negri Panda

Type 022, merupakan kapal serbu cepat atau fast attack craft (FAC) generasi baru yang dimiliki oleh angkatan laut China (PLA Navy). Kapal jenis ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2004 saat di luncurkan pertama kali dari galangan kapal Qiuxin Shipyard Juni 2004. Tampilan dari kapal cepat berpenampilan dan berkemampuan siluman (stealth) ini memang sangat unik, selain kecepatannya dan kemampuan mengurangi kemungkinan deteksi radar kapal ini juga di desain dengan lambung catamaran yang mampu mengurangi efek hantaman ombak ketika melaju sehingga menambah kelincahan dan kecepatan kapal tersebut.

Kapal yang pengerjaannya dikeroyok oleh hampir seluruh galangan kapal yang ada di negeri China ini, mulai dikerjakan di galangan kapal Qiuxin Shipyard pada musim panas 2004, kapal pertama dari kelas ini mempunyai nomer lambung 2208 telah menyelesaikan semua rangkaian uji coba pada akhir 2004 dan mulai bertugas pada tahun 2005 dan kemudian di ikuti oleh 3 kapal berikutnya (2209, 2210 dan 2211) yang semuanya telah selesai pengerjaannya pada tahun 2006 lalu. Hingga saat ini jenis senjata apa saja yang di angkut oleh FAC kelas type 022 masih misterius, namun setidaknya untuk penangkis serangan udara jarak dekat atau close-in weapon system (CIWS), FAC type 022 menggunakan senjata dari rusia AK-630 30mm, serta masih ada 2 kontainer peluru kendali yang terletak di buritan kapal yang masih menyisakan pertanyaan jenis misil apa yang terpasang di dalamnya.
Iklan

Type 23 Duke Class, Lawan Kapal Selam dari Inggris

 
Type 23 awalnya di desain untuk tugas pokok sebagai kapal perang anti kapal selam, ini dapat dilihat dari keberadaan helikopter Westland Lynx HM.8 atau AgustaWestland Merlin HM.1 yang terkenal sebagai helikoter pemburu kapal selam. Kapal yang mempunyai panjang 133 meter ini mampu melaju hingga kecepata 28 knot, dengan jarak tempuh terjauh 14.485 Km. Selain AL Inggris yang telah mengoperasikan 13 unit , AL Chili juga mengoperasikan 3 unit kapal jenis Type 23 ini.

Layaknya kapal pemburu kapal selam fregat Type 23 juga dilengkapi dengan persenjataan anti kapal selam yang berupa 4 buah tabung peluncur torpedo Cray Marine 324 mm jenis Marconi Sting Ray, Type 23 dilengkapi dengan rudal anti kapal permukaan Harpoon sebanyak 8 buah tabung peluncur dan, peluru kendali darat ke udara Sea Wolf yang telah menggunakan sistem Peluncur rudal vertikal sebayak 32 tabung untuk menghadapi ancaman dari udara. Untuk meriam utama kapal ini menggunakan 1 buah meriam Vickers Mark 8 kaliber 114 mm, masih ada lagi alat pengecoh rudal musuh yang di pasang di fregat ini yaitu Seagnat standar NATO, Type 182.

Stereguschiy, Siluman Jago Sembunyi

Rusia tampaknya tak mau kalah dengan negara-negara lain yang telah terlebih dahulu memproduksi kapal siluman, setelah Swedia, Belanda bahkan China saling silih berganti merilis kapal-kapal siluman merekan kini giliran Rusia unjuk gigi dengan Stereguschiy, walaupun baru diumumkan kepada publik pada Juli 2007, sejatinya proses pembuatan kapal siluman ini sudah di mulai sejak Desember 2001 dengan sandi Project 20380.

Satu hal lagi tentang kelebihan dari kapal kelas Stereguschiy ini adalah, walaupun lambung kapal relatif lebih ramping jika dibandingkan dengan kapal-kapal pesaing di kelasnya, Stereguschiy mampu membawa persenjataan maut yang lumayan canggih pada masa ini. Untuk urusan persenjataan anti kapal permukaan, Stereguschiy dibekali dengan dua pilihan rudal, opsi pertama adalah rudal supersonik Yakhont yang mempunyai daya jangkau hingga 300 km atau rudal subsonik 16 Kh-35E alias Uran-E yang mempunyai jangkauan 130 Km sebagai opsi kedua. Untuk urusan terpedo ada dua tabung kembar diameter 533 mm, yang mampu meluncurkan torpedo kelas berat.

Bagaimana dengan urusan udara? untuk menangkis serangan udara Stereguschiy menggunakan senapan mesin penangkis serangan udara 100 mm type A-190E yang sudah terintegrasi dengan radar dan juga masih di tambah lagi dengan CIWS Kashtan serta rudal jarak dekat Igla. Jika itu semua masih dirasa belum lengkap maka dibagian buritan kapal ada sebuah dek helipad yang dapat ditumpangi oleh helikopter jenis Kamov Ka-27, yang siap berpatroli untuk mengawal di sekeliling kapal siluman maut ini.

Admiral Kuznetsov , Raksasa dari Uni Soviet

Jika dibanding dengan armada laut Amerika Serikat, AL Rusia sangat ketinggalan jauh dalam hal pengoperasian kapal induk, Setidaknya angkatan laut Amerika Serikat mengoperasikan 11 unit kapal induk. Sedangkan angkatan laut Rusia dari 8 buah kapal induk yang pernah mereka punya, saat ini hanya tersisa satu kapal induk yaitu Admiral Kuznetsov, disamping karena kebijakan Rusia dalam hal militer yang tidak se-ekspansif rivalnya Amerika Serikat, terutama sejak usainya perang dingin serta ditambah lagi dengan faktor krisis ekonomi yang ikut mempengaruhi kebijakan pemerintah Rusia dalam hal pengoperasian kapal induk yang dirasa terlalu mahal saat itu.

Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov demikian nama resmi dari kapal induk Admiral Kuznetsov. Rusia atau Uni Soviet hanya memproduksi dua kapal induk dari kelas ini yaitu Admiral Kuznetsov dan satunya lagi adalah Varyag yang tidak sempat dioperasikan oleh AL Soviet, tetapi langsung dijual oleh Ukraina ke RRC ketika Uni Soviet bubar. Kedua kapal induk tersebut di bangun di galangan kapal Nikolayev South Shipyard yang terletak Nikolayev, yang saat ini menjadi bagian dari negara Ukraina. Mulai di bangun pada tahun 1983 atau mundur satu tahun karena upacara peresmian pembangunan pada tahun 1982, dan selesai secara keseluruhan pada tahun 1985. Mulai bertugas secara penuh di AL Soviet pada tahun 1995. Yang unik dari kapal induk ini adalah penggunaan nama yang sempat berganti hingga 4 kali dari mulai Riga pada awalnya, November 1982 berubah menjadi Leonid Brezhnev, kemudian ketika Agustus 1987 di ganti menjadi Tbilisi, dan yang terakhir padaOktober 4, 1990 menjadi Admiral Flota Sovetskogo Soyuza Kuznetsov.


Sebagai kapal induk Admiral Kuznetsov mampu membawa sekitar 12 buah Su-33, 5 buah Su-25 UTG/UBP, 4 buah hlikopter Kamov Ka-27LD32, 18 buah Kamov Ka-27PLO, dan 2 buah Kamov Ka-27S. Kapal yang mampu berlayar selama 45 hari nonstop dengan jarak tempuh 7.100 km ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 32 knots.

Invincible-class, Kapal Induk dari Britain

Invincible-class merupakan kapal induk atau aircraft carrier milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang mulai bertugas sejak tahun 1980. Kapal induk kelas Invincible ini mempunyai tiga anggota keluarga yaitu ; HMS Invincible (R05), HMS Illustrious (R06), dan HMS Ark Royal (R07) dari 3 serangkai keluarga Invincible yang masih bertahan dan di gunakan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris adalah HMS Illustrious (R06), dan HMS Ark Royal (R07)sedangkan untuk HMS Invincible (R05) yang mulai diproduksi sejak 20 Juli 1973 dan selesai 8 Mei 1977, sudah pensiun dan masuk gudang sejak 3 Agustus 2005 yang lalu. Sedangkan untuk saudaranya yang lain seperti HMS Illustrious (R06) yang mulai di produksi 7 Oktober 1976 dan selesai 1 Desember 1981, sejak pertama kali bertugas pada 20 Juni 1982 masih bertugas hingga kini. Demikian halnya dengan HMS Ark Royal (R07) kapal induk termuda di kelasnya ini mulai di produksi sejak 14 Desember 1978, selesai 2 Juni 1981, dan bertugas di Royal Navy mulai 1 November 1985.

Dengan dukungan 4 buah turbin gas jenis Rolls-Royce Olympus dan 8 buah generator diesel jenis Paxman Valenta, Invincible yang mempunyai berat total 20.700 ton dan panjang 209 m serta lebar 36 m ini, mampu melaju hingga kecepatan 28 knot dengan jarak tempuh 13.000 km. Seperti halnya aircraft carrier yang lain kapal induk ini juga mempu membawa sekitar 20 lebih pesawat termasuk di dalamnya, 16 pesawat Harrier dan Sea Harrier serta 6 helicopter Sea King plus lebih dari 1.500 kru/penumpang. Untuk urusan persenjataan Invincible-class, terbilang irit dengan hanya menggunakan 2 buah meriam anti pesawat kaliber 20 mm dan 3 buah close-in weapons systems dari jenis Phalanx CIWS untuk HMS Ark Royal (R07) sedangkan 2 saudaranya yang lain HMS Invincible (R05), dan HMS Illustrious (R06), menggunakan CIWS dari jenis Goalkeeper.

HTMS Chakri Nareubet, Kapal Induk Dari Negri Gajah Putih (Thailand)

HTMS Chakri Nareubet di buat oleh galangan kapal Izar atau Bazan yang sekarang telah berubah menjadi Navantia, galangan kapal ini dimiliki pemerintah Spanyol. Chakri Nareubet dibuat dengan mengadopsi model kapal induk milik Spanyol yang pernah ada sebelumnya yaitu Principe de Asturias. kapal induk pesananThailand ini proses pengerjaannya memakan waktu 38 bulan terhitung sejak tahun 1994 hingga 1996, dan di serahkan kepada AL Thailand tahun 1997. HTMS Chakri Nareubet mengemban fungsi sebagai sebagai kapal yang berpatroli untuk mengawasi Zone Ekonomi eksklusif (ZEE) selain juga berperan sebagai kapal search and rescue (SAR).


Sebagai kapal yang termasuk dalam kategori kapal induk terkecil diantara kapal induk lain yang ada di dunia, Chakri Nareubet masih sanggup untuk membawa 6 buah pesawat AV-8S Harriers, dan 4 buah helikopter S-70B Seahawks. Dengan panjang 182.6 meter dan berat total mencapai 11.486 ton, Chakri Nareubet mampu berlayar hingga kecepatan 26.2 knot dengan jangkauan jelajah hingga 10.000 mil laut. Untuk masalah persenjataan kapal induk ini dilengkapi dengan senapan mesin kaliber 12.7 mm sebanyak 2 buah, sedang untuk penangkis serangan udara ada 2 buah peluru kendali jenis Mistral. Chakri Nareubet yang ditebus oleh pemerintah Thailand dalam kondisi baru dengan harga Us$ 175 juta ini, memakan biaya yang tidak sedikit dalam setiap kali bertugas, sehingga sejak krisis ekonomi mendera negara-negara asia beberapa tahun yang lalu, kapal induk pertama dan satu-satunya di kawasan asia tenggara ini lebih banyak berlabuh di pangkalan.

Yamato (大和) Monster Laut Jepang

Yamato (大和) adalah kapal tempur Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II, sekaligus kapal utama dalam Armada Gabungan Jepang. Nama kapal ini diambil dari nama Provinsi Yamato. Sebagai kapal pertama dalam kelasnya, Yamato bersama kapal sekelasnya, Musashi merupakan kapal tempur terbesar dan terberat yang pernah dibangun. Berat kapal dengan muatan penuh 72.800 ton, dan dipersenjatai dengan sembilam meriam utama kaliber 46 cm (18,1 inci). Kapal ini dibangun dari 1939 hingga 1940 di Arsenal Angkatan Laut Kure, Prefektur Hiroshima, dan secara resmi mulai ditugaskan pada akhir 1941. Sepanjang tahun 1941, Yamato dijadikan kapal pemimpin yang dinaiki Laksamana Isoroku Yamamoto. Kapal ini pertama kali berlayar sebagai anggota Armada Gabungan selama Pertempuran Midway Juni 1942. Selama tahun 1943, Yamato secara terus menerus dipindah-pindahkan dari Truk ke Kure, dan lalu ke Brunei untuk menghindari serangan udara Amerika Serikat terhadap pangkalan militer Jepang. Yamato hanya pernah sekali menembakkan meriam utama ke sasaran musuh. Kesempatan itu diberikan kepadanya pada bulan Oktober 1944, namun Yamato segera diperintahkan pulang setelah serangan dari kapal perusak dan pesawat-pesawat tempur dari gugus tugas kapal induk pengawal “Taffy” berhasil menenggelamkan tiga kapal penjelajah berat dalam Pertempuran Lepas Pantai Samar. Yamato karam bulan April 1945 dalam Operasi Ten-Go.

 

 

Yamato dan Musashi adalah kapal tempur kebanggaan AL Jepang (Imperial Japan Navy), keduanya adalah kapal tempur paling besar dan paling kuat sepanjang sejarah yang pernah dibuat manusia, dengan bobot hingga mencapai 71.659 ton – 72.800 ton. Kapal tempur paling besar milik Amerika (Iowa class) cuma 45.000 ton. Dan kapal tempur Jepang ini dilindungi oleh baja yang tebal, antara 200 mm hingga 650 mm. Sering sekali orang tidak mengira bahwa orang Jepang yang pada waktu perang dunia kedua rata-rata bertubuh kecil justru memiliki kapal tempur terbesar di dunia, dengan meriam yang paling besar yang pernah dipasang di kapal tempur pula.Yamato dan Musashi sering dinamakan super battleship dan monster battleship oleh pihak sekutu, Inggris yang waktu itu terkenal akan kekuatan Navynya bahkan tidak mempunyai satupun kapal yang setara dengan Yamato dan Musashi.


Pembangunan lunas Yamato dimulai 4 November 1937 di Arsenal Angkatan Laut Kure dengan memakai galangan kapal yang didesain secara khusus. Pembangunan kapal ini dirahasiakan. Kain berukuran besar menghalangi pemandangan sewaktu kapal ini dibagun di galangan kapal Kure. Kapal ini sangat besar, sehingga perlu dirancang dan dibuat kran gantri (alat angkat) yang masing-masing dapat mengangkat muatan 150 ton dan 350 ton. Yamato diluncurkan 8 Agustus 1940 di bawah pimpinan Kapten (kemudian naik pangkat sebagai Laksamana Madya) Miyazato Shutoku.


Operasi Ten-Go yang dimulai 6 April 1945 adalah misi bunuh diri di lepas pantai Okinawa yang dilakukan secara sengaja oleh Yamato dan sembilan kapal pengawalnya. Ketika berangkat dari Kure, Yamato direncakan untuk dikandaskan di pantai Okinawa, dan bertugas sebagai stasiun tempur yang tidak tertenggelamkan. Meriam-meriam berat kaliber 18,1 inci menurut rencana akan dipakai untuk melakukan bombardemen ke pasukan Amerika Serikat yang berada di Okinawa. Yamato hanya membawa bahan bakar cukup untuk sampai ke Okinawa. Persediaan bahan bakar yang ada memang sudah tidak cukup untuk mengantarkan Yamato ke Okinawa dan pulang kembali ke Kure.Ketika berlayar di Selat Bungo, Yamato dan kapal-kapal pengawalnya dipergoki oleh kapal selam Amerika Serikat USS Threadfin dan USS Hackleback. Keduanya melapor ke Gugus Tugas 58 tentang posisi Yamato.

 

Pada pukul 12.32 tanggal 7 April 1945, Yamato menyambut serangan gelombang pertama yang terdiri dari 280 pesawat dari Gugur Tugas 58, terkena tiga kali (dua bom, satu torpedo). Pada pukul 14.00, dua kapal pengawal Yamato tenggelam. Tidak lama kemudian, Yamato dan kapal-kapal pengawal yang tersisa menjadi sasaran serangan gelombang kedua yang terdiri dari 100 pesawat. Pada pukul 14.23, setelah dihantam 10 torpedo dan kejatuhan 7 bom, ruang amunisi Yamato meledak. Asap ledakan membubung setinggi 6,4 km dan dapat dilihat dari Kyushu yang berjarak 160 km dari lokasi tenggelamnya Yamato. Sejumlah 2.498 awak dari total 2.700 awak Yamato dinyatakan hilang, termasuk komandan armada Laksamana Madya Seiichi Itō.

————————————————————————————————————————————————————————
Berat benaman 65.027 ton
71.659 ton (muatan penuh)
Panjang 256 m (permukaan air)
263 m (keseluruhan)
Lebar 36.9 m
Draught 11 m
Tenaga penggerak 12 Kampon boiler penggerak 4 turbin uap
• 110 MW (150,000 shp)
• Empat propeler 3-bilah.
Kecepatan 50 km/jam (27 knot)
Jarak tempuh 7.200 mil laut (13,334 km) pada 30 km/jam (16 knot)
Awak kapal 2,500–2,800
Persenjataan 1941
9 × 46 cm (18,1 inci) (3×3)
12 x 155 mm (6,1 inci) (4×3)
12 × 127 mm (5 inci)
24 × 25 mm senjata antipesawat (8×3)
4 × 13,2 mm AA (2×2)
1945
9 × 46 cm (18,1 inci) (3×3)
6 × 155 mm (6,1 inci) (2×3)
24 × 127 mm (5 inci)
162 × 25 mm senjata antipesawat (52×3, 6×1)
4 × 13,2 mm AA (2×2)
Pesawat 7 (2 ketapel)