Denel Rooivalk

Proyek Rooivalk dimulai pada awal 1984 di bawah naungan Atlas Aircraft Corporation, pendahulu dari Denel Aviation. Dihadapkan dengan sifat Perang  yang semakin konvensional Perbatasan Afrika Selatan, Angkatan Pertahanan Afrika Selatan mengakui perlunya sebuah helikopter serang yang berdedikasi tinggi.

Atlas XH-1 Alpha adalah prototipe pertama yang muncul dari program ini. Dikembangkan dari badan pesawat Aérospatiale Alouette III , mempertahankan komponen mesin helikopter yang  dinamis, tetapi mengganti kokpit asli dengan kursi tandem dimana yang satu kursi agak maju, menambahkan 20 mm meriam di hidung pesawat dan mengkonversi undercarriage untuk konfigurasi ekor-Dragger. XH-1 pertama kali terbang pada tanggal 3 Februari 1985. Hasil akhirnya cukup baik untuk meyakinkan Atlas dan Saaf bahwa konsep itu layak, membuka pintu untuk pengembangan Rooivalk lebih lanjut.

Selama pembangunan Rooivalk, diputuskan untuk mendasarkan pesawat pada komponen dinamis dari Aérospatiale Super Puma, sebuah helikopter yang lebih besar dan lebih kuat. Komponen ini sudah digunakan pada Atlas Oryx, upgrade lokal dan modifikasi dari Aérospatiale Puma.

File:Denel Rooivalk flying 2006.jpg

Desain

Rooivalk membawa berbagai senjata untuk keperluan berbagai misi. Dilengkapi dengan lubang hidung meriam 20 mm dan juga dapat membawa rudal udara-ke-udara, rudal anti-armor dan roket terarah. Rooivalk ini memiliki sistem pengendalian kebakaran untuk target akuisisi dan pelacakan serta sistem navigasi canggih menggunakan radar Doppler dan GPS.

Fitur utama meliputi kokpit tandem, rotor ekor  sebelah kanan dengan  penutup tailplane , fixed roda undercarriage serta pemotong kawat atas dan di bawah kokpit dan di bawah mobil.

Berikut jenis misi yang bisa dilakukan Rooivalk: Reconnaissance, heliborne pengawalan, dukungan udara jarak  dekat, penetrasi mendalam dan anti-baja.

File:Rooivalk Ysterplaat.JPG

General characteristics

  • Crew: 2 (pilot & weapon systems officer)
  • Length: 18.73 m[15] (61 ft 5 12 in)
  • Rotor diameter: 15.58 m (51 ft 1 12 in)
  • Height: 5.19 m (17 ft 0¼ in)
  • Disc area: 190.60 m2 (2,052.1 sq ft)
  • Empty weight: 5,730 kg (12,632 lb)
  • Loaded weight: 7,500 kg (16,535 lb)
  • Max. takeoff weight: 8,750 kg (19,290 lb)
  • Powerplant: 2 × Turbomeca Makila 1K2 turboshafts, 1,420 kW (1,904 shp) each
  • Internal fuel capacity: 1,854 L (489.8 US gallons)

Performance

  • Never exceed speed: 309 km/h (167 knots, 193 mph)
  • Cruise speed: 278 km/h (150 knots, 173 mph) at sea level (max cruise)
  • Range: 740 km (380 nmi, 437 mi) at sea level(max internal fuel)
  • Ferry range: 1,335 km (720 nmi, 829 mi) at 1525 m (5,000 ft) (max external fuel)
  • Service ceiling: 6,100 m (20,000 ft)
  • Rate of climb: 13.3 m/s (2,620 ft/min)

Armament

  • 1 × F2 20 mm cannon, 700 rounds
  • 8 or 16 × Mokopa ZT-6 long-range anti-tank guided missiles (ATGM),
  • 4 × MBDA Mistral air-to-air missiles,
  • 38 or 76 × 70 mm folding fin aerial rockets (FFAR)

Data dan Fakta

Role Attack helicopter
Manufacturer Denel
First flight 15 January 1990[citation needed]
Introduction 1 April 2011
Status In service
Primary user South African Air Force
Produced 1990-2007
Number built 12
Unit cost $40 million (2007, estimated)[1]
Developed from Aérospatiale Puma

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: