Brigade Gurkha – Pasukan Asing Inggris yang Berani dan Tangguh

Orang Gunung yang Mematikan

Sebagai pasukan tempur yg menjadi andalan Kerajaan Inggris, Gurkha memiliki segudang kemampuan layaknya pasukan khusus. Karena berasal dari wilayah pegunungan, mereka menjadi andalan Inggris utk bertempur di hutan dan gunung.

Kendati sudah terbiasa menggunakan Kukri yg merupakan simbol nasional Nepal, bukan berarti lalu dianggap sudah mumpuni. Pada amsa pelatihan mereka tetap mendapatkan teknik penggunaan Kukri yg diajarkan para pemakai senior. Teknik yg diajarkan adalah bagaimana memanfaatkan senjata tajam sebagai wahana utk pertempuran satu lawan satu, senjata penyergap senyap dan pelatian penggunaan Kukri pada bagian tubuh lawan yg paling mematikan. “When the ammunitions runs out we still use them,” kata seorang Gurkha di Macedonia seperti dikutip BBC News 20 September 1999.

Kehadiran Gurkha dlm sebuah kawasan yg tengah dilanda konflik biasanya mengundang perhatian tersendiri. Maklum, keberanian prajurit Gurkha di medan tempur sudah terkenal di seantero jagat. Gurkha diakui mempunyai nilai penggentar yg tinggi. Kehadirannya mampu menciutkan nyali musuh maupun counterpartnya. Apalagi dgn Kukri berukuran besar terselip di pinggang mereka, lengkap sudah show of force Gurkha. Namun begitu Gurkha jg dikenal sebagai tentara periang. Jika bertemu anak-anak saat bertugas, mereka tak segan-segan membagi permen atau coklat.

Dalam situasi apapun mereka bisa bergurau dan tampil ramah. Namun ketika desingan peluru mulai mengusik keceriaan, mereka dlm sekejap bisa berubah bak singa lapar. Berprofesi sebagai tentara merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang Gurkha. Profesi ini membuat mereka mempunyai gaji dan bisa bepergian ke daerah yg jauh secara gratis. Apalagi setelah bertugas tiga tahun mereka mendapat cuti liburan istimewa. Pulang naik pesawat kelas bisnis, diantar sampai kampung halaman dgn bus eksekutif. Setelah usai bertugas jg mendapat uang pensiun.

 

Mendukung SAS

Secara umum, Inggris mengincar personel Gurkha utk pasukan infanteri. Alasan bakat alami seperti daya tahan fisik yg sangat tangguh dan kuat berjalan, merupakan pertimbangan utama. Kemampuan alami itu mereka peroleh berkat kebiasaan membawa beban berat naik-turun pegunungan Himalaya. Orang-orang Gurkha bahkan dikenal sebagai porter para pendaki gunung yg paling tangguh, jauh sebelum tentara Inggris mengenal mereka.

Karena yg dibutuhkan Inggris adalah pasukan Gurkha, yg memiliki banyak kemampuan, mereka pun kemudian terbagi dlm unit-unit dgn kemampuan khusus. Seperti kemampuan airborne (Gurkha Parachute Units), kemampuan teknik (The Queen’s Gurkha Engineer), komunikasi (The Queens Gurkha Signals), transportasi (The Gurkha Transpot Regiment) dll. Berkat kemampuan khusus yg dimiliki, dlm setiap operasi tempur Gurkha biasanya bertugas bersama pasukan khusus Inggris, SAS.

Gurkha Parachute Units sudah terbentuk sejak lama dan memiliki 2 batalion. Yaitu 153 Gurkha Parachute Battalion dan 154 Gurkha Parachute Battalion. Sewaktu PD II unit ini digabungkan menjadi The 2nd Indian Airborne Division. Pasukan ini terlibat pertempuran seru melawan Jepang di kawasan Malaya. Selain kemampuan bertempur lewat udara, unit ini jg mempunyai kemampuan mencari jejak, medis, dukungan senjata, SAR, dan komando. Agar kemampuan Parachute Units tetap prima, mereka mendapat latihan rutin kendati sedang dlm kondisi tdk perang.

Pasukan Gurkha yg berada dlm batalion teknik, komunikasi dan transpor merupakan pendukung bagi semua pasukan infanteri maupun airborne yg sedang bertugas. Dukungan yg diberikan tak hanya mencakup unsur logistik, komunikasi dan pengangkut pasukan saja, tapi jg tempur. Oleh karena itu, dlm setiap pertempuran, ketika pasukan infanteri dan airborne sudah turun ke gelanggang, pasukan Gurkha lainnya siap memberikan dukungan. Berupa tembakan artileri, antitank dan antipesawat.

Dgn demikian jika sudah terjun ke medan tempur, unit-unit Gurkha bisa bertempur bahu-membahu dgn unit-unit non Gurkha lainnya. Dengan kata lain mereka bukan hanya berfungsi sebagai ujung tombak saja.

Kerjasama erat dan akrab antara pasukan Inggris dan Gurkha sudah berjalan selama berpuluh tahun. Gurkha sendiri menganggap militer Inggris sebuah keluarga besar. Sebaliknya, tentara Inggris jg menaruh hormat yg sangat tinggi terhadap prajurit dari pedalaman Himalaya yg sangat loyal itu. Saat bertugas, hubungan akrab terlihat pada inisiatif tentara Inggris, khususnya para perwira yg mau belajar bahasa Gurkha, Hindi, atau lebih sering disebut Gurkhali. Sedangkan prajurit Gurkha jg berusaha keras utk belajar tata krama dan bisa berbahasa Inggris secara lancar. Kelancaran berbahasa Inggris, bisa membuat Gurkha cepat naik pangkat.

Sebagai pasukan tempur yg menjadi andalan Kerajaan Inggris, Gurkha memiliki segudang kemampuan layaknya pasukan khusus. Karena berasal dari wilayah pegunungan, mereka menjadi andalan Inggris utk bertempur di hutan dan gunung.

Kendati sudah terbiasa menggunakan Kukri yg merupakan simbol nasional Nepal, bukan berarti lalu dianggap sudah mumpuni. Pada amsa pelatihan mereka tetap mendapatkan teknik penggunaan Kukri yg diajarkan para pemakai senior. Teknik yg diajarkan adalah bagaimana memanfaatkan senjata tajam sebagai wahana utk pertempuran satu lawan satu, senjata penyergap senyap dan pelatian penggunaan Kukri pada bagian tubuh lawan yg paling mematikan. “When the ammunitions runs out we still use them,” kata seorang Gurkha di Macedonia seperti dikutip BBC News 20 September 1999.

Kehadiran Gurkha dlm sebuah kawasan yg tengah dilanda konflik biasanya mengundang perhatian tersendiri. Maklum, keberanian prajurit Gurkha di medan tempur sudah terkenal di seantero jagat. Gurkha diakui mempunyai nilai penggentar yg tinggi. Kehadirannya mampu menciutkan nyali musuh maupun counterpartnya. Apalagi dgn Kukri berukuran besar terselip di pinggang mereka, lengkap sudah show of force Gurkha. Namun begitu Gurkha jg dikenal sebagai tentara periang. Jika bertemu anak-anak saat bertugas, mereka tak segan-segan membagi permen atau coklat.

Dalam situasi apapun mereka bisa bergurau dan tampil ramah. Namun ketika desingan peluru mulai mengusik keceriaan, mereka dlm sekejap bisa berubah bak singa lapar. Berprofesi sebagai tentara merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang Gurkha. Profesi ini membuat mereka mempunyai gaji dan bisa bepergian ke daerah yg jauh secara gratis. Apalagi setelah bertugas tiga tahun mereka mendapat cuti liburan istimewa. Pulang naik pesawat kelas bisnis, diantar sampai kampung halaman dgn bus eksekutif. Setelah usai bertugas jg mendapat uang pensiun.


Tentara religius

Bagi seorang Gurkha yg tinggal di kaki Gunung Himalaya, pergi dari kampung halamannya nyaris tdk mungkin. Pertama dari segi alam memang sulit dan kedua butuh biaya besar utk melakukannya. Karena itulah menjadi tentara adalah pilihan terbaik bagi mereka. Karena hidup di ketinggian dan udara sangat dingin, mereka diakui membawa kelebihan alami yg dahsyat. Nafas dan kemampuan fisiknya berada di atas rata-rata orang kebanyakan.

Kultur Nepal dan agama yg mereka anut, Hindu campur Budha, ternyata sangat berpengaruh dlm kehidupan militer. Misalnya, pasukan Gurkha selalu mengadakan upacara religius setiap akan bertugas. Untuk upacara religius mereka bisa bersikeras memintanya. Sebagai contoh, ketika Raja Nepal Birendra terbunuh oleh konflik keluarga sendiri. Seluruh pasukan Gurkha di Inggris mengadakan upacara utk menunjukkan rasa duka dan cinta mereka kepada keluarga Raja dgn cara menaruh bunga di senjata masing-masing. Bunga-bunga itu lalu dikumpulkan melalui ritual tertentu.

Sesuai keyakinan yg dianut, Gurkha pantang makan daging binatang, kecuali dalam keadaan yg sangat terpaksa. Itu pun harus melalui ritual tertentu. Oelh karenanya saat berada di hutan, mereka lebih suka makan buah dan daun-daunan daripada makan daging binatang. Hal penting yg dicapai dlm penggabungan Gurkha di AB Inggris disepakati pada 1947. Salah satu klausul yg disepakati dlm kesepakatan triparti antara Nepal, India dan Inggris itu adalah, Gurkha soldiers should not be used in internal conflicts like in Kosovo.

Inilah pangkal balanya. Pihak AB Inggris alfa dgn perjanjian itu. Pada 1999, AD Inggris mengirim lebih 700 Gurkha Nepal ke Kosovo yg dilanda perang saudara. Celaka lagi, sekitar 100 orang terlibat operasi berbahaya pembersihan ranjau. Sersan Balaram Rai (35) dan Letnan Gareth Evans tewas saat membersihkan ranjau NATO yg tdk meledak di sebuah sekolah di Pristina. Keduanya berasal dari 69th Gurkha Field Squadron, bagian dari 36th Engineer Regiment berpangkalan di Maidstone, Kent.

Selain mendapat protes soal pelanggaran perjanjian 1947, kejadian ini merembet kepada kesejahteraan yg pantas diterima Gurkha dari Pemerintah Inggris. Seperti tunjangan kematian atau sekolah buat keluarga yg ditinggal dan hak pensiun.

 

 

Doktrin budaya

Calon anggota Gurkha berasal dari desa-desa pedalaman yg terletak di kaki Gunung Himalaya, Nepal. Utk menjadi prajurit Brigade of Gurkha, mereka harus melalui dua cara. Pertama, mendaftar langsung ke markas British Gurkha Nepal di Pokhara dan Kathmandu atau lewat mantan anggota Gurkha. Calon yg mendaftar lewat mantan anggota Gurkha biasanya dicari sendiri oleh para eks Gurkha. Selanjutnya calon dibawa ke Pokhara guna menjalani seleksi militer.

Walau Inggris sudah merekrut prajurit Gurkha dari Nepal sejak abad ke-19, tdk pernah ada upaya menjadikan sistem pelatihan dan penerimaan secara terpusat di Brigade sejak PD II. Karena itulah kala itu penerimaan dilaksanakan di berbagai pusat pelatihan resimen di India.

Kebutuhan utk memusatkan pelatihan sebenarnya sudah mengemuka sejak akhir 1940 menyusul kemerdekaan India. Training Depot Brigade of Gurkhas (TDBG) akhirnya didirikan pd 15 Agustus 1951 di Sungai Petani, Kedah, Malaysia. Hanya saja dgn kemerdekaan Malaysia, TDBG dipindahkan ke Malaya Lines di New Territories, Hong Kong pd 1971. Di Hong Kong, pengenalan awal bahasa Inggris menjadi yg utama selain fieldcraft,drill, danweapon-handling.

Selain soal bahasa, di Hong Kong “orang-orang gunung” diperkenalkan dgn bentuk kehidupan sosial dan budaya yg berbeda. Semua ini akan menjadi bekal awal ketika mereka dikirim ke berbagai penjuru jagat. Namun dgn dikembalikannya Hong Kong kepada China, TDBG pupus sudah. Lembaga ini ditutup pd Desember 1994.

Dengan ditutupnya TDBG, pusat pendidikan memang harus terpusat. Dibentuklah Gurkha Training Wing (GTW) di Queen Elizabeth Barracks (Church Crookham) di Inggris. Pada Desember 1999, GTW dipindah ke Helles Barracks (Catterick) dan menjadi Gurkha Company, 3rd Battalion, Infantry Training Center (ITC). GTM diorganisasi dlm dua wing, A (Imphal) Wing dan B (Meiktila) Wing. Saat ini kompi diperkuat 72 staf tetap dari berbagai kepangkatan dan 230 calon Gurkha.

Ada empat tahap yg mesti dilewati seorang calon. Tahap pertama disebut Hill Selection. Seleksi Gunung dilaksanakan di berbagai lokasi di Nepal. Biasanya ada 30 pelamar di setiap lokasi. Calon potensial harus melahap tahap ini jika ingin menjajal tahap kedua. Syarat utk mengikuti tahap pertama adalah berumur 17-22 thn, tinggi badan minimal 157 cm, berat 50 kg, berbadan sehat, tanpa kaca mata, gigi sehat dan mengantongi ijazah jenjang pendidikan yg dibutuhkan. Untuk gigi diberikan keringanan utk satu-dua gigi yg tdk lengkap.

Tahap kedua, disebut Pokhara Selection Centre. Tahap ini mesti dilalui selama 3 minggu. Semua kandidat harus bisa lolos dlm ujian bahasa Inggris; matematika; fitness test meliputi tes ketahanan fisik dgn naik gunung sambil memanggul beban 70 pon, berlari sejauh 4,2 km di medan curam, sit updlm posisi tidur 45 derajat (minimal 75x per menit); initiative test dan final interview. Sedangkan kesehatan mencakup tes flu tulang, HIV/AIDS, Hepatitis B dan C.

Tahap ketiga, Basic Training di GTW Infantry Training Centre Catterick. Dilaksanakan selama sembilan bulan dgn materi terdiri dari kursus bahasa (tiga bulan), kemampuan militer dan memahami budaya Barat serta aturannya.

Akhirnya sampai tahap akhir, Passing Out. Setelah melewati berbagai pendidikan dan latihan, mereka dinyatakan lulus. Kelulusan ditandai tradisi parade pelepasan (passing out parade) dan peragaan keterampilan. Bagi prajurit berotak encer dan berotot kawat, berpotensi mengikuti dua tahap seleksi lagi utk bisa bergabung dgn Queen’s Gurkha Signals atau Queen’s Gurkha Engineers. Biasanya jumlah kelulusan sekitar 370 orang.

Selama di Inggris mereka mendapatkan pendidikan militer yg dlm materi tdk jauh berbeda dibanding yg diberikan kepada tentara Inggris asli. Kamp pelatihan Gurkha di Gurkha Training Wing berlokasi di Queen Elizabeth Barracks. Pendidikan biasanya berlangsung selama 10 bulan. Setelah mendapat pendidikan awal di GTC, mereka meneruskan ke jenjang leibh tinggi di Helles Barracks. Porsi pelatihan umumnya teknik keinfanterian. Di sinilah mereka dibagi dlm dua tim: Wing A dan Wing B.

Seperti halnya militer di daratan Eropa lainnya, fanatisme terhadap prduk dlm negeri sangatlah tinggi. Mulai dari senjata laras pendek, panjang, hingga kaliber besar seperti senapan mesin, senjata antitank, kendaraan lapis baja, dan lainnya, umumnya merupakan made in UK. Namun disela-sela seabreg persenjataan dan perlengkapan modern yg dibawa, terselip sebuah pisau yg selalu mencuri pandangan awam. Itulah Kukri, yg menjadikan Gurkha terlihat berbeda dari pasukan tempur manapun di dunia.

Awalnya Tentara Bayaran

Begitulah prajurit Gurkha dihormati dlm tradisi kemiliteran Inggris. Walau mereka berasal dari sebuah negeri di kaki puncak dunia nan jauh dari Inggris, toh soal kesetiaan dan keprajuritan Gurkha sangat disanjung. Sejarah panjang dan tradisi yg kuat, adalah sisi lain dari Gurkha yg tdk mungkin dilecehkan oleh Inggris.

Gurkha atau jg dieja dgn Gorkha, adalah org2 Nepal yg mengambil namanya pada abad delapan dari pejuang suci Guru Gorkhanath (juga dipanggil Gorkhasanatha). Guru tak lain dari 11th Century Hindu yogi yg menemukan Kanphata yogis. Muridnya Bappa Rawal yg terlahir sebagai Prince Kalbhoj lah yg menemukan distrik Mewar. Distrik ini berada di wilayah selatan pusat negara Rajashtan di barat India. Bappa Rawal selain dikenal sebagai penguasa kedelapan dari Dinasti Guhilot jg pendiri DInasti Mewar (734) di Rajputana, India. Keturunan Bappa Rawal lalu berpindah ke timur utk menemukan wilayah Gorkha yg kemudian menjadi Kingdom of Nepal.

Gurkha mengklai keturunannya dari Hindu Rajputs dan Brahmins dari India bagian utara. Distrik Mewar yg ditemukan Guru Gorkhananth inilah yg kemudian menjadi Gurkha pertama. Dikatakan jg bahwa leluhur dari keluarga kerajaan Nepal saat ini seperti halnya dinasti Rana di Nepal.

Legenda menceritakan bahwa Bappa Rawal masih muda ketika menjadi seorang pejuang suci saat melakukan perburuan di hutan Rajashtan dgn temannya. Dalam perburuan itu, Bappa Rawal yg memilih posisi di blkg menemukan seorang pejuang suci sedang bermeditasi. Ketika orang tua bernama Guru Gorkhanath itu terbangun, ia merasa terharu melihat kesetiaan Bappa Rawal. Guru lalu memberinya sebuah pedang, pedang Khukri.

Legenda ini meneruskan, bahwa Bappa mengatakan kepada pertapa itu bahwa ia dan warganya mulai saat itu ingin dipanggil Gurkha, murid dari Guru Gorkhanath. Setela menerima permintaan Bappa, sang pertapa lalu memberikan instruksi. Yaitu agar Bappa Rawal dan kelompoknya berhenti memerangi kaum Muslim yg menginvasi Afghanistan yg saat itu merupakan bangsa Hindu/Budha. Sebaliknya Guru meminta Bappa mengajak orang-orang itu memeluk agamanya.

Bappa Rawal dan Gurkha, akhirnya memang berhasil membebaskan Afghanistan (awalnya bernama Gandhar atau sekarang disebut Kandahar). Bappa Rawal dgn pasukan Gurkha jg berhasil menghentikan gerak maju tentara Islam ke anak benua India utk sementara waktu. Peristiwa ini berlangsung pada abad ke 8. Ada jg legenda menceritakan bahwa Bappa Rawal jg berusaha menaklukkan Iran dan Irak sebelum ia pensiun menjadi pertapa di kaki Gunung Meru.

Menurut sejumlah sumber, ada kekeliruan pemahaman bahwa Gurkha mengambil namanya dari wilayah Gorkha di Nepal. Karena wilayah ini memperoleh namanya justru setelah Gurkha berkuasa di area tsb. Pada awal 1500, beberapa keturunan Bappa Rawal berangkat ke timur. Di sini mereka menaklukkan sebuah kota kecil (sekarang Nepal) dan mereka namakan Gorkha sebagai penghormatan terhadap orang-orang suci pelindung mereka. Pada 1769 semasa kepemimpinan Maharaj Dhiraj Prithvi Narayan Shardev (1769-1775), dinasti Gorkha mengambil alih wilayah Nepal modern. Mereka lalu memperkenalkan agama resmi Hindu.

Gurkha War (1814-1816) adalah perang yg sekaligus mempertemukan Gurkha dgn calon tuannya, Inggris. Gurkha berperang melawan tentara darat British East India Company. Gurkha War atau dikenal jg dgn Anglo-Nepalese War adalah perang antara Inggris Raya dgn Kerajaan Nepal. Dalam perang itulah, utk pertama kali tentara Inggris bertatap-muka dgn Gurkha. Tentara Inggris sangat terkesan melihat Gurkha yg begitu berani dan tangguh. Setelah mengalahkan Gurkha dan membuat Nepal menjadi negara protektorat, Inggris mulai mendekati prajurit Gurkha. Mereka mencoba memberi jaminan dan bayaran jika Gurkha bersedia diorganisir sebagai tentara bayaran di resimen Gurkha di East India Company.

Gayung pun bersambut. Atas seizin Perdana Menteri Shree Teen Maharaja Jung Bahadur Rana, PM Rana pertama dan “Father” dari Nepal modern, jadilah Gurkha tentara bayaran pd 1815. Hanya saja Gurkha “asli” dari Rajput menolak bergabung kalau hanya akan menjadi prajurit. Mereka meminta jabatan perwira di angkatan bersenjata British-India. Kemudian dicapai kesepakatan bahwa Indo-Tibeto-Mongolian Gurkhas masuk sebagai prajurit, sedangkan Thakur/Rajput Gurkhas menjadi perwira. Salah seorang diantaranya, Narendra Bir Singh, pensiun dgn pangkat jenderal. Ia sempat menjadi ADC (aide-de-camp) Jenderal Mountbatten.

Pasukan pertama Gurkha dibentuk dari mereka yg tertangkap oleh Inggris dlm Gurkha War. 1st Nasiri, begitu namanya, membuat debut dlm perang pertama yg terhormat di Bhurtpore 1825. Aslinya bersama 1st jg dibentuk 2nd Nasiri. Hanya lalu komposisinya dikurangi setelah 15 tahun eksis.

Setelah Inggris meninggalkan India, Gurkha tetap menjadi elemen kekuatan British-Indian, baik sebagai perwira maupun prajurit. Bagaimanapun, haruslah dicatat bahwa karena percampuran genetik selama berabad-abad banyak dari orang Thakur/Rajput di Nepal terlihat seperti orang Mongol daripada orang India. Sementara banyak dari Indo-Tibetan-Mongolian Gurkhas mungkin memiliki darah Rajput seperti terlihat dari penggunaan nama Thapa.

Dlm perkembangannya, di bawah hukum internasional status Gurkha mengalami penyempurnaan. Mereka tdk lagi disebut tentara bayaran (mercenaries). Mereka justru menjadi bagian yg integral dari AD Inggris dan beroperasi dlm unit berseragam dari Brigade of Gurkha. Beberapa bagian dari aturan ini jg diterapkan terhadap Gurkha AD India.

Dlm perkembangan terkini, British Army bahkan merekrut Gurkha yg memenuhi syarat utk ditugaskan sebagai pasukan perdamaian, Gurkha Contingent. Termasuk bergabung dgn Singapore Police Force. Sementara Gurkha yg pada umumnya tdk memenuhi syarat utk British Army, digabungkan dgn pasukan India. Dari segi fasilitas, Gurkha yg bertugas di British Army jauh lebih baik.

 

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

2 Responses to Brigade Gurkha – Pasukan Asing Inggris yang Berani dan Tangguh

  1. Admin Stockist AB.294 mengatakan:

    Kalo sama prajurit Kopassus dasyat yang mana ya..?
    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: