Schwerer Gustav dan Dora – Dua Senjata Raksasa Nazi

Schwerer Gustav dan Dora adalah nama dari dua senjata artileri 80 cm K (E) raksasa yang berjalan di atas sistem rel milik Jerman dalam Perang Dunia II,  senjata ini biaanya digunakan dalam operasi-operasi pengepungan. Senjata-senjata ini dikembangkan oleh Krupp dengan tujuan untuk  menghancurkan benteng yang dilindungi  dengan kuat, baik dilindungi secara persenjataan maupun secara material, seperti benteng yang berada di sepanjang Garis Maginot yang memisahkan antara Prancis dengan Jerman. Berat  senjata ini mencapai 1.350 ton, sementara pelurunya sendiri beratnya mencapai 7 tonn (kebayang kan bagaimana cara mengoperasikannya?). Jarak “lontaran” peluru sejauh 37 kilometer (23 mil).  Jauh-jauh hari Adolf Hitler  menggadang-gadang kan  senjata ini untuk digunakan dalam perang melawan Prancis, tetapi ketika perang pecah antara Jerman dengan Perancis  ternyata senjata ini masih belum siap digunakan dalam pertempuran.  Walaupun tanpa senjata ini pasukan jerman tetap dapat mengalahkan Perancis.

Dora Si Pembunuh Raksasa

Gustav dalam sejarah layanannya, pada akhirnya digunakan oleh jerman dalam peperangan untuk menginvansi Rusia dalam pertempuran Sebastopol selama Operasi Barbarossa. Dalam pertempuran di Stalingrad jerman juga menggunakan senjata ini, dan pernah juga mau dipakai dalam memadamkan pemberontakan Warsawa (1944) namun tidak jadi, pemberontakan tersebut keburu padam sebelum Gustav sempat digunakan.  Sejarah mencatat hingga saat ini belum ada ada senjata artileri yang lebih besar dari kedua jenis senjata arteleri ini. Gustav dan Dora tercatat sebagai senjata dengan kaliber terbesar yang pernah ada  dalam sejarah artileri yang pernah digunakan dalam pertempuran, begitu pula amunisinya yang tercatat sebagai peluru artileri paling berat yang pernah dibuat oleh manusia.

Miniatur Dora

Sejarah dibuatnya Gustav dan Dora

Sebelum melakukan invasi terhadap Perancis, pasukan jerman merasa terganggu dengan keberadaan Benteng disepanjang garis Maginot, benteng ini begitu kuat dan kokoh sehingga diperkirakan akan menyulitkan pasukan jerman dalam melakukan invansi terhadap perancis. Pada tahun 1934 Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman (OKH) memesan senjata artileri yang dapat menghancurkan benteng tersebut,pabrik yang beruntung mendapatkan pesanan senjata ini pada saat itu adalah pabrik Krupp di Essen (Jerman), pabrik ini diminta untuk merancang sebuah senjata yang mampu menghancurkan benteng-benteng pertahanan Prancis di disepanjang Garis Maginot yang saat itu hampir selesai dibangun oleh perancis. perlu diketahui beton dinding benteng Maginot tebalnya mencapai 7 meter lebih dengan lapis baja setebal 1 meter.  Mau tidak mau untuk menaklukkan benteng tersebut, pasukan jerman harus membuat senjata artileri yang  mampu menembus beton setebal tujuh meter atau lapis baja setebal satu meter, dan harus di luar jangkauan artileri Prancis itu sendiri! Insinyur Krupp Dr. Erich Müller mengkalkulasikan bahwa untuk menaklukkan benteng tersebut diperluakan sebuah senjata dengan kaliber 80 cm yang menembakkan proyektil seberat 7 ton dari laras sepanjang 30 meter. Dengan stelan seperti itu, maka senjata tersebut akan mempunyai berat sekurangnya 1000 ton. Tentu saja ukuran dan beratnya tidak akan memungkinkan buat si “raksasa” dipindahkan dengan cara konvensional menggunakan jalan raya. maka dibuatlah desain Dora yang dapat berjalan diatas rel ganda kereta apai. Seperti halnya senjata rel kereta lainnya, maka satu-satunya gerakan pada laras senjata tersebut hanyalah naik-turun, dan arahnya tentu saja disesuaikan dengan arah rel kereta menuju. Krupp mempersiapkan senjata jenis ini dengan kaliber yang berbeda-beda: 70 cm, 80 cm, 85 cm, dan 1 m. Krupp membangun model percobaannya akhir tahun 1939 dan kemudian mengirimnya ke Hillersleben untuk melakukan uji coba tembakan. Masalah penetrasi juga dicoba dalam tes ini. Penembakan dengan elevasi tinggi membuat amunisi 7,1 ton yang dimuntahkannya mampu menembus beton tujuh meter plus lempengan baja setebal satu meter sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Ketika tes tersebut selesai pertengahan tahun 1940, dibuat pula “kendaraan” yang akan membawanya. Dua buah senjata langsung diorder dan uji coba tambahan kembali dilakukan tanggal 10 September 1941. Tembakan pertama di tes dengan menggunakan laras yang telah dipersiapkan. Pada bulan November 1941 laras tersebut dibawa ke Rügenwald untuk menjalani delapan kali lagi uji tembak. Kini yang digunakan adalah peledak penghancur baja yang berhasil ditembakkan sampai sejauh 37.210 meter. Senjata ini diletakkan di atas sasis yang didesain khusus, yang didukung oleh empat buah troli paralel beroda yang dipasang di atas rel. Setiap troli mempunyai 20 gandar (poros roda), sehingga totalnya ada 80 gandar (160 roda)! Krupp menamai senjata dahsyat ini sebagaiSchwerer Gustav (Gustav Berat) yang diambil dari nama direktur senior pabrik tersebut, Gustav Krupp von Bohlen und Halbach.

Sejarah Pertempuran
Pada bulan Februari 1942 dibentuklah Unit Artileri Berat (E) 672 dan langsung dikirimkan ke front Krim (Kaukasus), bersama dengan senjata super andalan mereka, Gustav. Senjata ini dikirimkan tidak utuh ngejeblag begitu saja, melainkan dalam komponen-komponen terpisah yang diangkut menggunakan 25 buah truk yang membentuk iring-iringan sepanjang 1,5 kilometer! Setelah tiba di Tanah Genting Perekop awal Maret 1942, senjata tersebut diistirahatkan karena kini adalah bagian pengerjaan rel yang memanjang sejauh 16 kilometer (10 mil) sehingga mencapai bagian utara dari Simferopol-Sebastopol (yang menjadi targetnya). Di ujung rel tersebut dibuat berbentuk semi-lingkaran untuk memudahkan Gustav dalam berputar. Pada akhir pengepungan tanggal 4 Juli, kota Sebastopol tinggal puing-puing belaka, dan 30.000 ton amunisi telah ditembakkan! Gustav sendiri telah menembakkan total 48 buah peluru, sehingga laras senjatanya telah menjadi aus (bayangkan saja, bila dijumlahkan dengan penembakan yang dilakukan pada saat tes dan pengembangan, maka laras ini telah menembakkan 250 peluru!). Ditambahkanlah laras cadangan, sementara yang pertama dikirim pulang ke pabrik Krupp di Essen untuk “pemulihan” sehingga bisa dipakai kembali.

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: