Lutwaffe’s – Pasukan Udara Yang Lauar Biasa

Walau penting, tapi kecanggihan mesin perang tak selalu jadi kartu truf buat memenangkan sebuah pertempuran. Lebih penting lagi adalah kepiawaian orang yang mengoperasikannya. Man behind the guns, begitu pepatah asing menyebutnya.

Keterlibatan Hitler dalam perang saudara di Spanyol (1936-1939) rupanya membawa hikmah bagi AU Jerman Nazi (Luftwaffe). Disini sejumlah pilot-pilot tempur muda yang dilatih secara rahasia bisa unjuk gigi dibawah bendera Legiun Kondor. Sebut saja diantaranyaLutzow, Wolfgang Schellman, Walter Oesau, Wilhelm Bathasar, Wolfgang Lippert dan Herbert Ihlefeld. Namun dari deretan nama tadi, ada satu yang dianggap paling menonjol yaitu Werner Molders.

Kala PD II pecah,  Luftwaffe dipenuhi pilot-pilot berpengalaman tempur. Mereka umumnya sudah pernah makan asam garam pertempuran udara sesungguhnya dalam perang saudara di Spanyol. Sayang, bakat dan talenta yang telah terasah tenggelam begitu saja gara-gara kekisruhan politik serta semrawutnya keputusan Berlin.

Penyandang gelar aces dengan total skor 151 pesawat lawan ini menciptakan taktik perang udara. Schwarm atau formasi tempur empat pesawat, begitulah nama taktik perang udara temuan Molders. Keunggulannya mau tak mau membuat sekutu (Inggris) menjiplak taktik serupa. Meski untuk itu, orang Inggris lantas mengubahnya dengan sebutan four-fingers formation.

Keunggulan pilot Luftwaffe tak hanya tercermin dari terobosan seni perang di udara. Urusan jumlah pesawat lawan yang berhasil dirontokkan bisa pula jadi rujukan lain. Dilingkungan Luftwaffe, seorang pilot umumnya barn kondang dikenal setelah mengantongi prestasi lebih dari 100 pesawat. Tercatat selama PD II Jerman Nazi pernah melahirkan aces terhebat sepanjang sejarah umat manusia, Eric “Bubi” Hartmann. Skor yang berhasil dikantonginya adalah 352 pesawat lawan. Prestasi ini sebagian besar diraih di Front Rusia.

Selain kepiawaian, ada satu alasan teknis yang membuat pilot-pilot Luftwaffe lebih galak menghimpun skor. Sepanjang perang mereka bertempur terus menerus tanpa mengenal kata istirahat atau libur. Sebaliknya, pilot-pilot sekutu umumnya mengambil cuti setelah merampungkan 30 hingga 40 kali misi udara.

Kemunculan pilot-pilot berprestasi pada akhirnya memang melahirkan skadron-skadron elit di lingkungan Luftwaffe. Jagdgeschwader (JG 2)Richthofen, JG 27Afrika Corps dan JG 54 Grunherz (Green Heart) merupakan contoh dari sekian banyak skadron elit Luftwaffe semasa PD H. Puncak dari semua skadron berkategori extraordinary tadi ditandai dengan kemunculan Jagdverband (IV) 44, satuan khusus penempur bermesin jet diakhir perang.

Selain satuan tempur udara, selama PD II Luftwaffe juga memiliki satuan infanteri berklasifikasi para. Pasukan payung ini diberi nama Fallschirmjager. Kiprahnya yang paling terkenal terjadi pada operasi merebut benteng Belgia, Eben Emael. Sayang prestasi ini tak berulang dalam invasi di Kreta. Pengalaman buruk itu berujung pada keputusan Hitler untuk mengistirahatkan pasukan payungnya.
Toh keputusan Fuhrer yang membuat rontok mental pasukan spesial Luftwaffe itu tak hanya berakhir sampai disitu. Saat pasukan udara sekutu mulai mengancam Berlin, kembali dedengkot Nazi ini membuat kesalahan. Jet Messerschmitt Me 262 yang aslinya dirancang sebagai pencegat disulap untuk keperluan fighter-bomber.

Ketika perang usai, balatentara sekutu sempat memergoki sekitar 3.500 pesawat tempur Luftwaffe dari beragam tipe. Dari jumlah itu, ha mpir semuanya dalam keadaan tangki bahan bakar kosong. Selama perang, antara 1 September 1939 hingga 28 Februari 1945 tercatat AU Nazi kehilangan 44.065 aircrew, 28.200 terluka dan 27.610 tertawan atau hilang.

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: