Kendaran Tempur Perang Dunia II milik Perancis

Kali ini saya akan mengulas berbagai macam kendaran tempur (khususnya kendaraan darat) yang digunakan oleh Pasukan Perancis selama Perang Dunia II. Berikut Ulasannya :

Renault FT-17

Renault FT-17  adalah tank yang berasal dan digunakan pada saat perang Dunia I, tank ini selama PD II digunakan oleh dua negara yaitu Perancis dan Jerman. Tentara Perancis menggunakan tank ini (stelah tank ini mengalami berbagai modifikas) selama perang dunia II. sedamgkam Jerman menggunakan tank in untuk digunakan sebagai kendaraan penjaga garis pertahanan belakang (tentara jerman mengambil beberapa tank ini dari pasukan perancis setetelah pertempuran Fall Gelb). Tank ini juga diproduksi secara lisensi oleh  USA (Six Ton Tank Model 1917) selama PD 1 dan kemudian oleh italy (Fiat 3000).

Technical Details

Char à canon 37 Char mitrailleur FT 75 BS FT-17 modifié 31
Crew
Crew
  • Commander
  • Driver
Physical Characteristics
Length 4 m
Width 1.85 m
Height 2.1 m
Armour
Armour (max) 45 mm
Performance
Speed (max) 19 km/h
Armament
Primary weapon 37 mm tank gun (1) 8 mm machine gun (1) 75 mm howitzer (1) 7,5 mm Reibel (1)

Line of FT-17s Good view of the size of the FT-17 Camouflaged Renault FT-17

AMR 35

AMR 35 (Automitrailleuse de Reconnaissance Renault Modèle 35) adalah tank kelas light tank, dikembangkan oleh Renault sebagai kendaraan pendukung untuk infantri. Tank ini dibuat pada tahun 1935, dan menggantikan Tank sedri sebelumnya yaitu AMR 33. Perubahan utama dari AMR 33 penggantian mesin dan memindahkannya kebagian belakang atau buritan, Serta mengganti suspensi kendaraan. AMR 35 menjadi sangat cepat setelah Renault memperkuat dengan mendesain Ulang suspensias . Suspensi baru ini dapat bekerja dengan baik pada Renault R35. Tapi bagaimanpun AMR 35 masih belum bisa diandalkan, karena tekanan yang disebabkan oleh kecpatan tinggi. Karena alasan ini, AMR 35 pembuatannya dibatalkan dalam tahun 1938, setelah sebanyak 167 kendaraan dibuat.

Beberapa variant yang pernah dibuat dari Tank ini, meliputi:

AMR 35 à mitrailleuse 13,2
Armed with the 13,2 mm Hotchkiss machine gun
ZT 2
Armed with the 25 mm SARF
ZT 3
Tank destroyer version, with a 25 mm SARF mounted in the hull
ZT 4
Tropical version, for colonial use
ADF 1
Platoon-level command version
Renault YS
Staff vehicle
Renault YS 2
Artillery observation vehicle

Selama invasi pasukan jerman di perancis, kebanyakan AMR 35s digunakan oleh tentara perancis, bersama Hotchkiss H35 sebagai senjata kavalerinya. Senjata ( senjata mesin 7.5 dan  Armour 13.2 mm) yang biasa digunakan AMR 35s tidak cukup kuat untuk mengalahkan dan menghancurkan Tank pasukan Jerman dan sering mengalami kekalahan ketika berhadapan dengan pasukan jerman. Pasukan Jerman banyak mengambil   AMR 35s, yang  mana digunakan sebagai kendaraan utama untuk tentara-tentara mereka di perancis.

Technical Details

ZT ZT à mitrailleuse 13,2 ZT 2
Crew
Crew 2
Physical Characteristics
Weight 6.5 t 7.1 t
Length 3.84 m
Width 1.76 m
Height 1.88 m
Armour
Armour (max) 13 mm
Performance
Speed (max) 55 km/h
Engine
Engine Renault 432 22 CV
Net h.p. 82
Cylinders 4
Displacement 5881 cc
Armament
Primary weapon 7,5 mm Reibel (1) 13.2 mm Hotchkiss Modèle 1930 (1) 25 mm SARF (1)

  

Hotchkiss H35

Hotchkiss H35 awalnya dirancang pada tahun 1933 untuk beroperasi berdampingan dengan SOMUA S35, tapi kontrak untuk kendaraan ini diberikan ke R35 Renault. Sebaliknya, iadiadopsi oleh kavaleri Perancis pada tahun 1936, di mana ia menggantikan AMR 35.

Untuk meningkatkan kecepatannya yang 75 hp mesin ditingkatkan menjadi 120 hp, yang membuat tank jauh lebih cepat. Hasil Upgrade ini sering disebut sebagai Hotchkiss H38 atau Hotchkiss H39, namun nama resmi semua kendaraan adalah Hotchkiss H35.

Pada tahun 1940, sebuah program untuk menggantikan senapan tank 37 mm yang pendek dengan senapan tank 37 mm yang lebih panjang dimulai, untuk meningkatkan kemampuan anti-armor nya. Pada saat Jerman menyerang, bagaimanapun  hanya komandan pleton yang memiliki senapan panjang.

Sekitar 550 Hotchkiss H35s diambil  oleh Jerman, dan digunakan untuk negara-negarayang diduduki. Kendaraan itu juga digunakan sebagai dasar untukberbagai jenis konversi tank, termasuk Marder I dan 10,5 cm le FH 18 (sf) auf Geschützwagen 39H (f) – mm 105 self-propelled howitzer yang bertempur di Normandia melawan invasi Sekutu .

Technical Details

Hotchkiss H35 Hotchkiss H35 model 39
Crew
Crew
  • Commander/gunner
  • Driver
Physical Characteristics
Weight 11 t 12.1 t
Length 4.22 m
Width 1.95 m
Height 2.15 m
Armour
Armour (max) 40 mm
Performance
Speed (max) 28 km/h 36.5 km/h
Armament
Primary weapon 37 mm SA18 (1) 37 mm SA38 (1)
Secondary weapon 7,5 mm Reibel (1)
 Profile view of a Hotchkiss H35 model 39 in German service
Model  Hotchkiss H35 Yang digunakan tentara Jerman
Hotchkiss H35 model 39 in French service
Model Hotchkiss H35 yang digunakan tentara Perancis

Renault R35

Renault R35 adalah tank Perancis yang paling banyak selama Perang Dunia 2. Ia dirancang untuk menggantikan tank Perang Dunia 1 yaitu Renault FT-17, yang telah benar-benar usang. Renault  R35 menggunakan suspensi dari tank AMR35 , untuk dapat menyelesaikan prototipe lebih cepat, Renault sebagai perancang bersaing melawan H35 Hotchkiss untuk kontrak. Sebanyak 1540 R35s Renault yang dibuat.

Ketika suspensi asli  AMR  35  terbukti terlalu lemah, sebuah tank dibangun. dan ditingkatkan, yaitu Renault R40,  Tank ini memiliki suspensi baru, dan senjata lebih kuat.

Rumania dan Polandia membeli 41 dan 50 Renault  R35s masing-masing pada tahun 1939, dan beberapa negara lain dan beberapa  koloni Prancis juga mengakuisisi RenaultR35s dengan jumlah terbatas  .

Selama invasi Jerman 1940, 843 Renault R35s diambil oleh Jerman. Sebagian besar digunakan oleh Jerman untuk tugas penjaga, atau untuk konversi sebagai self-propelled artileri dan senjata anti-tank. Beberapa juga diberikan ke Italia dan Bulgaria.Selama invasi Normandia, beberapa Renault  R35s digunakan untuk melawanpasukan Sekutu.

Technical Details

Renault R35
Crew
Crew
  • Commander/gunner/loader
  • Driver
Physical Characteristics
Weight 10.6 t
Length 4.02 m
Width 1.87 m
Height 2.13 m
Armour
Armour (max) 43 mm
Performance
Speed (max) 20 km/h
Armament
Primary weapon 37 mm SA18 (1)
Secondary weapon 7,5 mm Reibel (1)
 Inspection of a disabled Renault R35 Profile view of a Renault R35

SOMUA S35

SOMUA  S35  adalah tank yang paling ampuh dari tank Perancis pada tahun 1940, dan menjadi salah satu dari tank terbaik di Eropa Barat. Kerangka  dan persenjataan lebih lebih kurang sama dengan Kpfw Pz III dan Pz Kpfw IV Jerman,yng membedakan hanya satu saja yaitu menara yang memaksa komandan untuk tidak hanya memerintah kendaraan, tetapi juga memuat, mengarahkan dan menembakkan pistol .

Produksi dimulai pada thun 1936, dan berakhirJerman menginvasi Perancis pada tahun  1940, dengan jumlah total yang dibuat kurang lebih sebanyak 450 .

Setelah Jerman menaklukkan  Perancis, Jerman mengambil kurang lebih 300 buah bagian atas  SOMUA S35s, yang digunakan oleh berbagai unit pasukan jerman yang ditempatkan di berbagai front yang tenang, seperti Perancis dan Norwegia. Kemudian, menara SOMUA S35  juga digunakan pada bunker dan pada kereta api lapis baja, dan bagian lambung digunakan untuk tujuan pelatihan.

SOMUA S35
Crew
Crew 3
Physical Characteristics
Weight 20 t
Length 5.3 m
Width 2.12 m
Height 2.62 m
Armour
Armour (max) 55 mm
Performance
Speed (max) 41 km/h
Armament
Primary weapon 47 mm SA35 (1)
Secondary weapon 7,5 mm Reibel (1)
 SOMUA S35 in German service
SOMUA S35 yg digunakan tentara jerman
In German service, on a rail cart
In German service, on a rail cart

Char D1

 Char D1 dikembangkan oleh Renault selama tahun 1920 hinggatahun1930-an. Ini awalnya merupakan proyek modernisasi untuk tank sisa era Perang Dunia 1 yaitu Renault FT-17, yang mulai ditinggalkan.
Dirancang dengan nama kode Renault NC,  Proyek  Char D1 akhirnya berkembang menjadi sebuah desain tank yang independen. Meskipun pada awalnya hanya dilengkapi dengan dua senapan mesin, tank ini masih menjadi tank Perancis paling modern ketika produksi dimulai, dan tank yang cukup modern dengan standar kontemporer. Namun demikian ,beratnya membuatnya tidak cocok dalam peran sebagai tank infanteri, beratnya dua kali lipat dri Renault FT-17. Untuk membuat alternatif yang lebih baik, Rancangan Renault R35 dan  Hotchkiss H35  dibuat. Char D1  ini selanjutnya dilengkapi oleh Char D2 yang jauh lebih baik .

Sebanyak 150 D1s Char yang diproduksi antara 1932 hingga1935.Karena tank yang lebih modern telah tersedia, mereka sebagian besar dihapus, tank ini hanya terlibat dalam peperangan yang singkat dengan Jemana hingga bulan Juni 1940.

Technical Details

Char D1
Crew
Crew 3
Physical Characteristics
Weight 14 t
Length 5.76 m
Width 2.16 m
Height 2.4 m
Armour
Armour (max) 40 mm
Performance
Speed (max) 19 km/h
Armament
Primary weapon 47 mm SA34 (1)
Secondary weapon 7,5 mm Reibel (2)

Char D2

Char D2  merupakan kelanjutan dari pekerjaan pada Char D1 . Char D1  pada awalnya ditujukan sebagai tank infanteri ringan, tetapi berkembang menjadi sebuah tank menengah. Untuk melengkapi tank berat Char B1, diputuskan untuk lebih memodernisasi desain Char D1 . Tank yang dihasilkan adalah  Char D2, dengan kerangka besi yang di  las, mesin jauh lebih kuat, dan kemudian model ini dilengkapi dengan senapantank yang lebih kuat daripada senjata aslinya yakni  SA 34 47 mm .

Karena Char D2  adalah tank paling modern dalam jajaran tentara Perancis sampai kedatangan SOMUA S35, tank ini dugunakan secara luas hingga tiga puluhan akhir. Akibatnya, banyak tank menderita masalah mekanis. Selama invasi Jerman di Perancis, sebagian besar tank  hilang akibat kerusakan. Bahkan sebagian kecil, Char D2S  terus berjuang sampai akhir Juni 1940.

Technical Details

Char D2
Crew
Crew 3
Physical Characteristics
Weight 19.75 t
Length 5.46 m
Width 2.22 m
Height 2.66 m
Armour
Armour (max) 40 mm
Performance
Speed (max) 23 km/h
Armament
Primary weapon 47 mm SA35 (1)
Secondary weapon 7,5 mm Reibel (2)

Char D2

Char 2C

Char 2C  awalnya dipesan  selama musim panas tahun 1916, tetapi pada saat itu, hanya sedikit sekali rancang bangun yang dibuat. Tampaknya kontrak asli terutama diberikan karena nepotisme. Setelah penggunaan pertama dari tank pada bulan September tahun itu, proyek ini benar dimulai, dibantu oleh Renault, yang merancangRenault FT-17.

Pembuatannya lambat, dan pada saat perang berakhir, belum ada beberapa ptototaip yang dibuat. Beberapa tahun pasca perang, sepuluh purwarupa dibuat. Tank-tank ini tidak ditampilkan secara langsung kepada publik, melainkan, spesifikasi mereka terlalu dibesar-besarkan dan digunakan untuk meningkatkan semangat publik.

Ketika Jerman menginvasi pada tahun 1940, semua dari sepuluh prototipe dihancurkan oleh Perancis untuk mencegah penguasaan oleh jerman. Salah satunya ditemukan oleh orang Jerman, tetapi menghilang selama perang.

Technical Details

Char 2C
Crew
Crew 12
Physical Characteristics
Weight 69 t
Length 10.27 m
Width 3 m
Height 4.09 m
Armour
Armour (max) 45 mm
Performance
Speed (max) 15 km/h
Armament
Primary weapon 75 mm howitzer (1)
Secondary weapon 7,5 mm Reibel (3)
 Char 2C on a rail cart

Char B1

Setelah Perang Dunia 1, tentara Prancis ingin memodernisasi kekuatan tak mereka, termasuk pembangunan tank berat baru.  Char B1, terutama dirancang oleh Renault, adalah salah satu bentuk rancanga yang d inginkan pada awal tahun 1919. Untuk alasan ini, tak berat dibangun sebagai terobosan , kemampuan menyeberangi parit dan kuat ketika dalam pertempuran dengan musuh, sebagian besar mengabaikan kecepatan dan kemampuan manuver.

Karena Char B1  dimaksudkan untuk perang gaya parit, meriam utama, sebuah howitzer 75 mm, tidak bisa melintasi. Dalam kegunaan , tank secara keseluruhan akan ditujukan pada sasaran. Untuk alasan yang sama, kerangka besi yang kuat dengan standar kontemporer, yang di sisi lain membuatnya relatif lambat. Keputusan-keputusan desain Char B1 yang dibuat serupa dalam penampakan pada era Perang Dunia I jauh lebih besar dari Char 2C.

Menara ini dipersenjatai dengan senapan mm 47, memberikan daya tembak yang jauh lebih baik daripada kebanyakan tank Perancis lainnya, seperti  Hotchkiss  H35 dan Renault R35. Namun demikian, model persenjataan yng sama dengan SOMUA S35, menempatkan satu orang pada menara menempatkan tank pada kerugian taktis dalam melawan tank kontemporer Jerman.

Untuk meningkatkan armor tank dan kemampuan tempuran  tank, sebuah versi perbaikan, B1 bis Char dirancang. Sebanyak 34 B1 Char dan Char 369 bis B1 yang diproduksi.

Ketika Jerman menginvasi Perancis pada tahun 1940, B1 Char bis dikeluarkan untuk unit terobosan ofensif. Untuk melawan pasukan Jerman, sejumlah bis B1 Char dengan cepat digunakan bersama-sama, dan digunakan melawan Jerman. Sementara rangka besiyang tebal membuat mereka hampir kebal terhadap senjata api anti-tank Jerman, kurangnya kecepatan dan kemampuan manuver membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi Jerman.

Jerman mengambil 161 Char B1 bis, yang terutama digunakan untuk tugas penjaga. 60 buahdiubah menjadi tank penyembur api, dan 16 buah diubah menjadi self-propelled artileri.

Technical Details

Char B1 Char B1 bis
Crew
Crew 4
Physical Characteristics
Weight 28 t 31.5 t
Length 6.37 m
Width 2.46 m
Height 2.79 m
Armour
Armour (max) 40 mm 60 mm
Performance
Speed (max) 28 km/h 25 km/h
Armament
Primary weapon
  • 75 mm ABS SA35 (1)
  • 47 mm SA34 (1)
  • 75 mm ABS SA35 (1)
  • 47 mm SA35 (1)
Secondary weapon 7,5 mm Reibel (2)
 Char B1 bis in German service
Char B1 bis in German service
Knocked out Char B1 bis
Knocked out Char B1 bis

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: