V1, V2 dan V3 – Senjata-senjata Pembalasan Jerman

Jerman melakukan penelitian untuk pengembangan senjata rahasia mulai tahun 1930-1942.

Ilmuwan roket Jerman memiliki dua proyek penelitian tidak resmi “on the drawing board” pada awal tahun 1930: yaitu  sebuah “pesawat tanpa pilot” atau “bom robot”, dan sebuah roket jarak jauh.Nazi cukup terkesan untuk memberikan pemimpin mereka Werner von Braun sebuah pangkalan uji coba roket di Peenemunde di pantai Baltik. Tahun 1937 kedua proyek sedang dikembangkan oleh pemerintahan Nazi Jerman.

V2

Test firing a V2 at Peenemunde, safely out of range of British bombers until the later part of the war

Peenemunde

The long distance rocket on a mobile launcher, being lifted to vertical position before firing

Kurang  Mendesak
Pada tahun 1940 tampaknya Jerman hampir memenangkan perang – ada sedikit urgensiuntuk senjata baru. Inggris berdiri sendirian – tetapi menolak untuk dikalahkan. Nazi berusaha untuk menghancurkan perlawanan pesawat-pesawat tempur RAF dalam Pertempuran Battle of Britain, mereka mencoba mematahkan perlawanan inggris denngan cara menghujani kota-kota inggris dengan bom “Blitz” . Keduanya menyebabkan kerusakan yang mengerikan, walau bagaimanapau upaya Nazi untuk mengalahkan inggris tetap gagal. rencana Operasi Sealion Jerman untuk menginvasi Inggris, dibatalkan.

Saat itulah Hitler memberikan prioritas utama untuk proyek roket jarak jauh. Ribuan orang dikirim untuk bekerja di Peenemunde – kebanyakan dari mereka buruh paksa.Test-menembakkan roket versi baru keempat dimulai pada Maret 1942, dan peluncurankeempat di Oct.1942 berhasil. Ketika Hitler mendengar berita itu dia memerintahkan untuk membuat roket jarak jauh secara besar-besaran, dan membangun bungker beton untuk meluncurkan roket di Pas-de-Calais.

Pengembangan bom robot V1 1942-43

Hitler juga berwenang dan bertanggung jawab penuh terhadap  pekerjaan pembangunan “pesawat tanpa pilot” pada bulan Juni 1942. Pengemabngan bom robot V1 di atas kertas terlihat ideal, mengingat hambatan dan kekurangan yang mengganggu upaya perang Jerman – itu dibangun dari kayu lapis dan baja lembaran, sehingga tidak menggunakan aluminium yang langka, melainkan dibakar dengan bensin kelas  rendah untuk memberikan tenaga penerbangan; hanya butuh 500 orang-jam untuk memproduksi (tidak termasuk bahan peledak dan autopilot).

Dalam uji coba didapati masalah pada kerja pesawat. Ketika dilakukan percobaan roket langsung menabrak. Akhirnya ada seorang pilot perempuan pemberani mengajukan diri untuk menjadi relawan terbang terbang seorang diri  (dengan kontrol darurat) untuk melihat apa yang tidak beres. Dia menemukan bahwa autopilot menanggapi dengan salah untuk melintasi udara – pada bulan Mei 1943 V1 dimodifikasi dan dapat bekerja dengan OK.

V1

V1 rocket in flight

V1 factory

V1 rockets being assembled in an underground assembly-line factory

V1 launch

V1 rocket launching ramp – speedily erected, but easily spotted from the air

1944: meluncurkan V1S dari Northern Perancis
Pada musim semi 1944 perang sedang memburuk untuk Jerman. V1 pertama “doodlebugs” tidak diluncurkan sampai Juni 13 – beberapa hari setelah pendaratan D-Day. Alat peluncur jerman yang disembunyikan didalam hutan mudah diketahui oleh sekutu sehingga dengan mudah nya di bom oleh sekutu. Pasukan jerman segera memindahkan alat peluncur mereka ke daerah sekitar Pas-de-Calais.

Hampir sebanyak 9.250 V1 yang telah ditembakkan tke kota London, tapi kurang dari 2.500 mencapai target mereka.  sekitar 2.000 V1 dapat  dihancurkan oleh tembakan anti-pesawat inggris; 2.000 oleh pesawat tempur, dan hampir 300 berigade balon.

Roket Jarak Jauh V2 yang Menakutkan
Roket V2 adalah roket  jarak jauh yang paling ditakuti. Beberapa bulan sebelum roket ini diluncurkan . sejak tahun 1943, dua pelindung berat alat peluncur  roket ini telah dibangun dekat St-Omer: pelindung “blockhaus” di Eperlecques dan La Coupole.  Tempat pembuatan roket ini terdiri system jaringan suplai yang rumit, tentara jerman menggunakan para tahanan penjara untuk merakit mekanisme ini, yaitu senjata yang paling ditakuti dalam perang dunia 2. Dari Jerman mereka kemudian membawanya dengan kereta api ke Perancis untuk kemudian diluncurkan menghantam kota London dan skitarnya. Rocket V2 membawa kurang lbih 2000 lbs bahan peledak, dan hanya membutuhkan waktu 4 detik untuk mencapai sasaran dari ketinggian 3500 mph. ini sungguh senjata yang menakutkan karena darang dari langit tanpa peringatan. Tidak seperti Roket “doodlebug: V1s roket V2 tdak bisa dipantau baik dari bawah pesawat sekalipun.

Pangkalan Peluncur Roket V2 – tidak pernah digunakan

Selama tahun 1943-94 pasukan sekutu melakukan pengeboman dengan target tempat peluncuran roket V2 dan jaringan kereta api pengangkut suplai roket V2, pengeboman dilakukan oleh sekutu guna menghambat pencapaian pembangunan dan peluncuran roket V2. Ketika masa roket V2 telah siap diluncurkan (September 1944) pasukan sekutu berhasil merebut pangkalan  peluncuran yang belum selesai d utara perancis. Mengetahui hal itu sgera pasukan Jerman memindahkan alat peluncur mereka ke Belanda dan berencana menembakkan skitar 1000 roket V2’s melawan London dengan kesuksesan rata-rata 50 %. Selain kota London target sasaran dari roket v2 ini adalah juga termasuk kota Lille, arras, Cambrai, dan Brussels.

Senjata Senapan laras Panjang “Harapan Terahir” V3

V3, senjata pembalasan ketiga, terdiri dari waduk proyektil roket kecil yang ditembakkan dari sebuah meriam bawah tanah dan mampu mencapai London dari pesisir utara Peranciscpada kecepatan 1500 meter per detik.

V3 bisa digunakakan untuk menembakkan gelombang serangan sebanyak 300 roket dalam satu jam , tapi V3 juga ditinggalkan belum selesai karena pasukan Sekutu merebutnya setelah D-Day. Kedua basis V2 dan V3 menjadi sasaran serangan bom berat milik sekutu dengan nama bom “Tallboy” – sebuah bom khusus yang dikembangkan khusus untuk menembus beton tebal dari basis peluncuran V3.

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: