Sniper JEPANG Dalam Perang Dunia II

Kita sudah sering membaca dalam sejarah perang Pasifik, maupun melihat di film-film perang seperti Wind Talker dan Thin Red Line bahwa disetiap medan, gerak maju ribuan pasukan Amerika yang bersenjata lengkap selalu dihambat oleh beberapa orang sniper Jepang saja. Walaupun tidak ada catatan resmi mengenai sniper-sniper Jepang, pasukan Amerika mencatat mereka sebagai sniper yang mahir dalam kamuflase , tangguh, cerdik dan fanatik .

Mereka memakai helm yang khusus diberi kawat-kawat untuk memasang daun-daunan, mereka juga menggunakan cadar kelambu hijau untuk menutupi bahu dan kepala agar wajah mereka yang berkulit terang tidak terlihat (kelambu hijau ini kini menjadi salah satu perlengkapan kamuflase standard sniper berbagai negara) . Salah satu taktik favorit sniper Jepang adalah bersembunyi diatas pohon, untuk itu mereka memakai sepatu “Ninja” yang mempunyai tempat jempol terpisah, agar memudahkan mereka memanjat pohon (sepatu ini dapat dilihat di Museum Satrya Mandala). Untuk mengatasi gangguan para sniper Jepang ini, pasukan Amerika memberondong setiap pohon yang dicurigai sebagai tempat sembunyi sniper dengan senapan mesin bahkan dengan meriam anti tank 37 mm yang berpeluru sembur.

Para sniper Jepang menggunakan senapan sniper Arisaka Meiji Type 97 kaliber 6,5 mm kemudian diganti dengan Type 99 kaliber 7,7 mm . Senapan ini memiliki monopod (kaki tunggal) yang dapat dilipat dan telescope dengan pembesaran 4X (banyak sniper Jepang yang tidak mendapat telescope bagi senapan mereka.

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: