SEJARAH PARA SNIPER DI SELURUH DUNIA DARI ZAMAN KE ZAMAN (Bag. 2)

1910
Istilah “Sniper” untuk pertama kalinya dipakai sebagai istilah militer resmi bagi penembak runduk oleh AD Jerman . Pencipta satuan sniper dengan standard kwalifikasi, doktrin dan organisasi seperti yang kita kenal sekarang adalah tentara kerajaan Jerman sebelum Perang Dunia ke 1. Jerman pulalah yang untuk pertama kalinya menciptakan senapan khusus untuk sniper, bahkan mereka juga membuat peluru khusus untuk senapan tersebut. Senapan khusus sniper ini dibuat berdasarkan senapan Mauser Gewehr 1898 (Gew.98) mm yang kaliber 7,92 mm yang khusus di “tune up” agar sangat tepat tembakannya dan dipasangi telescope pembidik

Perang Dunia I (1914-1918)
Tingginya korban tentara Inggris yang tewas dengan luka dikepala atau didada, membuat AD Inggris sadar akan kehadiran para sniper Jerman ; hal ini memaksa mereka mencari akal dan bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini .Lord Lovat, seorang bangsawan Skotlandia yang juga perwira AD Kerajaan Inggris segera membentuk resimen Lovat Scout’s Sniper dan merekalah yang pertama kali menggunakan Ghillie Suit (pakaian yang digunakan sniper agar mereka tampak seperti semak-semak) dalam perang.Ghillie Suit mula-mula digunakan oleh para jagawana Skotlandia yang bertugas menangkap para pencuri dan pemburu liar satwa langka yang dilindungi pemerintah di cagar alam Skotlandia .Para Scout Sniper ini sangat mahir dalam kamuflase dan sangat baik dalam mengintai gerak- gerik pasukan musuh, sayangnya kemahiran menembak mereka kurang dimanfaatkan oleh Inggris .

Rekor sniper tertinggi dalam Perang Dunia I
dipegang oleh Francis Pegahmagabow dari AD Kanada yang berhasil menghabisi 378 orang prajurit musuh . Ia menggunakan senapan Ross Mk.3 kaliber .303 (7,7 mm) kemudian Rifle No.3 Mk. I kaliber 7,7 mm .
Billy Sing (Australia)
Sebelum Perang Dunia 1 , William Edward (Billy)Sing adalah juara berburu kangaroo dari Clermont,Queensland, Australia dan pada bulan Mei 1914 ia salah satu prajurit Resimen Berkuda Ringan ke 5 Australia yang tiba di Gallipoli, Mesir,tempat pertempuran terbesar antara pasukan Sekutu dengan pasukan Turki dalam Perang Dunia 1. Billy dan Ion “Jack” Idriess yang menjadi pengamatnya menempati bukit kecil yang bernama Pos Chatam , dipos inilah karir Billy sebagai top sniper dibangun .

Mereka berdua mempersiapkan segala keperluan mereka sebelum fajar dan tak pernah meninggalkan pos mereka sampai dengan matahari terbenam . Dengan demikian pada siang harinya tak ada satu gerakanpun yang terlihat pada pos ini dan sekitarnya . Disini Billy dan Jack dengan penuh kesabaran berdiam diri tak bergerak, sampai ada tentara Turki yang lengah . Tiap hari korban di pihak Turkipun berjatuhan dan ini membuat mereka ketakutan karena asal tembakan sniper Australia tsb. tak pernah diketahui . Rekor harian Billy yang tertinggi mencapai 9 orang dalam 1 hari . Pasukan Turki tidak tinggal diam dan segera mengirim top snipernya yang diberi julukan “Abdul the Terrible” (Abdul yang mengerikan) oleh tentara Australia . Abdul seorang sniper profesional AD Turki yang pernah mendapat bintang jasa langsung dari Sultan Turki karena prestasinya . Bagai seorang ahli forensik profesional, dengan sangat teliti Abdul mempelajari luka pada setiap korban yang tewas, meneliti sudut datang peluru , mewawancarai para saksi dan merekonstruksikan kejadian saat korban tewas . Dari hasil penelitiannya ia sampai pada kesimpulan bahwa tembakan sniper musuh itu berasal dari bukit Pos Chatam . Tepat seperti yang dilakukan oleh Billy , diam-diam Abdul pun segera membuat pos tersembunyi khusus untuk mengawasi bukit itu saja. tanpa menghiraukan sasaran-sasaran yang menggiurkan lalu lalang didepannya. Suatu hari Pratu Tom Sheehan (pengamat Billy saat itu) sedang mengamati kubu pasukan Turki dengan telescope ,tiba-tiba “Dar” ia ditembak dan
peluru Abdul masuk tepat dari ujung telescopenya , keluar dari pangkalnya, terus menembus kedua tangan , kemudian masuk mulut
Tom dan keluar dari pipi kirinya untuk kemudian menancap dibahu kanan Billy .Karena lukanya yang parah Tom Sheehan langsung dikirim kembali ke Australia , ia beruntung tidak sedang menaruh telescope pada matanya ;sedangkan Billy harus beristirahat selama 1 minggu . Billy sadar lawan yang hebat telah menemukan persembunyiannya.Begitu sembuh dari lukanya segera kembali ke pos Chatam ; berhari-hari ia dan pengamatnya hanya duduk mengawasi wilayah pasukan Turki untuk mencari si Abdul . Suatu hari saat fajar mulai bersinar, pengamatnya berbisik “ada sasaran” ;Billy yang segera mengambil telescope itu, alangkah terkejutnya ketika ia mendapatkan dirinya tepat memandang wajah dan ujung laras senapan Abdul .Billy pun segera mengambil senapan nya dan membidik , dalam waktu bersamaan Abdul pun membidikkan senapannya, “Dar” Billy menembak lebih cepat dan pelurunya tepat bersarang diantara kedua mata Abdul .Kedua top sniper nasional ini berbuat kesalahan yang sama, yaitu “tidak berpindah tempat setelah menembak” .  Abdul memang seorang sniper professional yang telah mempersiapkan segalanya ; tidak lama setelah Abdul tewas, Turki segera menembakkan  meriamnya ke Pos Chatam, sayangnya peluru pertama jatuh meledak tepat dimuka tempat sembunyi Billy . Billy dan pengamatnya sedang berlari secepat cepatnya ketika peluru kedua meledakkan posnya.

Billy menggunakan senapan Short Magazine Lee Enfield (SMLE) No.1 Mark III buatan Inggris kaliber .303 (7,7 mm) dan Abdul menggunakan senapan Mauser Gewehr 1898 kaliber 7,92 mm .Pada akhir perang, rekor resmi Billy Sing yang diakui AD Australia : 150 orang musuh (201 orang menurut catatan Billy). Sayangnya tidak ada sedikitpun catatan mengenai Abdul .

Alvin C .York (Amerika)
Dalam penyerbuan pasukan Sekutu dihutan Argonne-Meuse, Belgia tahun 1918; gerak maju Divisi ke 82 Amerika terhenti oleh banyaknya sarang senapan mesin Jerman . Sadar bahwa pasukan induk mereka tidak akan dapat maju dengan serbuan frontal, peleton Kopral Alvin C.York memutuskan untuk bergerak melambung dan menghabisi kubu kubu pertahanan Jerman dari belakang . Gerakan peleton ini diketahui Jerman yang menembaki mereka hingga seluruh anggota peleton terluka atau gugur (kecual Alvin York sendiri) .
Sendirian ia terus bertempur melawan pasukan Jerman dan pada akhir pertempuran ia berhasil membunuh 25 orang lawan, membungkam 35 kubu senapan mesin dan menawan 132 orang tentara Jerman . Alvin York menggunakan senapan Springfield 1903 kaliber 30.06 (7.62 mm) dan pistol Government Model 1911 kaliber .45

1930
Taktik team sniper 2 orang pertama kali diadopsi oleh AB Uni Soviet (Rusia) . Dikemudian hari taktik ini terbukti lebih efektif dari taktik sniper 1 orang , yang saat itu dipakai oleh kebanyakan negara2 maju lainnya. Dalam organisasi tentara Rusia,satuan sniper merupakan bagian terpadu dari taktik infanteri mereka dan satuan sniper diberi kebebasan yang cukup dalam melaksanakan insiatifnya sendiri .
Pada Perang Dunia ke 2 setiap hari satuan setingkat peleton dan kompi Rusia mengoperasikan snipers dalam jumlah yang besar.

Perang Dunia II (1939 – 1945)

Perang Dunia II adalah perang besar yang paling banyak menghasilkan rekor-rekor sniper yang spektakuler yang tak akan bisa terpecahkan lagi pada masa kini . Dari 54 orang top snipers Perang Dunia II yang tercatat dalam sejarah , 49 orang dari mereka menembak lebih dari 100 orang tentara musuh dan 6 orang diantaranya adalah wanita . Masih banyak top sniper dari berbagai negara yang tidak pernah dicatat dalam sejarah Perang Dunia II , karena umumnya kegiatan para snipers termasuk dalam kategori rahasia militer (kecuali bila untuk kepentingan propaganda), ditambah lagi oleh banyaknya dokumen-dokumen yang hilang, musnah karena perang dan rusak dimakan usia Selama puluhan tahun para pencinta sejarah militer dan para penggemar senjata bersusah payah mengumpulkan dan menverifikasi ulang berbagai dokumen, data-data dan cerita mengenai para top snipers .


Daftar snipers dunia
Walaupun Finlandia memegang rekor tertinggi sniper dunia , daftar top snipers Perang Dunia II didominasi oleh para snipers Rusia . Ini merupakan bukti bahwa pelatihan, organisasi, taktik dan strategi untuk para sniper Rusia lebih maju dari negara-negara lain saat itu . Sniper dan aksi sniper yang terkenal (bukan hanya yang tertinggi rekornya) dalam perang ini antara lain sbb. :

Simo Hayha (Finlandia)
Rekor sniper tertinggi dalam Perang Dunia II dipegang oleh Simo Hayha dari AD Finlandia yang berhasil menghabisi 542 orang tentara Rusia . Yang paling mengagumkan, Simo Hayha bertempur hanya dengan menggunakan senapan,bolt action Mosin-Nagant M39 kaliber 7,62 mm buatan Rusia tanpa telescope dan bahkan kadang-kadang ia harus menembak musuhnya dari jarak lebih dari 600 yard . Simo memang seorang juara menembak yang memiliki banyak sekali koleksi medali dan piala yang dimenangkannya dari berbagai pertandingan .  Simo Hayha meninggal dunia tanggal 1 April 2002 yang lalu pada usia 96 tahun .
Sulo Kolkka (Finlandia)
“Secara sniper” (tembakan jarak jauh dengan senapan Mosin-Nagant M39) Sulo Kolkka berhasil menembak lebih dari 400 orang tentara Rusia; tetapi diluar jumlah tersebut ia juga menghabisi 200 orang musuh lagi dengan menggunakan submachine gun (istilah TNI : pistol mitralyur) Suomi M/1931 kaliber 9 mm Parabellum buatan Finlandia yang terkenal akurat .Ke 600 orang tentara Rusia itu semua dihabisinya dalam waktu 105 hari saja .
Saat bertugas sebagai sniper, Sulo Kolkka mempunyai “hobby” untuk beroperasi sendirian jauh dibelakang garis pertahanan pasukan
musuh ; hal ini amat membuat takut dan frustasi pasukan Rusia yang semula mengira mereka aman digaris belakang .Akibat dari “kenakalannya” ini, Sulo sering sekali diburu oleh tentara dan sniper Rusia ; tetapi diakhir setiap perburuan ini dialah yang selalu
menghabisi para pemburunya . Dalam suatu operasi pengejarannya , Sulo berduel dengan seorang sniper Rusia selama beberapa hari dan berhasil menghabisinya dengan tembakan tunggal dari jarak 550 m tanpa telescope dengan hanya menggunakan senapan bolt action Mosin-Nagant M/39 tanpa telescope.

Finlandia memang dikenal sebagai gudangnya para penembak jitu yang ahli dalam kamuflase dan menembak sambil meluncur dengan ski .  Sepanjang perang Finlandia-Rusia yang terkenal sebagai Winter War , pihak Rusia kehilangan 1.000.000 orang tentaranya dari 1.500.000 orang tentara yang menyerbu Finlandia; sedangkan pihak Finlandia kehilangan 25.000 orang (1 : 40) . Dalam suatu pertempuran musim dingin , 32 orang prajurit Finlandia ditugasi menahan serbuan 4.000 orang tentara Rusia (1:125) ; dengan
menggunakan taktik tembak lari diakhir pertempuran tersebut seluruh 4.000 orang tentara Rusia tersebut tewas dan hanya 4 orang tentara Finlandia yang masih tersisa hidup . Mereka berhasil mempertahankan garis pertahanan mereka . Untuk memperingati kepahlawanan para prajurit Finlandia dalam Winter War , setiap tahun Finlandia menyelenggarakan pertandingan menembak biathlon yang kini termasuk dalam salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Winter Olympic dunia .  Disini parapenembaknya harus menembak 5 buah sasaran yang terpisah dengan senapan kaliber .22 dan menggunakan ski untuk lari meluncur keposisi tembak berikutnya .

Sniper tak dikenal Belanda
Pada tanggal 14 Mei 1940 Jendral Kurt Student , panglima pasukan para AU Jerman yang sedang mengadakan inspeksi kegaris depan terluka parah oleh tembakan tunggal seorang sniper marinir Belanda yang mempertahankan kota Rotterdam dari jarak 800 yard . Sniper Belanda ini menggunakan senapan Mannlicher kaliber 6,5 mm Model 1895 . Sebagai akibat dari tertembaknya Jendral Kurt
Student, Hitler memerintahkan bomber-bomber AU Jerman untuk meratakan kota Rotterdam dengan “carpet bombing” .

Vasily Zaitsev (Rusia)
Duel sniper lawan sniper yang paling terkenal didunia adalah duel antara Sersan Kepala Vasily Gregorievich Zaitsev (400 orang orban) dengan Mayor Koenig dari Jerman .

Tetapi waktu novel “War of the Rats” karangan David L.Robbins diluncurkan (1999) , ada seorang yang mengaku keluarga dari Koenig menilpon David dan mengakui bahwa Erwin Koenig yang telah berhasil menembak 400 orang tentara Rusia memang gugur ditembak oleh Vasily Zaitsev di Stalingrad . Sampai dimana kebenaran hal itu ? wallahualam ; karena dalam pertempuran Stalingrad ratusan snipers dari kedua pihak terlibat disana . Para sniper Jerman menggunakan senapan boltaction Mauser Kar. 98 kaliber 7,92 mm
bertelescope dengan pembesaran 1,5X , 4X atau 6X atau senapan semi automatic Walther Gewehr 43 kaliber 7,92 mm bertelescope dengan pembesaran 4X .

 

Lyudmila Pavlichenko Sniper Wanita Dari Rusia

Pada bulan Juni 1941 saat Jerman menyerbu Rusia , Lyudmila Pavlichenko (24 tahun) adalah mahasiswi jurusan sejarah Universitas Kiev . Sambil kuliah, gadis cantik ini bekerja paruh waktu di pabrik senjata dikota tersebut; selain itu ia juga anggota klub menembak Kiev yang membinanya menjadi seorang atlit menembak sejak umur 14 tahun . Waktu ia mendaftarkan dirinya untuk menjadi prajurit, perwira rekrutmen yang menerimanya serta merta menertawakannya dan menolaknya ; kemudian ia menganjurkannya agar Lyudmila
menjadi perawat saja. Lyudmila yang keras hati itu segera memperlihatkan sertifikat menembaknya dan diterima di Divisi Infanteri ke 25 . Ia kemudian menjadi salah satu dari 2.000 orang sniper wanita Rusia, yang diakhir perang hanya tersisa 500 orang . Lyudmila bertempur selama 2 ½ bulan di front Odessa dan difront ini ia berhasil menghabisi 187 orang musuh . Dari sini divisinya dipindah ke front Sevastopol , Semenanjung Krimea . Dibulan Mei 1942 rekor Letnan Lyudmila Pavlichenko bertambah menjadi 257 orang dan
pada bulan Juni 1942 ia terluka oleh ledakan mortir. Karena ia sudah menjadi pahlawan nasional, kurang dari satu bulan setelah ia keluar dari rumah sakit Lyudmila ditarik dari medan tempur. Saat itu secara resmi rekornya telah mencapai 309 orang , termasuk didalamnya 6 orang sniper Jerman . Yang menarik, dari salah satu sniper Jerman ini Lyudmila menemukan log book yang menunjukkan bahwa ia sudah menembak 500 orang tentara Rusia . Hal ini tidak pernah tercatat dalam dokumen tentara Jerman dan sayangnya log book tersebut hilang sehingga nama sniper tersebut tak pernah diketahui . Seperti halnya Vasily Zaitsev, sebagai  pahlawan wanita Lyudmila dimanfaatkan habis-habisan oleh team propaganda Rusia yang mengirimnya ke Kanada dan Amerika Serikat . Lyudmila adalah warga negara Rusia pertama yang diterima oleh Presiden Amerika Serikat . Ibu Negara Ny. Eleanor Roosevelt mengundangnya untuk tour keliling Amerika guna menceritakan kisah kepahlawanannya . Di Kanada ia mendapat hadiah senapan Winchester bertelescope yang kini menghiasi Museum Pusat Angkatan Bersenjata Rusia di Moskow dan oleh Amerika ia dihadiahi pistol Colt Government 1911 kaliber .45.

Ditahun 1943 ia menerima Bintang Emas Pahlawan Uni Soviet dan tidak pernah kembali lagi kefront ; tetapi diangkat menjadi instruktur sniper dimana ia telah berhasil melatih ratusan orang sniper. Waktu perang berakhir ia berpangkat Mayor dan kembali ke Universitas Kiev untuk menyelesaikan kuliahnya, kemudian ia menjadi Asisten Riset di Markas Besar AL Soviet sampai tahun 1953.

Lyudmila Pavlichenko meninggal pada tanggal 10 Oktober 1974 pada usia 58 tahun dan dimakamkan Taman Makam Pahlawan Novodevichiye, Moskow .

 

Sniper Jepang

Kita sudah sering membaca dalam sejarah perang Pasifik, maupun melihat di film-film perang seperti Wind Talker dan Thin Red Line bahwa disetiap medan, gerak maju ribuan pasukan Amerika yang bersenjata lengkap selalu dihambat oleh beberapa orang sniper Jepang saja. Walaupun tidak ada catatan resmi mengenai sniper-sniper Jepang, pasukan Amerika mencatat mereka sebagai sniper yang mahir dalam kamuflase , tangguh, cerdik dan fanatik .

Mereka memakai helm yang khusus diberi kawat- kawat untuk memasang daun-daunan, mereka juga menggunakan cadar kelambu hijau untuk menutupi bahu dan kepala agar wajah mereka yang berkulit terang tidak terlihat (kelambu hijau ini kini menjadi salah satu perlengkapan kamuflase standard sniper berbagai negara) . Salah satu taktik favorit sniper Jepang adalah bersembunyi diatas pohon, untuk itu mereka memakai sepatu “Ninja” yang mempunyai tempat jempol terpisah, agar memudahkan mereka memanjat pohon (sepatu ini dapat dilihat di Museum Satrya Mandala). Untuk mengatasi gangguan para sniper Jepang ini, pasukan Amerika memberondong setiap pohon yang dicurigai sebagai tempat sembunyi sniper dengan senapan mesin bahkan dengan meriam anti tank 37 mm yang berpeluru sembur.

      

Para sniper Jepang menggunakan senapan sniper Arisaka Meiji Type 97 kaliber 6,5 mm kemudian diganti dengan Type 99 kaliber 7,7 m . Senapan ini memiliki monopod (kaki tunggal) yang dapat dilipat dan telescope dengan pembesaran 4X (banyak sniper Jepang yang tidak mendapat telescope bagi senapan mereka.

———————————————————-

Sumber : Kaskus

Perihal INFO PERTAHANAN
Aku? Kau tanya Aku siapa? Nanti Kau tahu dengan sendirinya ....

3 Responses to SEJARAH PARA SNIPER DI SELURUH DUNIA DARI ZAMAN KE ZAMAN (Bag. 2)

  1. F.Galih Mahardi mengatakan:

    wah hebat sekali para snipernya, untuk menemui ketepatan sasaran dalam bidikan diperlukan konsentrasi dan kemampuan melalui latihan keras, sniper asal Indonesia yg terkenal ada ga ya Gan..?🙂

    • INFO PERTAHANAN mengatakan:

      dari beberapa literatur yang saya baca, Sepertinya ada bro… orang aceh klo ga salah.. dia satu2nya sniper indonesia yang pernah membunuh seorang jendral, tp itu terjadinya zaman dulu… nanti saya cari lgi klo saya dapat saya publish… thanx bro dah mampir..

    • INFO PERTAHANAN mengatakan:

      dalm sebuah tulisan sebagian para penulis sejarah sniper, indonesia sebenarnya juga memiliki dalam tulisannya dia menyebut orang Aceh, orang tersebut berhasil menwaskan puluhan pasukan belanda. tapi perlu dicatat juga, keabsahaan dari informasi tersebut masih perlu di telaah lebih mendalam lagi karena keterbatasan dan minimnya sumber informasi tentang para sniper indonesia…. ok Gan thanx dah mampir ke blog ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: